10 Kisah wanita jual keperawanan dengan harga ‘ugal-ugalan’

Katakepo.blogspot.com – Harga keperawanan? Ini mungkin terdengar tabu bagi masyarakat Indonesia. Apakah mereka itu benar-benar melampirkan ‘pricetag’ untuk hal yang abstrak? Mungkin ini bisa jadi pertanyaan subyektif, sebab bagi sebagian orang keperawanan adalah hal yang tak ternilai. Namun tidak untuk dijual juga.

Dikutip dari The Richest, berikut ini adalah daftar 10 wanita yang menjual keperawanannya dengan harga yang sangat tinggi. Tapi sebenarnya apa yang diharapkan mereka dengan menjual keperawanannya? Di sini akan dikupas alasannya secara rinci. Seperti apa kisahnya dan berapakah harganya? Simak ulasannya berikut ini.

Gadis Irlandia

Seorang gadis yang berasal dari Irlandia yang tidak disebutkan namanya berniat untuk menjual keperawanannya dengan harga USD 10.000 atau setara dengan Rp 130 juta.

Hal tersebut dilakukannya pada tahun 2011 dengan cara memposting iklan di Gumtree (website iklan baris gratis) demi mengumpulkan uang untuk mendaftar ke sekolah seni.

Rosie Reid

Seorang gadis bernama Rosie Reid lulus dari Bristol University. Dia terlilit hutang kepada universitas sebesar USD 22.000 atau setara dengan Rp 286 juta. Untuk itu, dia berniat menjual keperawanannya dengan nominal USD 12.300 atau sekitar Rp 160 juta.

Benar, seorang insinyur BT membeli dengan harga tersebut. Reid mengatakan bahwa ‘seks mengerikan’ itu akhirnya terjadi juga. Namun dia mengaku senang karena pembeli itu benar-benar membayar dengan jumlah uang yang disepakati.

Alina Percea

Sama seperti Rosie, Alina Percea juga melelang keperawanannya untuk membayar tingkat komputasinya. Seorang pengusaha Italia adalah penawar tertinggi untuk itu. Kemudian dia membayar biaya perjalan Alina ke Venesia untuk menghabiskan waktu bersama dengan tour dan makan di sebuah hotel mewah.

Hanya saja, cerita berubah saat Aline ternyata justru menyukai pengusaha tersebut. Tidak disebutkan bagaimana kisah keduanya. Yang jelas, Alina mendapatkan uang tunai sejumlah USD 13.000 (sekitar Rp 168,9 juta) dari lelang keperawanannya.

Unigirl

Seseorang menggunakan username Unigirl pada iklan sebuah situs web untuk menjual keperawanannya. Uang tersebut dikatakan untuk membiayai kuliahnya. Dalam iklan tersebut dia menggambarkan dirinya sebagai gadis yang fit, menarik, sehat, berusia 19 tahun, dan belum pernah melakukan seks sebelumnya.

Di akhir lelang, iklannya mendapat 12.000 orang penawar dengan nominal lebih dari USD 30.000. Hingga akhirnya penawar tertinggi adalah USD 32.000 atau setara dengan Rp 415,8 juta.

Cathy Cobblerson

Ini lebih gila lagi. Seorang gadis bernama Cathy Cobblerson mendaftarkan keperawanannya untuk dijual di situs besar eBay! Cathy mengatakan bahwa dia melakukan hal tersebut untuk melunasi tagihan kartu kredit.

Dia memasang harga sebesar USD 100.000 atau sekitar Rp 1,3 miliar. Saat itu Cathy menuliskan dirinya berusia 24 tahun dan tidak ingin dibeli oleh orang yang ‘bermain kasar’ atau lesbian. Cathy memberikan kategori di mana pembeli keperawanannya harus orang yang bisa memberikan kehangatan. Namun tanpa alasan yang jelas, iklan tersebut diturunkan.

