9 Lagu Anak-anak yang Aslinya Menyeramkan

9 Lagu Anak-anak yang Aslinya Menyeramkan
Seperti yang anda ketahui bahwa lagu anak-anak dikenal sangat baik dan bermakna bagi anak-anak yang menyanyikannya. Orangtua pun mengajari anaknya untuk mendengarkan dan menyanyikan lagu yang pantas untuk anak-anak. Tapi bagaimana jika lagu yang biasa dinyanyikan anak-anak ternyata mengandung unsur mengerikan? Berikut 9 Lagu Anak-Anak yang Sebenarnya Mengerikan:

1. Nina Bobo

Nina Bobo
Nina bobo.. Oh.. nina bobo..
Kalau tidak bobo.. digigit nyamuk..

[lihat.co.id] – Lagu Nina Bobo memang tergolong lagu anak-anak yang biasa dinyanyikan orang tua untuk menidurkan anaknya. Tapi dibalik lagu pengantar tidur ini, mengandung latar belakang yang mengerikan. 

Lagu ini dulu dinyanyikan oleh seorang ibu sebagai pengantar tidur untuk anaknya bernama Nina Van Mijk, karena Nina telah mengalami penderitaan yang amat mengerikan, dan Nina pun tertidur untuk selama-lamanya alias mati.
2. Teru Teru Bozu
Teru Teru Bozu
Teru-teru-bozu, teru bozu..
Ashita tenki ni shite o-kure..
Itsuka no yume no sora no yo ni..
Haretara kin no suzu ageyo..
Teru-teru-bozu, teru bozu..
Ashita tenki ni shite o-kure..
Watashi no negai wo kiita nara..
Amai o-sake wo tanto nomasho..
Teru-teru-bozu, teru bozu..
Ashita tenki ni shite o-kure..
Sorete mo kumotte naitetara..
Sonata no kubi wo chon to kiru zo..
[lihat.co.id] – Lagu ini adalah lagu anak-anak dari Jepang. Teru Teru Bozu adalah boneka tradisional khas Jepang yang biasa digunakan untuk menangkal hujan. Dengan bahan terbuat dari kertas tissu atau kain putih, boneka ini digantung di dekat jendela atau pohon dengan harapan tidak akan hujan hari itu. Tapi anda perlu dimana letak mengerikannya. 
Lirik Watashi no negai wo kiita nara Amai o-sake wo tanto nomasho berarti Jika kamu mengabulkan keinginan saya Kami akan minum banyak sake. Sake tentu tidak baik untuk anak-anak kan? Minuman sake (bisa membuat mabuk) hanya diperuntukkan untuk orang dewasa. Sedangkan lirik Sorete mo kumotte naitetara Sonata no kubi wo chon to kiru zo berarti Tetapi jika tetap hujan Aku akan memotong kepalamu.
3. London Bridge is Falling Down
London Bridge is Falling Down
[lihat.co.id] – Selanjutnya adalah lagu anak-anak asal Inggris. Lagu ini adalah lagu permainan dengan 2 anak berdiri berhadapan sambil berpegangan tangan membentuk jembatan, anak lainnya akan berputar dibawah kedua tangan anak yang bergandengan tadi. 
Asal mula lagu ini yaitu menceritakan jatuhnya jembatan London berulang kali. Diduga jembatan London dibangun dengan praktek hukuman immurement, yaitu hukuman mati dimana seseorang dibiarkan di dalam sebuah bangunan berdinding dan dibiarkan mati kelaparan dan dehidrasi di dalamnya. 
Tradisi ini dilakukan karena kepercayaan masyarakat Eropa kuno yang percaya bahwa bangunan akan berdiri lebih kokoh setelah pelaksanaan hukuman mati ini. Lagu ini dinyanyikan dengan 2 orang menyatukan tangan mereka membentuk lengkungan, dan anak lainnya berlarian melewati lengkungan itu. Di akhir lagu, tangan kedua anak tersebut diturunkan dan anak terakhir yang melewatinya akan tertangkap di dalamnya, seperti ritual immurement.
4. Tooryanse
Tooryanse
Toryanse.. toryanse..
Koko wa doko no hosomichi ja?
Tenjin-sama no hosomichi ja..
Chitto toshite kudashanse..
Kono ko no nanatsu no oiwai ni..
O-fuda wo osame ni mairimasu..
Iki wa yoi yoi, kaeri wa kowai..
Kowai nagara mo..
Toryanse.. toryanse..
[lihat.co.id] – Lagu Tooryanse ini berasal dari Jepang. Lagu ini adalah lagu permainan anak-anak yang cara mainnya sama dengan London Bridge is Falling Down, hanya saja lagunya sedikit menakutkan dari awal hingga akhir. Perhatikan terjemahan liriknya :
Melewati, melewati
Dimana jalan sempit ini menuju?
Ini adalah jalan ke Kuil Tenjin
Tolong biarkan kami lewat
Orang yang tidak berusaha biasanya tidak diizinkan lewat
Anak ini sekarang berusia tujuh tahun
Kami datang untuk membuat penawaran kami
Pergi dengan aman, tetapi tidak kembali (Bagian menakutkannya) 
Jika anda siap, pergilah, pergilah
5. Blow The Man Down
Blow The Man Down
Come all ya young fellers that follow the sea..
With a yo ho! Blow the man down..
Now just pay attention and listen to me..
Give me some time to blow the man down..
Aboard the Black Baller I first served my time..
With a yo ho! Blow the man down..
But on the Black Baller I wasted my time..
Give me some time to blow the man down..
[lihat.co.id] – Lagu yang menceritakan tentang kehidupan pelaut ini memiliki beberapa versi lirik. Salah satunya adalah lirik di atas yang menyebutkan Black Baller, merupakan nama sebuah kapal pada abad 19. Kapal ini didesain menjadi sebuah kapal dengan kecepatan tinggi. 
Selain kecepatannya yang tinggi, kapal ini juga terkenal dengan kelakuan kasar para kru kapal terhadap pelayar yang baru bergabung dengan mereka. Anda juga tahu arti dari blow the man down adalah jatuhkan pria itu dengan pukulan tanganmu. Apakah pantas dinyanyikan anak-anak?
6. Jimmy Crack Corn
Jimmy Crack Corn
Jimmy krack corn and I don’t care..
Jimmy krack corn and I don’t care..
Jimmy krack corn and I don’t care..
My master’s gone away..
[lihat.co.id] – Mulanya lagu ini merupakan penggalan lagu dari lagu asli berjudul “Blue Tail Fly” yang pertama ditulis pada tahun 1840. ‘Blue tail fly’ merupakan lalat penghisap darah yang biasanya mewabah di wilayah pertanian. Lagu ini menceritakan tentang seorang budak yang tidak bahagia dengan hidupnya.
 
