5 Fakta gadis diperkosa 9 pemuda termasuk seorang TNI AL

Katakepo.blogspot.com – Sungguh malang nasib yang menimpa SR. Karyawati swasta di Surabaya ini harus menjadi korban penculikan, pemerasan dan perkosaan.

SR digilir sembilan pemuda di mana salah satunya adalah seorang anggota TNI AL. Korban pun langsung melaporkan peristiwa yang menimpa ke Polrestabes Surabaya.

Tak berapa lama, tujuh dari sembilan pelaku berhasil dibekuk oleh petugas kepolisian, sedangkan dua pelaku lagi masih diburu. Tujuh pelaku yang kini dijebloskan ke dalam tahanan Polrestabes Surabaya itu adalah Arwan alias Uweng (20), warga Gadung, Driyorejo, Gresik, Reysano Martin Parayitno alias Reza (22), warga Jalan Aqua Marin KBD, Amir alias Amik (25), warga Driyorejo, Gresik, Denis Miliarna alias Giman (20), warga Jalan Berlian KBD, Agus Hariyanto alias Cipret (26), warga Jalan Duri Bulan KBD, Romli alias Oling (20), warga Driyorejo, Gresik dan KLS TLG Ar alias Kj als Arf (anggota TNI)

“Sedangkan dua pelaku yang masih buron adalah Adi alias Jabrik dan Deny alias Ndoweh,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Farman, Rabu sore (8/1).

Bagaimana kasus tersebut bisa terjadi. Berikut lima fakta tragis yang menimpa SR diperkosa oleh sembilan pemuda tersebut:

1. Korban dirazia saat pacaran di waduk

Peristiwa pemerkosaan terhadap SR bermula saat korban tengah berduaan dengan pacarnya di Waduk, kawasan Kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Selasa (7/1). Saat itu korban sedang pacaran sekitar pukul 23.30 WIB.

Para pelaku kemudian melakukan razia kepada para muda-mudi yang tengah berduaan di telaga atau waduk yang berada di pintu masuk Kampus Unesa. Salah satu pelaku yang berstatus anggota TNI mendatangi korban yang tengah berduaan di area telaga (waduk).

Si anggota TNI ini, meminta paksa SIM, STNK, KTP dan uang milik korban, yang hanya membawa Rp 30 ribu. Kemudian, pasangan muda-mudi ini digiring ke kelompoknya yang sudah menunggu di kejauhan.

2. Digilir 9 orang di rumah kosong

Sembilan pelaku membawa kedua korbannya itu. Namun SR dan pacarnya dipisahkan di tengah perjalanan.

“Jadi, modus kejahatan para pelaku adalah merazia muda-mudi yang sedang pacaran, kemudian merampas barang korban, menyekap dan membawa korban ke suatu tempat kemudian memperkosanya secara bergilir,” beber Farman.

Saat memisah kedua korbannya, anggota TNI itu berboncengan dengan SR sedang pacarnya dibawa pergi oleh pelaku yang lain.

“Sampai di Lakarsantri, si pacar perempuan diturunkan dan ditinggal pelaku menuju Driyorejo untuk bergabung kembali dengan rekan-rekannya yang lain,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Farman, Rabu sore (8/1).

Di daerah Driyorejo inilah, SR dimasukkan ke dalam suatu rumah percontohan di Perum Driyorejo Kota Baru. “Di tempat inilah korban digilir oleh 9 pelaku,” terangnya.

3. Setelah diperkosa, korban dititipkan ke rumah warga

Setelah puas menggilir korban, pelaku menitipkan korban di salah satu rumah penduduk. Tak terima dengan perbuatan pelaku, korban lalu melaporkan ke kepolisian.

“Saat subuh korban melarikan diri dan melapor ke Polsek Wiyung,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Farman, Rabu sore (8/1).

Selanjutnya dilakukan penelusuran dan ketujuh pelaku berhasil dibekuk. Namun dua pelaku lagi hingga kini belum tertangkap.

4. Anggota TNI AL ikut memperkosa

Dari tujuh pelaku yang ditangkap, salah seorang di antaranya ternyata anggota TNI AL. Petugas kepolisian pun segera menyerahkan yang bersangkutan ke instansi terkait untuk diproses.

“Karena ada pelaku dari anggota TNI, upaya pengungkapan perkara ini juga melibatkan pihak TNI AL. Termasuk, melibatkan dari petugas kepolisian di Driyorejo, Gresik karena lokasi pemerkosaannya terjadi di sana,” beber Farman.

5. TNI AL masih rahasiakan peran anggotanya yang memperkosa

Polisi sudah membekuk 7 dari 9 pelaku penculikan dan pemerkosaan di mana salah satunya adalah anggota TNI AL. Namun hingga kini polisi mengaku belum tahu peran anggota TNI yang kini sudah diserahkan ke pihak POMAL tersebut.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Farman mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima keterangan secara pasti terkait anggota TNI AL yang terlibat itu.

“Sampai saat ini kami belum mengetahui hasil penyelidikan yang dilakukan pihak POMAL, karena mereka belum memberikan hasilnya kepada kami,” terang Farman di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (8/1).