10 Tempat yang Penuh dengan Kuman


Ada Fakta Terselubung yang menakutkan: Di Inggris, dalam 15 tahun terakhir, terjadi peningkatan kasus keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri sebanyak tujuh kali lipat! Padahal Inggris adalah salah satu negara yang terkenal memiliki standar kebersihan yang tinggi. Lalu bagaimana dengan di negara kita? Even smaller, bagaimana dengan lingkungan di sekeliling Anda?

Memang tak ada yang bisa menjamin semua hal yang Anda pegang higienis, namun setidaknya ada beberapa cara meminimalisir penyakit atau gangguan yang umum disebabkan oleh kuman. Dibawah ini adalah 10 hal yang biasa kita kunjungi atau temui yang penuh dengan kuman seperti yang dikutip dari cleo.co.id

1. Tangan
Sebuah penelitian di Amerika Serikat menemukan, 94 persen orang mengaku mencuci tangan setelah menggunakan toilet. Namun kenyataannya, hanya 68 persen yang benar-benar melakukannya. So what’s all the fuss about forgetting to wash your hands? Kalau Anda berpikir lupa mencuci tangan adalah hal kecil, you’re so wrong! Jarang mencuci tangan berarti banyak kuman atau bakteri yang ‘bertengger’ di tangan Anda. Jika Anda memegang makanan dengan tangan yang penuh kuman tersebut, bayangkan akibatnya bagi perut dan organ pencernaan Anda. Ewww… Infeksi penyakit melalui kuman di tangan yang paling umum terjadi adalah flu dan gangguan pemcernaan.

Hand washing is a simple habit, something most people do without thinking. Tapi tidak semua orang melakukannya dengan benar. Saat mencuci tangan, sebaiknya Anda menggunakan sabun dan usapkan di seluruh permukaan tangan, di sela-sela jari, sekitar kuku, hingga pergelangan tangan Anda. Lakukan ini selama 20 detik lalu bilas dengan air bersih. Jika air tidak tersedia, Anda dapat memakai cairan pembersih yang mengandung alkohol. Langkah-langkah yang harus Anda lakukan sama seperti dengan mencuci tangan memakai air.

Lalu, kapan saja Anda harus mencuci tangan? Ingat-ingat hal berikut ini: saat memasak dan hendak makan, setelah ke toilet, saat hendak dan setelah menengok orang sakit, setelah batuk, bersin, dan membuang lendir di hidung, setelah memegang hewan, kotoran hewan, dan memegang sampah.

2. Telepon
Do you know that there are more than 2000 different types of bacteria on a telephone handset? Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan University of Arizona menemukan bahwa bakteri yang berada di telepon 500 kali lebih banyak dibanding pada dudukan toilet
.
Tapi Anda tak perlu kuatir, kulit manusia dirancang sebagai pelindung terhadap berbagai kuman. Makhluk kecil itu pun akan sulit menembus ‘pertahanan’ Anda. Namun, sedikit saja kondisi tubuh Anda sedang tidak fit, maka kuman tersebut bisa ‘menyerang’ Anda. Terlebih jika ada orang di dekat Anda yang sedang sakit, maka kemungkinan Anda menjadi korban kuman pun semakin besar.

Telepon menjadi semakin berbahaya jika digunakan oleh penderita flu atau batuk karena bakteri atau virus dalam mulut mereka akan terbang dan ‘hinggap’ di gagang telepon. Ketika orang lain menggunakan telepon tersebut, potensi masuknya kuman penyakit ke dalam mulut orang itu akan semakin besar. Jadi sering-seringlah membersihkan seluruh bagian pesawat telepon dengan cairan antiseptik.

3. Sikat gigi
Jangan pernah saling meminjam sikat gigi dengan siapapun —baik dengan pasangan, sahabat, bahkan keluarga sendiri. It’s a big no-no! The truth may surprise you. Menurut penelitian, ada 10 juta bakteri yang bersarang dalam sebuah sikat gigi. British Dental Association (BDA) menyatakan mulut adalah salah satu ‘sarang’ kuman dan virus, termasuk virus herpes simplex, yang dapat hidup selama dua hari bahkan di sikat gigi yang kering. Kuman bisa tumbuh subur di dalamnya karena biasanya sikat gigi ditaruh dalam kamar mandi yang lembap.