Sehari-hari dia melayani tuannya dan mengikuti sang tuan yang sedang berkuda sambil mengusir lalat-lalat penghisap darah yang beterbangan di sekitar tuannya itu. Namun, seekor lalat menggigit kuda yang dikendarai oleh sang tuan. Kuda itu pun kaget dan melompat yang menyebabkan sang tuan jatuh dan terbunuh.
7. Here We Go Round the Mulbery Bush
Here We Go Round the Mulbery Bush
Here we go ’round the mulberry bush..
The mulberry bush..
The mulberry bush..
Here we go ’round the mulberry bush..
So early in the morning..
[lihat.co.id] – Lagu yang populer di kalangan anak-anak di Inggris ini pertama diperkenalkan oleh mantan Gubernur Wakefield R.S. Duncan yang menyebutkan lagu itu di dalam bukunya yang berjudul “‘Here we go round the mulberry bush’ The House of Correction 1595/HM Prison Wakefield” yang dirilis pada tahun 1995. Dia menemukan lagu ini pertama kali saat mengunjungi penjara Wakefield. 
Seorang tahanan wanita yang diduga menderita penyakit mental menyanyikan lagu ini sambil membayangkan dirinya sedang bergandengan tangan dengan anak-anaknya.
8. Kagome Kagome
Kagome Kagome
Kagome kagome..
Kago no naka no tori wa..
Itsu itsu deyaru yoake no ban ni..
Tsuru to kame to subetta..
Ushiro no shomen daare..
[lihat.co.id] – Kagome kagome adalah permainan tradisional asal Jepang yang dimainkan oleh anak-anak sekolah dasar dengan 6 orang bermain. Mereka bermain dengan membentuk lingkaran dan berjalan mengitari salah satu dari pemain yang berjaga atau disebut dengan Oni. Oni harus duduk ditengah-tengah sambil menutup mata dengan kedua tangannya. 
Tidak hanya memutarinya, para pemain lain juga menyanyikan lagu anak dengan judul Kagome Kagome. Setelah lagu selesai dinyanyikan, putaran pemain juga berhenti dan saat itu juga Oni harus menebak nama pemain yang berdiri tepat dibelakangnya. Kalau berhasil menebak, pemain yang disebutkan namanya harus gantian jadi Oni.
Bagian menyeramkannya adalah penafsiran tentang arti dari kagome. Ada yang bilang kagome itu sangkar bambu yang di dalamnya ada burung yang terjebak, tapi ada juga yang mengatakan kagome adalah tempat hukuman mati dengan pagar bambu. Tawanan yang akan mati akan ditutup matanya seperti permainan ini. Dan yang lebih seram, kagome berarti lingkaran setan. Coba lihat posisi 6 orang anak melingkar membentuk hexagram (segi enam).
9. She’ll be Coming Round the Mountain
She'll be Coming Round the Mountain
She’ll be coming round the mountain when she comes.. (2x)
She’ll be coming round the mountain.. (2x)
She’ll be coming round the mountain when she comes..
Singing ‘ay, ay, yippee, yippee ay!’ Singing ‘ay, ay, yippee, yippee ay!’ Singing ‘ay, ay, yippee, ay, ay, yippee!’ Singing ‘ay, ay, yippee, yippee ay!’
She’ll be driving six white horses when she comes.. (2x)
She’ll be driving six white horses.. (2x)
She’ll be driving six white horses when she comes..
[lihat.co.id] – Aransemen original dari lagu ini berasal dari lagu yang populer pada jaman perbudakan silam yang berjudul “When The Chariot Comes”. Kedua lagu ini memiliki struktur lagu, melodi, dan bahkan satu kalimat sama yang sering diulang di dalam lagu, yaitu “when she comes”. Salah satu lirik lagu original, “King Jesus, he’ll be driver when she comes”, mengartikan bahwa Jesus (atau Nabi Isa AS) akan kembali ke bumi dengan mengendarai sebuah kereta kuda. 
Kata ‘she’ pada kalimat “when she comes” mewakilkan kereta kuda tersebut. Kapankah dia kembali ke dunia ini? Tentu dia akan datang pada hari kiamat. Katanya lagu ini diciptakan untuk menyambut hari dimana semua kehidupan manusia berakhir di dunia.