83 Prajurit Raider Kompi Senapan B Yonif 134-Tuah Sakti Karimun Lulus Latihan

Setelah mengikuti latihan Raider ke-18, selama empat bulan di pusat pendidikan Kopassus Grup 3 Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat tahun lalu, akhirnya 83 dari 87 prajurit Kompi Senapan B Yonif 134/Tuah Sakti Tanjung Balai Karimun yang dinyatakan lulus.


Bupati Karimun, Nurdin Basirun selaku inspektur upacara dalam amanatnya mengucapkan selamat datang kepada 83 prajurit Kompi B Yonif 134/Tuah Sakti, yang telah menyelesaikan latihan raider. Dia berharap agar menjadi prajurit yang profesional dan handal sebagai patriot bangsa, dalam mempertahankan keutuhan NKRI.

“Khususnya dalam mengamankan wilayah-wilayah pulau terluar di Kepulauan Riau menjadi salah satu tugas pokok Yonif 134/Tuah Sakti. Sehingga, dalam aplikasi tugas sebenarnya akan dapat menentukan langkah yang paling tepat guna mensukseskan pengamanan perbatasan diwilayah Kepri,” paparnya, Senin (9/3/2015).

Dijelaskan, sesuai UU RI No 34 tahun 2004 tentang TNI AD, prajurit yang lulus mengikuti latihan Raider mempunyai tugas pokok menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman maupun gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

“Dengan adanya prajurit Raider ini, maka Kabupaten Karimun akan semakin kuat sehingga dapat terproteksi dari ancaman dan gangguan yang dapat merongrong keutuhan NKRI ini,” ujarnya.

Sementara itu Dandim 0317 Tanjung Balai Karimun, Letkol Inf. Dec Jerry Simanungkalit usai acara penyambutan menjelaskan bahwa latihan Raider membutuhkan kemampuan fisik yang maksimal. Sehingga ke-4 prajurit yang tidak lulus saat latihan berlangsung, karena sakit

Lebih jauh dijelaskan, prajurit Raider dilatih untuk menguasi 3 kemampuan. Diantaranya kemampuan sebagai pasukan antiteror untuk pertempuran jarak dekat, lalu sebagai pasukan lawan gerilya dengan mobilitas tinggi dan terakhir kemampuan untuk melakukan perang dalam waktu panjang.

“Latihan Raider batalyon adalah pasukan elit infanteri TNI AD sebagai kekuatan penindak. Setiap prajurit raider setara 3 kali lipat kemampuannya prajurit infanteri biasa. Selain itu, prajurit raider juga diberi latihan untuk melakukan penyergapan dan mobilitas udara, seperti terjun dari helikopter serta kemampuan antiteror dan keahlian-keahlian khusus lainnya,” terangnya.

Prajurit Raider katanya lagi, harus selalu siap dalam melaksanakan tugasnya sebagai pemukul strategis, dengan menampilkan kemampuan yang profesional melalui penguasaan taktik dan teknik yang handal. Selain itu, satuan Raider juga merupakan kekuatan penangkal dalam pelaksanaan operasi militer perang maupun operasi militer selain perang.

“Saya berharap agar ilmu yang diperoleh selama latihan dapat dipergunakan dalam upaya membela bangsa dan negara Republik Indonesia,” tegasnya mengakhiri.

Upacara penyambutan 83 parajurit TNI AD Yonif 134/ Tuah Sakti yang mengikuti latihan raider itu, juga dikuti TNI AL, Polri dan ormas, serta unsur FKPD dan SKPD Kabupaten Karimun.

Sumber : Batam