Analisis Senyawa Obat

Analisis Senyawa Obat. Bisa dibilang ini merupakan dasar yang paling dasar (istilah dalam komik naruto = yang terdalam dari yang terdalam.. hehe.. ga nyambung yach?).. yup, langsung aj kita liat se-dasar apa analisa senyawa obat itu… enjoy it..

Suatu bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosa, mencegah, mengurangkan, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rokhaniah pada manusia atau hewan, memperelok badan atau bagian badan menusia biasa kita kenal dengan nama obat. (Anief, 2004).

Asam mefenamat berfungsi sebagai analgesic, anti-inflamasi. Kurang efektif dibandingkan aspirin (Ganiswara, 1995). Mengandung tidak kurang 98,0% dan tidak lebih dari 102,0% C15H15NO2 dihitung terhadap zat (Anonim, 1995). Antalgin atau metampiron adalah obat yang berkhasiat sebagai analgetikum dan antipiretikum. Metampiron mengandung tidak kurang dari 99% dan tidak lebih dari 101,0% C13H16N3NaO4S.H2O, dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan. Asam salisilat adalah obat yang berkhasiat sebagai keratolitikum dan anti fungi. Asam salisilat mengandung tidak kurang dari 99,5% C7H6O3. Ampisilin adalah obat yang berkhasiat sebagai antibiotikum. Ampisilina mengandung tidak kurang dari 95,0% C16H19N3O4S dihitung terhadap zat anhidrat. Asam askorbat atau vitamin C adalah obat yang berkhasiat sebagai antiskorbut. Asam askorbat mengandung tidak kurang dari 99,0% C6H8O6 (Anonim, 1979). Kloramfenikol adalah obat yang berkhasiat sebagai penghambat sintesis protein kuman. Yang dihambat adalah enzim peptidil transferase yang berperan sebagai katalisator untuk membentuk ikatan peptide pada proses sintesis kuman (Ganiswara, 1995). Kloramfenikol mengandung tidak kurang dari 97,0% dan tidak lebih dari 103,0% C11H12Cl2N2O3 (Anonim, 1995).

Parasetamol atau asetanimofen adalah obat yang berkhasiat sebagai analgetikum dan antipiretikum. Asetaminofen mengandung tidak kurang dari 98,0% dan tidak lebih dari 101,0% C8H9NO2 dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan. Piridoksin HCl atau vitamin B6 adalah obat yang berkhasiat sebagai komponen vitamin B-kompleks. Piridoksina HCl mengandung tidak kurang dari 98,0% C18H11NO3.HCl, dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan. Thyamina HCl atau vitamin B1 adalah obat yang berkhasiat sebagai antineuretikum dan komponen vitamin B kompleks (Anonim, 1979).

nih daftar pustakanya:

-Anonim, 1979, Farmakope Indonesia Edisi III, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
-Anonim, 1995, Farmakope Indonesia Edisi IV, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
-Ganiswara, Sulistia W, 1995, Farmakologi dan Terapi Edisi 4, Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.
-Tjay, Tan Hoan dan Kirana Rahardja, 2002, Obat Obat Penting Khasiat, Pengggunaan, dan Efek-Efek Sampingnya, PT Elex Media komputindo, Jakarta.

Analisis Senyawa Obat | 71mm0 | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better