10 Kota dengan Jumlah Gelandangan Terbanyak di Dunia

Gelandangan atau tunawisma merupakan masalah paling klasik yang sering dijumpai di negara berkembang. Di Eropa saja, ada sekitar 3 juta orang yang hidup di jalanan. Di Australia dan Kanda, ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal. Tentu saja, masalah iin jauh lebih buruk di negara-negara miskin.
Faktor sosial juga dapat mempengaruhi banyaknya masalah tersebut, misalnya saja kekerasan dalam rumah tangga, tidak adanya keluarga, penyalahgunaan narkoba, alkohol, dan semua penyakit mental yang berpotensi membuat banyaknya tunawisma. Saat ini, di seluruh dunia telah tercatat 100 juta orang tidak memiliki tempat tinggal (data dari PBB).
Mencari solusi atas permasalahan ini cukup sulit, bahkan untuk kota sebesar New York sekalipun. Sejumlah kota besar di dunia ini ternyata masuk dalam wilayah yang paling banyak memiliki gelandangan’. Kota manakah itu? berikut 10 Kota dengan Jumlah Gelandangan Terbanyak di Dunia
dikutip merdeka:
1. Sao Paolo, Brasil
Sao Paolo, Brasil
lihat.co.id-Pemerintah mengadakan sensus penduduk pada tahun 2011 di Sao Paolo dan menemukan lebih dari 15.000 orang tidak memiliki tempat tinggal. Ironisnya, Sao Paolo sendiri merupakan kota terpadat di Brasil dan Amerika. Kehidupan para tunawisma ini sungguh memprihatinkan. Mereka ‘tumpah’ di pinggir-pinggir jalan. Sekitar 50 persen dari para gelandangan tersebut diberi tempat tinggal di kamp-kamp terdekat. Setengahnya lagi masih dibiarkan berkeliaran di jalan. Mereka pun dipaksa untuk melawan perlakuan keras pemerintah Brasil.
2. Budapest, Hungaria
Budapest, Hungaria
lihat.co.id-Secara teknis adalah tindakan ilegal menjadi gelandangan di Hungaria. Sebab Parlemen Hungaria telah menelurkan undang-undang yang sangat tegas seiring semakin bertambah banyaknya jumlah tunawisma. Budapest memiliki 10.000 orang yang tidak memiliki temat tinggal dan 6000 di antaranya berkeliaran di jalanan. Bahkan ada pula yang tinggal di penjara karena ingin mendapat hidup yang lebih layak.
3. Buenos Aires, Argentina
Buenos Aires, Argentina
lihat.co.id-Buenos Aires diperkirakan memiliki 15.000 orang tunawisma. Yang cukup menyedihkan adalah 30 persen dari jumlah itu adalah anak-anak dan 13 persen berusia lanjut. Kota ini menyediakan kota penampungan untuk orang miskin, namun itu hanya cukup untuk menampung 1.700 orang saja. Salah satu relawan mengatakan bahwa seseorang dapat menyandang status sebagai tunawisma adalah ketika mereka kehilangan hubungan baik dengan keluarga. Sehingga terkadang beberapa dari mereka memutuskan pergi dari rumah.
4. Mumbai, India
Mumbai, India
lihat.co.id-Mumbai memiliki populasi hampir 12,5 juta jiwa. Lebih dari setengah penduduk tersebut tinggal di salah satu dari ribuan tempat kumuh di Mumbai. Sangat ironis. Sebanyak 25 ribu dari mereka ini menjadi gelandangan di sejumlah ruas jalan yang ada di Mumbai.
Kurangnya perumahan dengan harga terjangkau, hilangnya pekerjaan, kekurangan dukungan dari keluarga, pendapatan tidak memadai, narkoba, cacat, dan korban KDRT adalah penyebab terbesar banyaknya tunawisma di Mumbai.
Survei ini menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba dan alkohol yang tinggi mengarah ke tunawisma. India secara keseluruhan memiliki tingkat kemungkinan yang tinggi. Menurut PBB, ada 150 juta anak di bawah usia 18 tahun yang hidup di jalanan dan 60 juta di antaranya berusia di bawah enam tahun.
5. Jakarta, Indonesia
Jakarta, Indonesia
lihat.co.id-Indonesia memiliki aktivitas Twitter lebih tinggi dibanding kota-kota lain di dunia. Kebanyakan warga Indonesia juga punya dua ponsel untuk satu orang. Namun sadarkah Anda, ternyata negara kita ini, khususnya di Jakarta merupakan rumah bagi lebih dari 28 ribu orang yang kehidupannya sangat keras di jalanan.
Fenomena tunawisma dimulai dari era pemerintahan Presiden Soeharto. Kala itu beliau menerapkan kebijakan yang menindas penduduk setempat dengan mengambil tanah swasta berdalih pembangunan. Nyatanya, tanah tersebut digunakan untuk memperkaya pemerintah.
Hal tersebut sangat mempengaruhi kehidupan rakyat kecil di jalanan hingga saat ini. Jumlah mereka setiap tahun terus bertambah dalam kurun waktu yang belum dapat diketahui. Yang paling parah adalah saat tahun 2013 lalu, banjir Jakarta meratakan rumah milik lebih dari 100 ribu orang. Hal itu semakin menambah total tunawisma di ibukota.
6. Meksiko City, Meksiko
Meksiko City, Meksiko
lihat.co.id-Bisa dikatakan, Meksiko City adalah rumah bagi lebih dari 30 ribu orang yang kehilangan tempat tinggal. Ironisnya, 50 persen di antaranya adalah anak-anak. Penyebabnya satu, kemiskinan yang menjadi alasan utama sehingga banyak orang tidak memiliki tempat tinggal.
Penyebab lain yang memiliki presentase rendah adalah karena keluarga. Ada yang memulai kehidupan sebagai gelandangan dengan lari dari rumah akibat KDRT, ada juga yang disebabkan oleh perpecahan rumah tangga, dan sebagainya. Data dari PBB menunjukkan bahwa lebih dari 25 persen anak di bawah usia 18 tahun di Meksiko City hidup dalam kemiskinan total.
7. Moskow, Rusia
Moskow, Rusia
lihat.co.id-Sebanyak 3,4 persen populasi tunawisma di Rusia. Uniknya, jumlah itu paling banyak berada di ibukota Rusia, yakni Moskow. Jumlah riil tunawisma di sana mencapai 3 juta orang, yang sudah terjadi sejak Perang Dunia II. Salah seorang gelandangan di Moskow bernama Yuri, yang mana dia telah menghabiskan hidupnya di jalanan lebih dari 15 tahun yang lalu. Dia mengungkapkan bahwa dirinya kehilangan rumah pada usia 29 tahun setelah ayahnya meninggal. Dia kini tinggal bersama tunawisma lainnya di sebuah stasiun kereta api.