Nah, tentunya Anda tak mau berbagi penyakit dengan orang lain, bukan? Jadi, biasakan memakai sikat gigi sendiri, lalu ganti minimal setiap 3 bulan sekali. Setelah menyikat gigi, pastikan sikat gigi dibilas dengan air mengalir hingga bersih dan keringkan untuk meminimalisir pertumbuhan kuman. Selain itu, sebaiknya letakkan sikat gigi Anda di area yang kering -jangan di dalam kamar mandi, untuk meminimalisir pertumbuhan bakteri di dalamnya.

4. Kamar mandi/toilet umum
Kamar mandi di gym atau kolam renang adalah salah satu contoh tempat jamur berkembang biak dengan subur. Jamur yang berkembang di tempat lembap seperti itu dapat menyebabkan gatal di kulit. Jika sudah parah, bahkan bisa menyebabkan kulit pecah-pecah sehingga memberi ruang ekstra untuk dimasuki kuman. Gross, isn’t it?

Untuk menghindarinya, bersihkan kamar mandi dan toilet secara teratur. Biasakan juga memakai sabun antiseptik, keringkan badan dengan benar, kenakan flip-flop saat berjalan di tempat lembap, dan yang tak kalah penting, don’t share towel!

And ladies, never put your bags on the floor. Charles Gerba, ahli mikrobiologi dari University of Arizona mengungkapkan 30 persen bakteri ditemukan di bagian bawah tas wanita karena mereka sering meletakkannya di lantai toilet umum. Satu hal lagi yang mungkin akan membuat Anda terkejut. Meski toilet umum pria sering terlihat lebih jorok, sebenarnya toilet wanita mengandung bakteri dua kali lebih banyak dibanding toilet pria. Charles Gerba menyatakan penyebabnya karena setiap orang wanita menghabiskan waktu lebih lama di toilet daripada pria.

5. Dudukan toilet
Anda punya kebiasaan mengelap dudukan toilet yang agak basah dengan tisu sebelum digunakan? Oops, rupanya kebiasaan ini justru menjadi bumerang bagi kebersihan diri Anda. Ketika Anda mengelap dudukan toilet, kuman-kuman yang ada di dudukan toilet tersebut, yang tadinya hanya berada di beberapa titik, malah menyebar ke seluruh bagian dudukan toilet. Tak hanya dudukan toilet, tuas flush, keran, sampai pegangan pintu toilet pun merupakan area dengan ‘penghuni’ kuman terbanyak. Ingin tahu darimana asal kuman-kuman tersebut? Kuman-kuman tersebut berasal dari feses pengguna toilet yang menyebar melalui tangan! Double eww! Solusinya, gunakan cairan antiseptik di sekeliling toilet, lalu lap hingga kering. Jangan lupa juga selalu gunakan tisu saat memegang gagang pintu karena disanalah salah satu tempat perpindahan bakteri yang paling sering terjadi.

Satu lagi. Charles Gerba juga menyatakan saat toilet disiram dengan air, bakteri di dalamnya dapat terbang hingga dua meter dan menyebar hingga ke langit-langit dan dinding kamar mandi, bahkan menempel pada sikat gigi Anda! Jadi, bila Anda menggunakan kloset, jangan lupa menutupnya saat Anda menyiramnya.

6. Pulpen
Pulpen sebagai alat tulis? Eits, tak hanya itu! Sebuah survei membuktikan, pulpen seringkali dijadikan alat untuk digigit-gigit (terutama ketika sedang berpikir), penggaruk punggung bahkan telapak kaki (eww…), sebagai pengaduk minuman saat tak ada sendok, dan sebagai pengganjal meja atau pintu. Setelah ‘berkelana’ sejauh itu, can you imagine how much germs a pen contains? Jadi, jangan ulangi lagi kebiasaan buruk menggigit pulpen dan menggunakannya untuk menggaruk-garuk. Sesekali bersihkan pulpen Anda dengan alkohol untuk mematikan kuman-kuman tersebut.

