Asah Kemampuan Fisik, 42 siswa Diktaifib Marinir Jalani Hell Week

Hell Week yang mengambil lokasi di daerah Surabaya, Gresik, Mojokerto dan sekitarnya tersebut, akan berlangsung selama enam hari dan dibuka langsung Komandan Pusdikif Kolonel Marinir Sumarto mewakili Komandan Kodikmar Kolonel Marinir M. Sulchan.
 
Dankodikmar dalam amanatnya yang dibacakan Komandan Pusdikif mengatakan bahwa Hell week yang didominasi aktivitas fisik ini merupakan 
barometer awal siswa Diktaifib untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan selanjutnya, sebab bila siswa mampu melewati kegiatan latihan ini berarti siswa sudah mendapatkan keseimbangan antara kekuatan fisik dan kekuatan mental sebagai pasukan khusus.
Hell week selain sebagi tolok ukur dan motivasi juga sebagai upaya untuk membentuk jati diri para siswa agar memiliki fisik yang kuat dan mental juang yang tinggi sesuai medan penugasan,” terang pamen melati tiga dipundak tersebut.
               
Sebagai Calon Pasukan khusus Korps Marinir lanjutnya,  saat menempuh pendidikan Diktaifib tidak boleh mudah menyerah, tidak mudah putus asa, dan selalu tabah dalam menghadapi segala rintangan, sehingga wajar jika porsi latihan Diktaifib berbeda dengan prajurit biasa.
Sementara itu Perwira Pelaksana Latihan (Palaklat) Letkol Marinir Ferdy Erwin Takaendengan yang juga Komandan Sekolah Khusus menambahkan, 
materi latihan Hell Week ini meliputi renang menggunakan FinMasker dari Rolak Gunung Sari menuju Karang Pilang dilanjutkan mendayung perahu karet dari Karang Pilang menuju desa Cangkir Driyorejo melalui sungai yang melawan arus. dan
Menurutnya aktifitas fisik tersebut terus berlanjut dengan materi gerak jalan didaerah Driyorejo sambil membawa beban berupa balok dan perahu karet, Croos Country menempuh jarak enam Kilometer dan diteruskan Lattek Ilmu Medan dan Membaca Peta (IMMP) di daerah Wedoro Anom Gresik dan sekitarnya.
 
Materi selanjutnya adalah patroli, pengumpulan bahan keterangan dan data didaerah operasi dan diakhiri materi pelolosan dengan tujuan membekali siswa agar mampu meloloskan diri dari tawanan musuh dan sergapan musuh.
 
“Seluruh rangkaian kegiatan Hell Week ini dilaksanakan dalam tekanan yang sangat berat dan terbatasnya waktu istirahat, bertujuan untuk menguji kesiapan mental dan kemampuan berfikir dan bertindak yang tepat, walaupun dalam situasi yang sangat sulit dan kondisi fisik yang lelah,”terang pamen melati dua di pundak ini.
 
Untuk mengetahui keseimbangan kejiwaan lanjutnya, pada hari terakhir latihan dilaksanakan test psikologi dan konseling oleh Dinas Psikologi Angkatan Laut disaat siswa benar-benar dalam kondisi yang benar-benar lelah baik fisik maupun psikis.
Sumber : Kobangdikal