2019, Alutsista Indonesia Masuk 10 Besar Dunia

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryakudu meyakinkan Indonesia akan masuk ke jajaran negara dengan kekuatan alutsista terbesar dan termodern di dunia.

“Lima tahun lagi, Indonesia akan masuk sepuluh besar dunia,” kata Ryamizard saat berkunjung ke kompleks Energetic Material Center milik PT Dahana (Persero) di Subang, Jumat, 14 November 2014.

Saat ini alutsista Indonesia berada pada peringkat ke-19 dunia. “Kalau di ASEAN sudah nomor satu.”

Dengan kekuatan alutsista yang memadai untuk menjaga kedaulatan wilayah RI, Ryamizard berjanji tidak akan ada lagi cerita pulau terluar milik Indonesia lepas dan diakui negara lain. “Enggak ada lagi pulau yang lepas,” ia berjanji.

Menantu mantan wakil presiden Try Soetrisno itu mengatakan komitmen menjadikan Indonesia masuk jajaran elite alutsista dunia dilakukan dengan mengajak semua pihak. Terutama perusahaan BUMN dan swasta yang bergerak di bidang persenjataan untuk bersama-sama meningkatkan kemampuan memproduksi alutsista sendiri.

“Supaya tidak bergantung lagi pada produk-produk luar negeri,” ia beralasan. Khusus perusahaan alutsista milik negara, seperti PT Dahana, Pindad, dan PAL, diminta lebih kreatif dan inovatif dalam memproduksi spesifikasi alutsistanya.

Ia mencontohkan Dahana yang telah berhasil memproduksi bom buat melengkapi persenjataan pesawat tempur Shukoi. “600 buah bom dibuat untuk Shukoi,” ujar Ryamizard.

Direktur Utama PT Dahana F. Herry Sampurno menambahkan, bom produksi perusahaan pelat merah yang dipimpinnya itu kini masuk tahap uji coba. “Tes sedang dilakukan TNI AU di Lumajang,” ujar Ferry. 

Selanjutnya, pengetesan bom made in Dahana tersebut akan dilakukan pada 15 Desember 2014. “Langsung di pesawat Sukhoi, lokasinya di Madiun atau Makassar,” tuturnya.

Menurut Ferry, sebuah bom buatan para putra bangsa tersebut memiliki berat 40 kilogram TNT. “Daya ledak 400 gram bom Dahana bisa menghancurkan satu rumah tipe 45,” ia menjelaskan.

Sumber : Tempo