7 Kisah Unik Wanita Pemijat Plus Bergembok di Malang

Dalam beberapa hari terakhir, cerita mengenai beberapa wanita pemijat plus bergembok di Malang memang buat geger. Seperti yang sempat disebutkan sebelumnya, gembok itu sendiri dipasangkan dalam celana mereka.

Adapun tujuan gembok itu adalah untuk menghindari adanya aktivitas seksual di kalangan wanita pemijat dan pelanggan. Karena sudah menjadi rahasia umum jika kebanyakan tempat pijat menyediakan layanan plus-plus yang terselubung.

Namun dilansir Merdeka dan Kapanlagi, rupanya kisah wanita pemijat bercelana gembok di Malang itu benar adanya lho. Berikut 7 Kisah Unik Wanita Pemijat Plus Bergembok di Malang:

1. Kedok Pijat Keluarga?
Kedok Pijat Keluarga?
lihat.co.id- Sebagai kota yang dekat dengan Batu yang merupakan kota pegunungan, Malang memang memiliki suhu udara yang sangat dingin menusuk ketika malam tiba. Oleh karena itu, disediakan banyak tempat hiburan untuk membuat tubuh lebih hangat. 
Sebagai kota wisata pula, kamu bisa memanjakan diri di Malang agar tubuh lebih fresh. Namun bagi beberapa pria, tubuh fresh itu erat kaitannya dengan layanan pijat yang membuat otot lebih lemas.
Nah, layanan panti pijat inilah yang kerap menjadi tujuan beberapa pria hidung belang untuk mencari kesenangan rohani. Sejatinya tidak ada panti pijat yang secara gamblang menampilkan usaha plus-plus dalam layanan mereka.  Bahkan beberapa panti pijat yang memajang tulisan ‘Pijat Keluarga’ kerap kali bisa ditemukan layanan terselubung di sana, termasuk wanita pemijat bergembok.
2. Para Gadis Muda
Para Gadis Muda
lihat.co.id- Para pemilik usaha panti pijat tentu saja saling bersaing demi memuaskan pelanggan. Karena mayoritas para pelanggan yang datang ialah para pria, maka mayoritas tentu saja mereka memasang para pemijat wanita-wanita muda yang berusia 20-30 tahun. Bahkan saat kamu datang ke sebuah panti pijat yang terkenal di kalangan para pria ini, resepsionis bakal memberikan sebuah album foto.
Dalam album itu terdapat foto-foto wanita cantik yang rupanya menjadi pemijat. Seorang konsumen bisa memilih-milih dulu mau mendapatkan layanan pijat dari siapa baru kemudian melakukan transaksi di awal dengan membayar sekitar Rp 120 ribu/jam. Beberapa menit kemudian, seorang wanita muda cantik yang sudah dipilih tadi itu akan datang dan mengajak pelanggan menuju ruangan untuk proses pemijatan. 
3. Dulunya SPG
Dulunya SPG
lihat.co.id- Sebagai seorang pemijat maka sudah diwajibkan bagi gadis-gadis muda ini untuk bersikap manis dan ramah kepada para pelanggan. Kalau kamu memang pria yang menyenangkan, maka dia bakal bisa bercerita panjang lebar. Termasuk mengenai masa lalunya mengapa memilih pekerjaan sebagai tukang pijat yang kebanyakan melayani para pria ini.
Seperti salah satunya adalah sebut saja Nina (25), yang rupanya baru setahun menjadi tukang pijat. Wanita cantik dengan rambut panjang berwarna kemerahan ini mengakui bahwa sebelum jadi pemijat dia adalah seorang SPG selama empat tahun lamanya. Karena tak puas dengan gaji SPG yang memiliki tuntutan kerja selalu tampil cantik serta risiko dilecehkan banyak orang, Nina akhirnya jadi pemijat.
Jika menurutmu menjadi tukang pijat hanya butuh penampilan cantik maka itu salah. Nina rupanya menjalani trainee selama sebulan untuk menguasai teknik pijatan. Pendapatan yang lebih besar dan hanya bekerja saat pelanggan tiba adalah salah satu hal yang membuat Nina tergiur jadi pemijat kendati awalnya ogah-ogahan.
4. Celana Digembok
Celana Digembok
