5 Cerita unik di balik hari raya Idul Adha

Katakepo.blogspot.com – Momen Idul Adha selalu punya cerita tersendiri setiap tahunnya. Jika tahun lalu berita mengenai Mak Yati, si pemulung yang berkurban menjadi cerita spesial di Idul Adha, tahun ini justru dana kurban digelapkan.

Kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Delitua, Deliserdang, Sumatera Utara. Alhasil warga marah karena mereka tidak bisa berkurban. Sang pelaku yang telah menggelapkan Rp 91 juta dihajar warga.

Kejadian menarik hingga menyedihkan juga mewarnai pelaksanaan hari raya kurban tahun ini. Berikut beberapa kejadian unik, lucu bahkan haru yang mewarnai perayaan hari raya kurban:

1. Kebanjiran, penyembelihan hewan kurban ditunda

Banjir melanda sejumlah kawasan di Medan membuat penyembelihan hewan kurban ditunda. Banjir tersebut terjadi di beberapa daerah seperti daerah Jalan Dipanegara, Padang Bulan, kawasan Kampung Aur, dan Gang Pasir Jalan S Parman, Medan.

Banjir terjadi setelah air sungai di sekitar lokasi itu meninggi menyusul hujan pada pukul 03.00 dini hari. “Hujan tidak begitu deras, tapi sepertinya ada air kiriman dari gunung ke Sungai Babura,” kata Neli, warga Jalan Dipanegara, Medan.

Mereka memindahkan dua ekor lembu dan tiga ekor sapi ke tempat lebih tinggi. “Kita tunda dulu. Mudah-mudahan besok kita laksanakan,” kata Soleh, seorang warga.

Bukan hanya menunda penyembelihan hewan, banjir sedada ini juga membuat masyarakat bergotong royong memindahkan barang berharga mereka.

2. Dana kurban digelapkan panitia

Warga Dusun III dan IV Desa Suka Makmur, Kecamatan Delitua, Deliserdang gagal berkurban pada Idul Adha 1434 H, Selasa (15/10). Ibadah itu batal terlaksana setelah seorang panitia kurban, Indra Z Nasution (45) menggelapkan uang yang dipercayakan jamaah kepadanya.

Perbuatan Indra Z Nasution membuat warga kecewa dan emosi. Apalagi uang yang digelapkan Sekretaris Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Baitur Rohim ini dikumpulkan ratusan warga dengan cara mencicil untuk dapat berkurban. Sebagian di antara mereka bahkan belum melunasinya.

“Dia (Indra) menggelapkan uang jamaah yang ada di Masjid Baitur Rohim kurang lebih Rp 91 juta untuk 10 ekor lembu,” ucap Ponidi, Bendahara BKM Baitur Rohim di Mapolsek Delitua, Selasa (15/10).

Warga mulai menyadari uangnya sudah digelapkan sejak Senin (14/10) malam. Mereka khawatir karena 10 ekor lembu yang direncanakan akan dikurbankan tidak kunjung tiba.

Hingga salat Idul Adha, Selasa (15/10) pagi, lembu yang dijanjikan tak juga datang. Sementara itu, Indra tak ikut salat Idul Adha di Masjid Baitur Rohman.

Tak kapok Indra mencoba membohongi warga dengan menyalahkan pedagang kurban, tak pelak Indra pun jadi bulan-bulanan warga. Kepalanya sampai bocor dan terpaksa dijahit.

3. Warga Singapura kurban ke Batam

Lebih dari 100 warga negara Singapura memilih berkurban di berbagai masjid di Kota Batam dalam wisata religi kurban pada perayaan Idul Adha 1434 Hijriah.

“Kami perkirakan jumlahnya lebih dari 100 warga negara Singapura dan Malaysia yang langsung datang ke masjid-masjid di Batam untuk berkurban tahun ini,” kata Kepala Bidang Sarana dan Objek Wisata Dinas Pariwisata Kota Batam Rudi Panjaitan di Batam, Senin (14/10). Demikian dikutip dari Antara.

Warga Negara Singapura, kata dia, langsung datang ke masjid-masjid di kawasan kampung tua karena masih memiliki saudara yang tinggal kawasan itu, seperti di Batu Merah, Batu Besar, Tanjunguma, Tanjung Sengkuang dan Pulau Belakang Padang.

Menurut Rudi, hubungan kekerabatan yang erat antara warga kedua negara membuat muslim negara jiran memilih berkurban di Batam. “Di antara mereka masih ada hubungan saudara,” kata Rudi.

4. Petugas temukan cacing hati pada hewan kurban

Walaupun telah dilakukan pemeriksaan kesehatan, hewan kurban di Masjid Agung Sunda Kelapa ternyata masih ditemukan cacing pada bagian hati. Kepala Seksi Pertanian dan Peternakan Kecamatan Menteng, Reni mengatakan hal ini bisa terjadi karena tidak adanya perawatan terhadap hewan kurban.

“Pemeliharaannya sapi itu tidak diobati. Enggak dikasih obat cacing sehingga organ dalamnya kotor. Makanya ada cacing di hatinya,” kata Reni di Masjid Agung Sunda Kelapa, Selasa (15/10).

Penanganan terhadap daging bercacing ini panitia kurban memilih untuk menguburnya. Pasalnya jika dibuang ada kemungkinan akan ada masyarakat yang mengonsumsinya.

“Ini nanti mau dikubur aja. Kalau dibuang bisa diambil orang terus dikonsumsi. Dan itu berbahaya,” pungkasnya.

5. Sapi ngamuk dan seruduk motor di SPBU

Seekor sapi mengamuk saat akan disembelih dalam perayaan Idul Adha 1434 H di Asrama Haji, Jalan AH Nasution, Medan, Selasa (15/10). Akibatnya, 1 unit sepeda motor rusak akibat amukan hewan itu.

Cerita bermula saat tali pengikat sapi milik Karsiman terlepas, hewan itu pun berlari menuju SPBU yang ada di seberang jalan. Di SPBU itu, sapi langsung menyeruduk sepeda motor Honda Supra Fit BK 3249 UK. Mendapat serangan itu, Sudi, sang pengendara, langsung melompat.

“Tapi lembu (sapi) itu terus lari, talinya menyangkut di kereta (sepeda motor),” kata Sudi di tempat kejadian, Medan, Selasa (15/10).

Amukan lembu akhirnya terhenti setelah warga berhasil menyergap dan menjatuhkannya. Keempat kaki hewan itu diikat. Selanjutnya, warga mengangkat sapi itu ke mobil pikap untuk dibawa kembali ke lokasi semula untuk disembelih. Mereka pun meninggalkan sepeda motor milik Sudi yang rusak parah.