8 Anak Durhaka Memaki Orang Tua di Media Sosial

Perkembangan dunia semakin ke arah modern memang sedikit banyak membuat perubahan. Mereka yang masih memegang teguh moral dan agama tentu tidak perlu takut tergerus roda kehidupan yang semakin keras.

Namun mereka yang terlalu ikut dengan perubahan jaman bisa tumbuh menjadi generasi yang hanya suka mengeluh, menuntut dan mengejek. Memang tidak semuanya bisa disamakan secara umum, tetapi fakta memperlihatkan bahwa semakin banyak anak-anak muda yang kini tak segan memaki kedua orangtuanya.

Anak-anak muda alias remaja itu mengungkapkan kekesalan mereka melalui jejaring sosial. Banyak yang bertanya, siapakah di sini yang salah? Apakah orangtua yang tak peduli atau anak-anak muda yang kelewat batas? Satu hal yang harus diingat, tanpa orangtua, seorang anak bukanlah apa-apa.

NB: Beberapa kalimat berikut ini cukup kasar. Membaca menjadi tanggung jawab masing-masing, Berikut 8 Anak Durhaka Memaki Orang Tua di Media Sosial,dikutip dari Kapanlagi:

1. Merasa Ditipu Ibu
Merasa Ditipu Ibu
[lihat.co.id – Ada yang bilang bahwa orangtua sangat memahami apa yang terbaik untuk anaknya. Kendati mungkin si anak menganggapnya sebaliknya. Salah satu hal yang diperhatikan orangtua adalah bagaimana penampilan anaknya, terutama yang masih remaja, harus terlihat rapi dan menawan.
Hanya saja semakin bertambahnya usia, banyak remaja yang memilih gaya rambut sesuka hatinya kendati mungkin itu terlihat sangat aneh. Namun yang namanya orangtua, mereka bakal berusaha agar sang anak terlihat rapi meskipun mungkin sering tidak sesuai dengan style dan keinginan anaknya. Seperti remaja ini yang merasa ditipu sang ibu saat potong rambut. Dia bahkan mengungkapkan serapah dan menuding sang ibu suka mengajak ribut.
2. Gedeg Sama Orangtua
Gedeg Sama Orangtua
[lihat.co.id – Yang namanya manusia, pasti pernah ada momen dalam hidupmu merasa kesal dan sebal. Apalagi jika pendapatmu tidak diperhatikan dan malah diacuhkan. Tak hanya merasa sebal kepada teman, hal yang wajar kalau kamu pernah merasakan kesal kepada orangtua. Hanya saja mungkin sebagai anak, sudah menjadi hal yang wajar untuk menghormatinya.
Namun remaja ini sepertinya sering lupa masuk pelajaran Kewarganegaraan. Karena dia seakan kehilangan rasa hormat-menghormati kepada orangtua dan menilai secara umum bahwa orangtuanya breng***. Dia bahkan merasa gedeg soal itu. Waduh, apakah remaja ini tak pernah bertanya apakah orangtuanya gedeg punya anak seperti dia? 
3. Merasa Hidupnya Ribet
Merasa Hidupnya Ribet
[lihat.co.id – Menjadi seorang kakak adalah sebuah tanggung jawab. Karena itu kalau kamu punya adik, sebisa mungkin berikanlah contoh yang terbaik untuknya. Tunjukkan kalau kamu punya wibawa di depannya dengan menjadi seorang kakak yang memang sayang kepada adiknya tetapi juga bertanggung jawab akan segala perbuatannya.
Namun remaja ini sepertinya merasa enggan diserahi tanggung jawab atas adiknya. Dengan alasan dia merasa bahwa hidupnya sudah cukup ribet. Hmm, apakah sekolah, nongkrong bersama teman-teman di mall dan pacaran itu termasuk dalam definisi ribet menurut kamus para remaja? 
4. Merasa Tak Dihargai
Merasa Tak Dihargai
[lihat.co.id – Satu hal yang harus diingat orangtua di manapun mereka berada adalah hargailah apa yang sudah dilakukan oleh anakmu. Jangan samakan kondisi ketika kamu dibesarkan dengan kondisi di mana anakmu dibesarkan. Pahamilah setiap anak agar bisa mengerti di mana minat dan bakat mereka.
Remaja ini mungkin menjadi salah satu bukti bahwa ketika orangtua sudah tak menghargai anak, maka mereka bisa bersikap brutal dan liar. Hanya saja memang, tidak ada yang membenarkan sumpah serapahnya yang tak sopan itu kepada orangtua. Mungkin seharusnya dia bisa berpikir lebih panjang bahwa keinginan orangtuanya demi kebaikannya di masa depan. 
5. Maki Ibu Teman
Maki Ibu Teman
[lihat.co.id – Remaja adalah usia di mana seseorang masih mencari jati diri. Setiap orang memang pernah merasakan yang namanya remaja. Melakukan kesalahan, menemukan cinta pertama sampai akhirnya menemukan impian. Karena masih remaja, terkadang emosi memang meletup-letup tak terkendali. Hanya saja di sinilah pentingnya pendidikan moral dan agama. Agar ketika emosi itu muncul bisa ditahan sebisa mungkin. Seperti remaja ini kesal dan memaki ibu temannya karena semua rencananya gagal total. Apakah dia tidak berpikir bagaimana perasaannya jika temannya memaki ibu kandungnya? 
6. Marah Pagi-Pagi
Marah Pagi-Pagi
[lihat.co.id – Pagi hari adalah momen yang begitu ribet bagi semua pelajar. Mereka akan mandi pagi dan mempersiapkan segalanya sebelum berangkat sekolah. Ketika ada sesuatu yang tidak beres, tentu bakal membuat siapapun kehilangan mood. Remaja ini juga, dia merasa pagi harinya terganggu oleh ulang sang ibu. Dia bahkan menyumpahi ibu kandungnya itu. Hebatnya, dia masih bisa sempet update status lho di sela-sela kemarahannya itu.
7. Marah ke Ayah
Marah ke Ayah
[lihat.co.id – Ada yang bilang bahwa seseorang tak akan merasakan yang namanya kehilangan sampai sosok tersebut lenyap untuk selamanya. Karena itulah hormat kepada orangtua adalah hal yang penting supaya tak merasakan penyesalan jika nanti mereka meninggal dunia. Seburuk apapun orangtua, mereka adalah orang-orang yang membuatmu terlahir ke dunia. Namun remaja ini merasa bahwa ayahnya tak berguna sehingga dengan mudah membalikkan semua kesalahan kepada sang ayah. Hmm, bagaimana menurutmu? 
8. Ibunya Pelit
Ibunya Pelit
[lihat.co.id – Kamu mungkin pernah mengalami masa di mana saat meminta uang kepada orangtuamu lalu tidak diberikan. Mungkin saat itu kamu hanya bisa marah tanpa tahu alasannya. Apakah kamu tahu kalau menjalani kehidupan rumah tangga itu diperlukan pengaturan keuangan yang tepat? Tapi remaja ini sepertinya tak berpikir sejauh itu. Dia hanya tahu sang ibu pelit dan lebih bangga bahwa dirinya keturunan sang ayah yang tidak pelit. Hmm, apakah dia lupa kalau dilahirkan oleh seorang ibu?