7. Ciuman
Jika pasangan sedang terkena penyakit di mulut seperti sariawan, Anda pasti akan ‘puasa’ kissing untuk sementara, bukan? Masalahnya, kebanyakan penyakit lebih menular justru ketika gejala atau penyakitnya sendiri belum muncul. Beberapa penyakit yang rawan tertular saat berciuman selain sariawan diantaranya pilek, batuk, herpes, dan hepatitis B.

Tapi kalau Anda kira ciuman hanya menyebarkan penyakit yang berada di mulut, Anda salah. Selain kuman dalam mulut, bakteri yang berada pada hidung juga bisa menular pada Anda melalui ciuman. Kok, bisa? Saat berciuman tentu hidung Anda dan hidung pasangan akan saling berdekatan sehingga partikel kuman yang berukuran mikro dengan mudah akan menyebar di udara dan terhirup oleh Anda.

But there is no need to give up kissing for the sake of your health and that of your loved ones. Memang tak ada cara untuk memprediksi penyakit seseorang, yang bisa Anda lakukan adalah menjaga kesehatan dan (mau tak mau) puasa ciuman saat sedang sakit untuk menghindari penularannya. Dan jangan lupa, meski Anda dalam kondisi sehat jagalah selalu kesehatan mulut Anda.

8. Pesawat terbang
Jangan kaget ketika Anda membaca fakta ini: menurut penelitian University of Massachusetts Amherst, penumpang pesawat berhadapan dengan bakteri yang jumlahnya lebih banyak dibanding karyawan di kantor. Bahkan menurut Journal of Environmental Health Research, Anda berpotensi tertular flu 100 kali lebih besar di pesawat dibanding saat sedang beraktivitas sehari-hari. Ruangan tertutup seperti kabin pesawat terbang yang berisi ratusan orang memang sangat riskan menularkan kuman dan virus. Dari ratusan orang penumpang pesawat, bukannya tak mungkin banyak di antaranya yang sedang kondisi kurang sehat. Virus ataupun kuman ini akan berputar-putar di dalam satu ruangan yang tertutup kemudian dihirup oleh penumpang-penumpang pesawat yang lain. Jika Anda lalai menjaga kesehatan, kemungkinan terkena penyakit akibat udara di dalam pesawat terbang sangatlah besar, apalagi jika penerbangan Anda memakan waktu yang cukup lama.

Agar Anda tidak tertular penyakit saat naik pesawat, lakukan hal berikut ini:
a. Minumlah air sebanyak-banyaknya agar Anda tidak mengalami dehidrasi.
b. Selalu bersihkan tangan Anda karena selama berada dalam pesawat Anda akan menyentuh banyak area yang mengandung kuman. Siapkan selalu alkohol pembersih tangan di tas Anda.
c. Minum vitamin sebelum terbang. Ini akan membantu meningkatkan vitalitas tubuh Anda.
d. Gunakan masker. Jika kondisi tubuh Anda kurang fit, gunakan masker untuk menghindari penularan kuman.

9. Talenan
Tahukah Anda bahwa daging mengandung banyak bakteri jika belum dimasak? Ketika Anda memotong daging di atas talenan, bakteri di dalamnya dapat berpindah ke atas alas pemotong ini. Jika proses pencucian tidak bersih, lalu talenan tersebut Anda gunakan untuk memotong buah atau sayuran, maka bakteri tersebut akan berpindah ke buah atau sayuran tersebut. Agar hal ini tak terjadi, gunakan dua talenan berbeda untuk daging dan buah/sayur. Pastikan juga talenan dicuci bersih dan dikeringkan setelah digunakan.

10. Tempat tidur
Sebutkan salah satu tempat terkotor di muka bumi! WC umum? Nope! Pegangan tangga? Bukan juga! Lalu apa? Guess what, it’s your own bed! Tempat tidur yang jarang dibersihkan dan jarang mendapat sinar matahari sehingga membuatnya menjadi lembap dan menjadi tempat bersarang kuman, jamur, bahkan serangga kecil. Kuman, jamur, atau serangga kecil ini dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari penyakit kulit hingga alergi. Untuk menghindarinya, pastikan kamar Anda memiliki ventilasi udara yang baik, akses sinar matahari yang cukup, lalu bersihkan dan jemur kasur Anda secara berkala. Sediakan juga semprotan anti serangga, just in case ada serangga ‘nakal’ yang mengganggu tidur Anda.