5 Inovasi populer di zaman dulu yang terhimpit teknologi digital

Katakepo.blogspot.com – Sebenarnya, ada banyak sekali inovasi terdahulu yang kini tinggal menunggu waktu saja untuk ‘dimuseumkan.’ Dari beragam inovasi tersebut, ada 5 hal yang eksistensinya berpacu dengan perkembangan dunia teknologi modern sekarang ini.

Ketika era perlahan beralih ke zaman serba digital seperti sekarang ini, mau tidak mau inovasi-inovasi terdahulu yang pernah digunakan menjadi terancam eksistensinya.

Bahkan tidak sedikit dari inovasi-inovasi tersebut yang kini akhirnya harus tersingkir dan terkadang menjadi barang loakan atau juga barang penghuni musium.

Berikut ada 5 inovasi yang beberapa tahun lalu digunakan dan populer yang kini perlahan sudah tersaingi penemuan baru yang lebih hi-tech.

1. Telegram

Pada zaman dahulu, Telegram merupakan hal yang paling digemari, bahkan sampai sekarang di beberapa negara. Namun kepopuleran Telegram ternyata harus sirna seiring berjalannya waktu.

Kini, orang tidak lagi memerlukan telegram untuk menyampaikan informasi jarak jauh, sebab teknologi kini sudah maju. Orang dapat menggunakan ponsel untuk berkirim surat (SMS atau layanan chatting). Lebih dari itu, bahkan Anda juga bisa bertatapan dengan orang yang jauh hanya dengan menggunakan monitor komputer bahkan ponsel.

Tidak hanya itu, perkembangan teknologi saat ini sudah mempengaruhi kelanjutan hidup alat komunikasi yang dulu tenar, kini mulai tersingkirkan. Sebut saja surat yang kini nyaris tergantikan oleh email.

Ada buku sebagai penyebar informasi sudah tergantikan dengan layanan e-book di internet, serta lebih jauh dari itu, koran (media cetak) yang kini masih ada kemungkinan beberapa dekade lagi akan tergerus dengan media online.

2. Buku vs eBook

Apabila beberapa tahun lalu, buku menjadi salah satu sarana untuk mendulang informasi atau apapun, kini nampaknya e-book siap mengkudeta posisi buku sebagai bahan bacaan.

Dalam sebuah konferensi yang dilakukan di Milan pada Maret lalu, analis dari Research and Development Analyst for Nielsen BookScan bernama David Walter menjelaskan bahwa penjualan buku fisik di seluruh dunia menurun.

Menjadi satu hal yang masuk akal kenapa penjualan buku harus turun di era digital dan internet seperti sekarang ini. Beberapa pemikiran logis adalah dengan menggunakan sebuah gadget, maka untuk sekadar membaca suatu bacaan tidak perlu harus membawa buku yang mungkin memiliki ukuran besar dan berat.

Selain itu, hanya dengan menggunakan satu perangkat saja, contohnya tablet, seseorang juga dapat membaca banyak e-book. Tentunya menjadi satu hal yang sulit apabila harus membawa puluhan buku untuk dibaca di suatu tempat yang dikehendaki.

3. Surat vs Email

Mungkin, generasi 90-an lah yang terakhir kali mengenal apa yang dimaksud dengan surat, amplop, telegram dan perangko. Hal ini dikarenakan semua benda tersebut perlahan menghilang akibat termakan perkembangan zaman.

Memang, saat ini sendiri masih ada layanan pengiriman surat bagi mereka yang membutuhkannya dan dilayani oleh negara. Namun, sadarkah kita bahwa layanan ini sebenarnya sudah mulai ditinggalkan.

Seiring perkembangan zaman, masyarakat memang memilih metode komunikasi yang ringkas dan cepat. Maka, sejak telepon, ponsel, hingga internet masuk, media bersurat-suratan pun makin terpinggirkan.

Bahkan penggunaan inovasi berteknologi terkini menjadi pilihan utama terutama bagi mereka yang mengenal teknologi ini. Tinggal mengisi pulsa atau pergi ke warnet, berkirim surat pun sudah bisa dilakukan dengan cepat.

4. Mesin ketik

Sebelum komputer ditemukan, mesin ketik menjadi primadona bagi para pekerja kantor, pelajar dan para penulis. Namun kini, mesin ketik tak lagi jadi primadona.

Pekerjaan yang dulu hanya dapat dilakukan oleh mesin ketik kini dapat dilakukan dengan peralatan yang lebih modern seperti komputer, laptop, tablet bahkan smartphone.

5. Media cetak vs media online

Di era perkembangan teknologi yang berlangsung pesat saat ini, semua hal memang sepertinya tidak terlepas dari internet termasuk mencari berita terbaru.

Akhir-akhir ini tren membaca berita sendiri sudah beralih dari membeli koran atau majalah menjadi hanya membuka browser dan mengunjungi portal berita online yang sudah banyak tersedia baik dari luar negeri maupun dalam negeri.

Kedua media masa ini pun akhir-akhir ini juga telah menyediakan konten berita yang sama untuk memenuhi segala kebutuhan informasi yang diinginkan penggunanya meskipun tidak meninggalkan ciri masing-masing.

Akan tetapi, dengan semakin banyak dan terjangkaunya gadget canggih seperti smartphone, tablet, ataupun laptop, maka gaya membaca dan mencari informasi masyarakat pun sudah mulai bergeser ke media online atau portal berita online.