Alokasi Anggaran Kementrian Pertahanan dalam RAPBN 2014

Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2014 telah diajukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Sidang Paripurna DPR-RI pada Jumat (16/8) lalu. 
Dalam RAPBN ini disebutkan, alokasi anggaran belanja pemerintah pusat ditetapkan  sebesar Rp1.230,3 triliun (11,9 persen dari PDB), dari jumlah tersebut, sebesar 49,8 persen (Rp612,7 triliun) dialokasikan melalui anggaran Kementerian atau Lembaga (K/L), sementara sebesar 50,2 persen (Rp617,7 triliun) dialokasikan melalui anggaran bendahara  umum negara (anggaran non-K/L).
Dalam RAPBN 2014 itu, terdapat 10 K/L yang memperoleh anggaran terbesar, yaitu: 
(1) Kementerian Pertahanan (13,6 persen  dari belanja K/L); 
(2) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (13,5 persen); 
(3) Kementerian Pekerjaan Umum (12,2 persen); 
(4) Kementerian Agama (8,1 persen); 
(5) Kementerian  Kesehatan (7,3 persen); 
(6) Kepolisian Republik Indonesia (6,8 persen); 
(7) Kementerian Perhubungan (6,4 persen); 
(8) Kementerian Keuangan (3,1 persen); 
(9) Kementerian Energi  dan Sumber Daya Mineral (2,7 persen); dan 
(10) Kementerian Pertanian (2,5 persen).
Kementerian Pertahanan dalam RAPBN tahun 2014 direncanakan memperoleh anggaran sebesar Rp83.427,7 miliar. Jumlah ini lebih rendah  Rp100,3 miliar atau 0,1 persen bila dibandingkan dengan APBNP tahun 2013 sebesar Rp83.528,0 miliar. 
Alokasi tersebut akan dimanfaatkan untuk melaksanakan berbagai program, antara  lain: 
(1) program modernisasi alutsista dan nonalutsista/sarana dan prasarana matra darat; 
(2) program modernisasi alutsista dan nonalutsista serta pengembangan fasilitas sarana dan prasarana matra udara; 
(3) program modernisasi alutsista dan nonalutsista serta pengembangan fasilitas sarana dan prasarana matra laut; 
(4) program pengembangan teknologi dan industri  pertahanan; dan 
(5) program modernisasi alutsista/nonalustista/sarpras integratif.
Sumber : Setkab