Aktivis Pro Merdeka Ditangkap Bersama Anggota TNI Saat Transaksi Amunisi

Tiga warga sipil, Rabu (28 /1)  sekitar pukul 11.30 WIT ditangkap saat lakukan transaksi amunisi di PTC Entrop Jalan Kelapa 2 Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Provinsi Papua. Penyergapan yang dilakukan oleh Tim Gabungan TNI-Polri terhadap 3 orang  saat melakukan  jua-beli amunisi.

Mereka yang ditangkap adalah  AJ yang merupakan  Mahasiswa STTNAS Yogja yang sudah DO. Lalu FK   yang merupakan mahasiswa semester 6 Mahasiswa USTJ, yang juga sudah DO, serta  Rois Wenda.

Dari kronologis penyergapan yang diperoleh SP, sekitar Pukul 09.00 WIT, tim penyergapan TNI-Polri yang dipimpin Kompol Era Adinata Sik ( Kepala TimSus Polda Papua ) menuju PTC Entrop.

Sekitar Pukul. 10.30 WIT personel Polsek Jayapura Selatan tiba di TKP yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Japsel Kompol Y Takamuly.

Pukul 11.00 WIT, para pelaku tiba di PTC Entrop dan melakukan transaksi amunisi dengan Serma Supriyadi di dalam mobil Avanza berwarna silver, DD 1334 DJ.

Pukul 11.45 WIT, dilakukan penyergapan. Serma Supriyadi dan  3 orang yang berada dalam mobil ditangkap oleh aparat Gabungan TNI-Polri. Di dalam mobil ditemukan 500 buah butir amunisi.

Sekitar pukul 11.50 WIT, Tim Gabungan  TNI-Polri melanjutkan penyergapan di daerah Expo Waena di pimpin Kompol Era Adinata Sik ( Kepala TimSus Polda Papua ).

 Pukul 11.55 WIT, dua orang pelaku diamankan di Polsek Jayapura Selatan. Dan Pukul 12.25 WIT , dua pelaku lainnya dibawa menuju Polada  Papua untuk diproses lebih lanjut.

Sekitar pukul 12.40 WIT Serma Supriyadi dijemput oleh POM XVII Cendrawasih, yang disaksikan para wartawan. Anggota POM pun melindungi muka Serma Supriyadi saat dibawa menuju mobil POM bernomor 3352-XVII.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Patrige saat dikonfirmasi wartawan di Polda Papua, membenarkan adanya penangkapan tersebut. “Ada tiga warga sipil yang ditangkap mereka merupakan militan garis keras pro kemerdekaan Papua, “ujarnya.

Sementara disinggung keterlibatan oknum TNI? “Tidak ada penangkapan anggota TNI,” ujarnya. Ia juga membantah tak ada barang bukti amunisi.

Sumber : Beritasatu