8. Los Angeles, California, Amerika Serikat
Los Angeles, California, Amerika Serikat
lihat.co.id-Siapa sangka, salah satu kota paling ramai di negara bagian Amerika Serikat, Los Angeles adalah tempat bagi lebih dari 57 ribu orang miskin. Mayoritas adalah laki-laki. Setengah dari tunawisma di LA adalah orang kulit hitam. Menurut survei yang dilakukan belakangan ini, menghadirkan sebuah data yakni 31 persen tunawisma disebabkan oleh penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Sementara 18 persen karena fisik. Usia rata-rata mereka adalah 40 tahun, sedangkan untuk tunawisma wanita cenderung lebih muda.

9. New York City, New York, Amerika Serikat
New York City, New York, Amerika Serikat
lihat.co.id-Ada sebanyak 60.352 orang tanpa atap di bawah kepala mereka di Big Apple. Itulah kenyataan yang terjadi di New York City, New York, Amerika Serikat. Jumlah itu termasuk 25.640 anak, dan 22.386 orang dewasa, serta lebih dari 12.326 lajang. Ironisnya, angka tersebut terus meningkat.
Rencana walikota baru Bill de Blasio untuk menampung para tunawisma di rumah klaster permanen ternyata masih juga menemui kendala. Dia diprotes untuk menambah rumah tersebut dari 2918 ke 3143. Entahlah, mungkin memang para tunawisma tersebut tidak ingin pindah dari jalanan atau memang ingin menuntut hal yang lebih dari itu.
10. Manila, Filipina
Manila, Filipina
lihat.co.id-Inilah juaranya. Manila, Filipina menjadi kota dengan tingkat gelandangan tertinggi di dunia. Komisi PBB untuk Hak Asasi Manusia melaporkan bahwa kota ini memiliki 70 ribu orang yang ‘berebut’ tinggal di jalanan.
Komisi tersebut juga melaporkan bahwa penduduk di negara itu memiliki 1,2 juta anak yang hidup di jalanan. Mereka bahkan menghadapi berbagai permasalahan seperti narkoba berbagai jenis (sabu, ganja, dan lain-lain).
Tidak hanya itu, masalah kesehatan terkait HIV/AIDS juga sangat rentan di sini. Bahkan ada pula data yang melaporkan tingginya angka prostitusi anak, pedofil dan wisatawan seks asing.