Apakah Densitas Mempengaruhi Harga Kasur Lipat?

Untuk tidur lebih nyaman dan berkualitas tentunya Anda membutuhkan jam tidur yang cukup dan kasur atau alas tidur yang bagus. Tempat tidur yang berkualitas menjadi salah satu yang berpengaruh pada kualitas dari tidur Anda. semakin bagus atau berkualitas kasur yang digunakan seperti kasur lipat maka harga kasur lipat akan semakin tinggi. Salah satu yang mempengaruhi kualitas dari kasur lipat atau kasur tidur lainnya adalah density atau densitas.

Density atau densitas atau kerapatan sangat mempengaruhi kualitas dari tempat tidur busa yang akan Anda beli. Semakin tinggi nilai densitas nya, maka kualitas akan semakin bagus serta harga juga akan semakin tinggi. density juga digunakan untuk patokan ketika menentukan kualitas dari kasur tersebut. Biasanya, kualitas kasur busa yang baik memiliki densitas sebesar 23 seperti kasur lipat Inoac yang menggunakan busa yang berkualitas.

kasur lipat busa inoac murah

Density busa yang terendah yang biasa digunakan adalah 10 dan yang paling besar yang banyak digunakan untuk membuat kasur lipat adalah sebesar 32. Harga kasur lipat yang memiliki densitas tinggi akan semakin mahal dikarenakan semakin tinggi tingkat densitas nya maka semakin besar massanya dan semakin padat busanya. Apabila busa yang digunakan untuk membuat kasur tersebut semakin padat maka kasur yang digunakan akan semakin awet dan tidak mudah kempes sehingga nyaman untuk digunakan.

Misalnya, kasur busa lipat yang memiliki densitas sebesar 32 memiliki masa 32 kg dalam 1 meter kubik busa. Pori yang digunakan juga akan semakin rapat dan jika densitas rendah maka pori akan semakin besar sehingga lebih banyak angin dan membuat kasur busa lipat menjadi lebih mudah untuk kempes. Namun, walaupun memiliki density yang tinggi, tidak berarti jika busa yang digunakan tersebut memiliki tekstur yang keras karena kekerasan busa tergantung pada bahan utama yang digunakan untuk membuat busa tersebut.

Umumnya, penggunaan busa sebagai bahan utama kasur menggunakan density sebesar 20 namun akibatnya, kasur tersebut akan mudah untuk kempes dalam jangka waktu yang singkat seperti kasur yang biasanya digunakan oleh mahasiswa yang harus membeli kasur secara berkala karena kasur busanya kempes. Minimal, densitas dari kasur yang digunakan untuk tidur yang nyaman dan busa kasur agar awet dalam jangka waktu yang cukup lama tersebut adalah D-23. Kasur dengan density sebesar 23 dapat bertahan hingga jangka waktu 10 tahun seperti jenis kasur lipat Inoac dengan D-23 sehingga kasur yang paling bagus saat ini memiliki busa dengan density 32.

Kasur lipat atau kasur dengan busa yang memiliki density 23 ataupun density 32 terbuat dari foam polyurethane yang berkualitas tinggi, misalnya seperti di kasur Inoac, yaitu dengan spesifikasi:

Density 23:

  • Dalam 1 m3beratnya sebesar 23 kg.
  • Memiliki busa yang berwarna hijau cerah atau light green.

Density 32:

  • Dalam 1 m3beratnya sebesar 32 kg.
  • Memiliki busa yang berwarna kuning.

Baik jenis D-23 dan D-32 pada kasur Inoac memiliki ketebalan sendiri misalnya ketebalan 30 cm, 20 cm dan 15 cm. Ketebalan tersebut juga berpengaruh pada harga kasur lipat. Sehingga, selain density, ketebalan serta bahan yang digunakan untuk membuat kasur lipat tersebut sangat berpengaruh pada harga yang diberikan dan mempengaruhi kenyamanan tidur yang Anda miliki. Anda harus pintar dalam memilih agar Anda tidak tertipu saat membeli kasur misalnya dengan mengecek kelenturan kasur dengan mengetesnya langsung, apakah kasur kembali seperti semula setelah ditekan atau tidak.

Apakah Densitas Mempengaruhi Harga Kasur Lipat? | 71mm0 | 4.5

Leave a Reply