Elizabeth Raine

Elizabeth Raine memiliki nama asli Hanna Kern. Dia merupakan seorang mahasiswa berprestasi di Universitas Washington. Secara mengejutkan dia memasang keperawanannya untuk dijual. Namun belum juga terbeli, dia kemudian mundur dari pelelangan tanpa alasan yang jelas.

Kala itu lelang telah masuk ke angka USD 801.000 atau sekitar Rp10,4 miliar. Saat ditanya mengapa mundur dari pelelangan, dia menjawab, “Saya telah memutuskan untuk menghentikan keributan ini. Lagipula saya masih memiliki keyakinan bahwa keperawanan adalah harta yang paling berharga bagi wanita. Saya hanya ingin menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama.”

Saat itu, pihak universitas langsung marah saat mengetahui Hanna melakukan hal tersebut karena dianggap menodai nama besar universitas. Terlebih lagi, Hanna dikenal sebagai orang yang pemalu dan sangat kutu buku.

Catarina Migliorini

Catarina Migliorini telah mencoba menjual keperawanannya sebanyak empat kali dan semua berujung dengan kegagalan. Dia berubah pikiran dan akhirnya menarik diri.

Pelelangan pertama terjadi pada tahun 2012 dan mendapatkan Natsu, orang kaya asal Jepang sebagai penawar tertinggi. Namun sebelum dibayar Catarina menarik diri dan tidak jadi menjual perawannya. Akan tetapi tak berhenti di situ, dia kembali berniat menjual lagi di situsnya. Kala itu dia mendapat penawaran USD 440.000 atau setara dengan Rp 5,7 miliar. Lagi-lagi dia membatalkan pelelangannya.

Graciela Yataco

Graciela dibesarkan dari keluarga miskin di Lima, Peru. Ibunya memiliki penyakit jantung dan ginjal dan tidak ingin melihatnya anak laki-lakinya putus sekolah. Melihat keinginan ibunya, Graciela berniat menjual keperawanannya untuk menghidupi keluarga dan menyekolahkan saudara laki-lakinya.

Dia memasang iklan di koran dan penawaran tertinggi kala itu adalah USD 1,5 juta atau sekitar Rp 19,4 miliar dari miliarder asal Kanada. Namun setelah hampir mencapai kata sepakat, tiba-tiba dia membatalkan hal itu. Dia berpikir bahwa nantinya dia akan menodai keluarga jika memang dia bersedia menjual keperawanannya kepada orang lain hanya demi uang.

Raffaella Fico

Raffaella besar di Italia. Dia adalah seorang penyanyi sekaligus model. Dia diduga terlibat hubungan asmara dengan pesepakbola Cristiano Ronaldo. Selain itu dia juga memenangkan kompetisi Miss Grand Prix 2007 yang juga merupakan kontestan di reality show Big Brother Italia.

Cukup mengejutkan ketika dia memutuskan untuk melelang keperawanannya dengan banderol 1 juta Euro atau sekitar Rp 13,7 miliar. Dalam sebuah wawancara dia berkata bahwa dirinya sangat sabar menanti siapa yang akan membelinya.

“Saya akan sangat sabar menanti. Siapa kira-kira yang akan rela mengeluarkan uang demi mendapatkan saya.”

Natalie Dylan

Natalie Dylan menjual keperawanannya dengan motif percobaan sosiologis. Dia ingin mengetahui bagaimana orang merespon ketika ada yang membuka itu. Kala itu dia berusia 22 tahun dengan gelar sarjana. Dia berencana untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang Strata 2 dengan mengambil judul tesis tentang ‘Nilai Keperawanan’.

Itulah sebabnya dia melakukan hl tersebut. Dia menjadikan dirinya sendiri sebagai bahan percobaan. Keperawanannya ditawarkan dalam sebuah iklan dan nyaris terjual dengan nilai USD 3,7 juta atau setara dengan Rp 48 miliar.