lihat.co.id- Namun ada yang unik dalam panti pijat yang dikunjungi Merdeka ini. Rupanya para pemijat memiliki gembok pada celana mereka. Gembok itu ditaruh di pinggang celana sebelah kiri. Di mana berfungsi sebagai pengganti kancing dan celana pun tidak bisa dibuka tanpa kunci.
Tujuan digemboknya celana ini adalah untuk menghindari aktivitas intim antara pelanggan dengan pemijat. Menurut pemijat lain, Lina (22), gembok di celananya ini adalah aturan baku yang sudah ditetapkan oleh pemilik usaha tempatnya bekerja. Hal ini membuat banyak pria penasaran. Beberapa pelanggan memang mengerti tetapi tak jarang ada yang marah-marah.
Lina mengakui sempat ada pria yang bentak-bentak dan menawari dirinya beberapa juta rupiah demi gembok celana itu dibuka dan melakukan pelayanan plus-plus. 
5. Cuma Mau Kalau Suka
Cuma Mau Kalau Suka
lihat.co.id- Hanya saja sepertinya para pemijat ini tak kehilangan akal. Beberapa di antara mereka secara jujur mengakui sempat mengambil kesempatan untuk memberikan layanan intim kepada para pelanggan. Seperti semisal meminta izin pemilik untuk membuka gembok dengan alasan mau buang air tetapi rupanya untuk memberikan layanan spesial kepada pria hidung belang dengan proses singkat.
Tetapi rupanya ada juga yang menjanjikan memberikan pelayanan plus-plus itu di hari libur. Jika memang enggan dibuka gemboknya, pelayanan pijat di area sensitif dan kegiatan intim lain bisa mereka lakukan di tempat kerja. Hanya saja untuk merasakan tidur bersama, rupanya ketertarikan fisik memegang kunci utama. Belum lagi butuh proses pendekatan sampai akhirnya seorang pemijat bersedia melayani pria dengan cuma-cuma. 
6. Pemijat Suka Digembok
Pemijat Suka Digembok
lihat.co.id- Memang servis plus-plus yang dilayani oleh para pemijat ini tergantung oleh perjanjian kedua belah pihak. Uang tips yang mereka terima pun langsung masuk ke kantong pribadi pemijat dengan kisaran ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Nilai yang menggiurkan untuk layanan plus-plus rupanya tidak serta merta membuat para pemijat rela dengan mudah melepaskan gembok celananya.
Bahkan ada beberapa pemijat yang senang dengan aturan gembok itu sehingga para pelanggan tidak bisa macam-macam. Kendati beberapa pemijat menerima layanan plus-plus sudah menjadi rahasia umum, lagi-lagi ketertarikan fisik lah yang membuat seorang pemijat rela memberikan keistimewaan kepada pelanggan. Untuk itulah kalau sudah saling tertarik, tips uang senilai jutaan rupiah bisa diterima oleh seorang pemijat. 
7. Tak Semua Panti Pijat
Tak Semua Panti Pijat
lihat.co.id- Sebuah fakta terungkap kalau ternyata beberapa panti pijat di Malang dan sekitarnya memang menggembok celana para wanita pemijat demi menghindari perbuatan mesum. Namun rupanya tak semua panti pijat menggembok para pemijatnya. Menurut beberapa pria penggemar dugem, sekitar empat tahun silam memang pemijat bergembok menjadi hal yang sering ditemui di beberapa panti pijat di Malang.
Namun lucunya, gembok itu bisa bebas dibuka dengan uang Rp 50 ribu – Rp 100 ribu. Jika di tempat kerja Nina dan Lina memang celana benar-benar digembok dan butuh kecerdikan antara pemijat dan pelanggan untuk membukanya, maka ternyata ada panti pijat yang benar-benar berkedok keluarga tetapi justru sangat mudah melakukan aktivitas mesum.
Bahkan beberapa panti pijat yang terang-terangan menyediakan layanan seksual itu sudah mematok minimal Rp 300 ribu untuk sekali ‘main’ dengan para pemijat. Hmm, bagaimana menurutmu?