Anggota TNI Asal Jambi Tewas dalam acara Peringatan Hari juang Kartika ke-69

Diduga terkena peluru nyasar saat melakukan atraksi dalam acara Peringatan Hari juang Kartika ke-69, di Makodam II/Sriwijaya, salah seorang anggota TNI Prajurit satu (Pratu) Fahrurrozi alias Ojie yang berdinas di Batalyon Raider 200 dilarikan ke Rs Charitas, karena mengalami luka tembak di dada kanan.
 
Kejadian tersebut diketahui Senin (15/12) sekitar pukul 08.00 WIB, korban yang terkena dua tembakan didada kanan ini, tak  berhasil diselamatkan. Karena peluru yang mengenai tubuhnya diduga menembus organ vital.

Informasi pertama kali diketahui melalui pesan singkat yang beredar melalui Blackberry Mesengger di kalangan awak media. Informasi tersebut menyebutkan, ada korban salah tembak yang menyebabkan salah seorang dilarikan ke RS Charitas.

Acara tersebut dilaksanakan sekitar pukul 09.30 WIB, diawali dengan aksi Persit Yonkap lempar kapak, lalu dilanjutkan dengan aksi bongkar pasang pistol dan acara terakhir diperlengkap dengan atraksi tembak sasaran balon.

Korban disinyalir, tengah melintas disekitar sasaran, lalu terjatuh karena pantulan peluru nyasar yang mengenai tubuhnya. Peluru itu, diduga berasal dari anggota yang melakukan atraksi tembak sasaran tersebut.  

Dalam kejadian tersebut, beragam informasi yang beredar dikalangan awak media. Dalam versi pertama mengatakan bahwa diduga kuat Pratu Fahrurrozi itu terkena pantulan peluru saat anggota lainnya melakukan atraksi tembak di atas motor dengan sasaran Balon.

Sementara versi kedua mengatakan kalau dirinya terkena pantulan peluru atau rekoset saat dua prajurit lainnya melakukan atraksi tembak dengan berjalan dan peluru itu memantul dari bodi Tank Baja yang di parkir di lapangan saat acara berlangsung.

Namun setelah Sumatera Ekspres (jawapos group, red) mencari informasi, ke pusat layanan informasi di Rs Charitas, tidak berhasil menemukan korban atas nama Fahrurrozi alias Ojie. Namun hal tersebut dibenarkan oleh salah satu petugas, Rs Charitas yang enggan disebutkan namanya.

“Ada prajurit TNI dengan luka tembak di dada kanan sempat dilarikan ke igd RS RK CHARITAS sebelum pukul 12.00 WIB, tapi sudah dibawa rekan-rekannya,” terang petugas rumah sakit yang enggan diketahui identitasnya.

Informasi terakhir yang diterima, korban dinyatakan telah meninggal dunia dan dibawa oleh pihak keluarga untuk disemayamkan di Provinsi Jambi.

Menyikapi informasi yang beredar tersebut, Kapendam Kodam II/Sriwijaya Letkol Saiful Mufti membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun pihaknya menyatakan, hal itu diluar kendali mereka, karena kawasan itu dinyatakan sudah sangat steril.

Kapendam Letkol Syaiful Mukti G didampingi Kapten Heri, mengatakan ada satu anggotanya yang meninggal dari satuan pemukul. Untuk kepastiannya pihaknya harus melaporkan lebih dahulu ke panglima.

“Saat kejadian lokasi steril, hanya ada satu orang saja. Untuk jenis peluru kita belum mengetahui pasti. Kita takutnya nanti kalau ini sampai menyebar, berdampak pada psikologis dan berpengaruh kepada prajurit tidak mau latihan. Begitu juga keluarga korban,” Ungkap Letkol Syaiful.

Kapemrem Korem Gapu 042 Jambi, Imam Syafii yang dikonfirmasi semalam membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, saat ini jenazah sudah dimakamkan. ‘’Sudah dimakamkan tadi,’’ ungkapnya.

Sumber : Jambi