8 Film yang membuat Nama Indonesia jadi Rusak

8 Film yang membuat Nama Indonesia jadi Rusak

Sebagai warga Indonesia, kita patut bangga karena beberapa film produksi manca negara menyertakan nama negara kita sebagai setting atau pun asal tokohnya.

Sayang, disengaja atau tidak, beberapa film memasang tokoh atau detail tentang Indonesia dengan cara yang tak tepat. Nama Indonesia pun kena imbasnya.

Sebagian fakta, dan sebagian dilebih-lebihkan. Dalam film, setiap orang bebas melakukan apa pun bukan? Terlebih yang membuat adalah sineas luar yang bisa saja belum mengenal dekat negara kita tercinta ini.

Seperti apa adegan-adegan yang membuat nama Indonesia jadi jelek? Simak 8 Film yang membuat Nama Indonesia jadi Rusak,dikutip dari Kapanlagi:
1. Looking for Jackie Chan
Looking for Jackie Chan
Lihat.co.id – Sudah tertebak dari judulnya, bahwa film ini menceritakan tentang seseorang yang mencari Jackie Chan. Lebih tepatnya ada anak yang sangat menggilai aktor tersebut sampai ia berniat untuk bertemu dengan sang idola. 
Sang anak, ternyata adalah anak Indonesia keturunan China. Sebagai warga Indonesia, tentunya kita bangga ada tokoh asal Indonesia yang dipakai dalam sebuah film produksi asing. Sayangnya, anak Indonesia yang diceritakan tersebut punya sifat yang tak patut ditiru. Anak tersebut suka sekali melanggar aturan termasuk di antaranya saat menerobos satpam & lari dari rumah (pergi ke rumah neneknya di Beijing). 
Sontak hal tersebut akan membuat siapa pun yang menontonnya merasa bahwa anak Indonesia pastilah nakal dan susah diatur.
2. In The God’s Hand
In The God's Hand
Lihat.co.id – IN THE GOD’S HAND adalah film tentang sekelompok peselancar yang bertualang dari Hawaii lantas ke salah satu tempat eksotis di Indonesia, Bali. Film drama satu ini tentunya menyertakan panorama Bali sebagai salah satu background ceritanya. 
Sayangnya, dalam ceritanya dikisahkan para peselancar muda dari Amerika yang tersebut harus berurusan dengan polisi Indonesia. Alih-alih ditahan untuk diberi sanksi, mereka bisa lolos karena bersalaman dengan menempelkan uang ke tangan polisi. Loloslah mereka dari jeratan hukum. 
Pedih menyaksikan adegan tersebut, tapi harus diakui hal tersebut masih banyak terjadi di tanah air.
3. Lethal Weapon 4
Lethal Weapon 4
Lihat.co.id – Dalam salah satu adegannya, tokoh dalam cerita (Danny Glover) memaki-maki dengan mimik khasnya, “Kapal bodoh ini dibuat oleh seorang yang berasal dari Indonesia”. 
Kalimat yang eksplisit tersebut tentunya tak perlu ditebak ke mana arah tujuannya. Ya. ia benar-benar menghina pembuat kapal asal Indonesia. Dalam cerita dikisahkan imigran China yang diselundupkan menggunakan kapal yang diatasnamakan sebuah perusahaan di Indonesia (meski fiktif). Coba deh perhatikan waktu Mel Gibson dan kawan-kawan sedang mengobrol di markas sebelum menyerbu kapal. 
Meski perusahaan Indonesia tersebut hanya fiktif belaka, mau tak mau Indonesia digambarkan sebagai negara yang selalu bikin kacau dalam film ini.
4. The Year of Living Dangerously
The Year of Living Dangerously
Lihat.co.id – Film ini berkisah tentang seorang wartawan yang dikirim untuk bertugas di Jakarta pada tahun 1965-1966. Saat itu, Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Soekarno sedang mengalami krisis politik dan ekonomi.Tak heran, situasi Jakarta digambarkan sangat kacau, lengkap dengan embel-embel penduduk yang merana karena kelaparan.
Dimeriahkan oleh akting dari Mel Gibson dan Sigourney Weaver. Syutingnya sendiri dilaksanakan di Bangkok, karena saat itu tidak diizinkan untuk syuting di Jakarta. Akibatnya harus ada beberapa dialog Bahasa Indonesia yang diucapkan oleh orang Bangkok, hasilnya ucapannya terdengar aneh di telinga.
Adegan yang paling terkenal adalah ketika rekan Mel Gibson, Billy Kwan menggantung spanduk di Hotel Indonesia (ceritanya) dengan tulisan SOEKARNO FEED YOUR PEOPLE. Secara eksplisit film ini menggambarkan bahwa Indonesia adalah negara yang penuh konflik.
5. Silence of The Lambs
Silence of The Lambs
Lihat.co.id – Dalam film yang thriller psikologi yang dibintangi Jodie Foster ini ada adegan di mana di sweater orang yang diculik kanibal itu tertulis “MADE IN INDONESIA”. Entah positif atau negatif, tapi yang jelas Indonesia sudah sebagai sudah dipandang sebagai negara asal penculik sekaligus penghasil tekstil. 
Film ini sendiri berhasil meraih Oscar di kategori Film Terbaik. Paling tidak, ada sedikit rasa bangga karena dalam film sekelas Oscar, nama Indonesia disebut. 
6. The Sweetest Thing

The Sweetest Thing

Lihat.co.id – Dalam film drama psikologi ini, si cantik Cameron Diaz digambarkan ternyata juga “bermulut sampah” saat mengeluh karena teman-temannya selalu saja membuat ulah dan mengacau. Dengan enteng dia berkomentar, “Kalian ini bikin kacau saja seperti Indonesia”. 

Selain itu, ada adegan di mana Christina Applegate memasuki apartemen dan melihat apartemennya berantakan karena dipake ML Selma Blair. Apa reaksi pertama yang keluar dari mulutnya? “This place is a mess like Indonesia”. Tanpa perlu dicerna lagi, ia mengejek bahwa semua yang kacau identik dengan apa yang ada di Indonesia.

7. The Needfull Thing

The Needfull Thing

Lihat.co.id – Tak banyak yang tahu tentang film ini. Yang pasti film adaptasi novel Stephen King ini bercerita tentang iblis yang membuat kacau sebuah kota yang damai. Iblis tersebut mengadu domba seluruh penduduk dalam kota itu. Ia tak ingin kedamaian melingkupi kota.

Sayangnya, sang iblis harus kalah dengan pemain utamanya yang seorang polisi. Di akhir film iblis bersumpah akan membalas dendam, dengan bekerja sama dengan anak si polisi itu di masa depan (2014). Siapa yang sangka bahwa nantinya anak polisi tersebut akan tinggal di Jakarta.

8. The Kingdom

The Kingdom

Lihat.co.id – Dari sekian banyak film tentang terorisme, THE KINGDOM yang dibintangi Jamie Foxx dan juga Jennifer Garner bisa jadi pilihan. Film ini benar-benar bisa membuat adrenalin yang menonton naik turun. Dari awal film hingga menjelang ending-nya tak hentinya adegan tegang diperlihatkan.

Karena setting ceritanya sendiri di Arab Saudi, lantas apa yang membuat film ini berpotensi membuat nama Indonesia jelek? Tak lain karena dalam ceritanya dikisahkan aliran dana grup radikal yang ada di dunia semua akan mengalir ke Jakarta. Ewww…