Anjongan – Yonif 643/Wns menerima Kendaraan tempur ANOA 6×6 tipe APC dari Kodam XII/Tpr, Minggu (8/3) untuk menuju terbentuknya Batalyon Infanteri 643/Wns sebagai Batalyon Mekanis yang merupakan salah satu jawaban Profesionalis TNI, yang harus mampu 

menghadapi segala bentuk ancaman baik dari dalam negeri maupun luar negeri sehingga seluruh wilayah Indonesia khususnya wilayah terdepan, terpencil dan perbatasan tetap terjaga dibawah NKRI.

 

Adapun Spesifikasi Teknik kendaraan tempur ANOA 6×6 tipe APC buatan PT. Pindad (persero) adalah :

Dimensi (P x L x T) [mm]: 6000 x 2500 x 2500

Berat (GVW / GCW) [Ton]: 11 / 14

Power to Weight Ratio: 22,85 HP / Ton

Kecepatan [Km/Jam] 90

Radius Putar [m]: 10

Daya Tanjak: 60% (31°)

Kemampuan Mengarung [m]: 1; Loncat Parit [m]: 0,75

Jarak Sumbu Roda [mm]: 1500; Jarak Bebas Dasar [cm]:40

Kemiringan: 30% (17°)

Sudut Datang / Pergi: 45° / 45°

Jarak Tempuh [Km]: 600

Power Pack:

Engine: Renault Diesel Inline 6 Cylinder 320 HP Turbo Charger Intercooler

Transmisi: Automatic ZF 6HP502, 6 forward/1 reverse

Cooling Pack: Behr

Granat Asap 66 mm

Body Hull: Monocoque, Baja Tahan Peluru #8 mm & #10 mm

Kaca Tahan Peluru #38 mm

Suspensi: Independent Modular dengan Tersion Bar

Velg dan Ban: Runflat 1400 – R20, kemampuan escape 80 Km

Persenjataan: 7,62 mm, 12,7 mm (Infanteri), AGL 40 mm (Kaveleri)

Alkom: Intercom set + VHF / FM (Anti Jamming + Hopping), GPS

Peralatan Khusus: NVG, Winch 6 Ton

TNI merupakan komponen utama dalam pertahanan negara, yang mana dalam perwujudannya sampai saat ini dan seterusnya akan tetep konsisiten terhadap NKRI. UU RI No. 34 tahun 2014 tentang TNI, pada pasal 5 disebutkan bahwa TNI berperan sebagai alat 
Negara di bidang pertahanan, sebagaimana pada pasal 6 ayat (1) dimana fungsi TNI sebagai penangkal terhadap segala bentuk ancaman, penindak terhadap setiap bentuk ancaman dan pemulih terhadap kondisi keamanan negara yang terganggu akibat kekacauan keamanan. 
Pasal 7 menegaskan bahwa tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

  
Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut, TNI melakukannya dengan pola Operasi Militer untuk Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Terkait dengan tugas Operasi Militer untuk Perang (OMP), seperti halnya disebutkan juga pada pasal 7 UU RI No 34 tahun 2004. 
Pada tanggal 08 Maret 2015 Batalyon Infanteri 643/Wns telah menerima dukungan kendaraan tempur jenis ANOA 6×6 Tipe APC buatan PT. Pindad sejumlah 2 (dua) buah dari Kodam XII/Tpr.
Sumber : Yonif Kodam