Bantu Pencarian Air Asia, TNI AL Turunkan Alutsista dan Personil Terbaiknya

Alutsista TNI AL, diantaranya kapal perang dari jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) yang berada dibawah binaan Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta yakni KRI Banda Aceh-593 turut membantu pencarian Pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ8501 yang hilang kontak dari Air Traffic Controller (ATC) Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu 28 Desember 2014.

Kapal Perang dari jenis Landing Platform Dock (LPD) dengan Komandan Letkol Laut (P) Arief Budiman ini berangkat dari Dermaga Mako Kolinlamil, Senin (29/12)  dan akan bergabung ke lokasi pencarian yang menjadi titik duga hilangnya pesawat dengan kapal 

perang TNI Angkatan Laut lainnya seperti KRI Sutedi Senoputra, KRI Todak, KRI Bung Tomo, KRI Hasanuddin, KRI Pulau Rengat (kapal penyapu ranjau), ‎KRI Yos Sudarso. 

Selain itu, dalam proses pencarian ini TNI AL juga menerjunkan 2 Kapal TNI Angkatan Laut (Manau dan Sambas), 2 helikopter serta 2 pesawat patroli maritim (Maritime Patrol Aircraft/MPA) CN 235 (860 dan 861).

 

KRI Banda Aceh-593 rencananya akan menjadi kapal markas seluruh tim yang terlibat dalam proses penyisiran dan pencarian pesawat berpenumpang 155 orang tersebut seperti tim penyelam TNI AL, tim Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, dan  tim Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) Marinir TNI AL dengan Rubber Duck Operation (RDO), Basarnas serta dari Jurnalis Media.

KRI Banda Aceh-593 dengan panjang 125 meter persegi memiliki kapasitas angkut total personel sebanyak 344 personel, serta dapat mengangkut tiga unit helikopter jenis Mi-2/Bel 412, dua unit LCVP, tiga unit howitzer dan 21 tank.

Satgas Korps Marinir TNI AL

Sementara itu di Lapangan Apel Marinir Cilandak, pada hari yang sama, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Didit Herdiawan melepas tim Satgas Korps Marinir TNI AL untuk pencarian pesawat Air Asia QZ 8501.

Tim Satgas yang diberangkatkan terdiri dari 53 personel pasukan khusus marinir dari kesatuan Denjaka dan Yontaifib-2 Mar. Bersamaan dengan itu juga digelar SRCPB (Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana) Marinir yang berkekuatan 675 personel Pasmar-2 yang siap diberangkatkan ke tempat terjadinya bencana di seluruh tanah air, termasuk apabila dibutuhkan dalam pencarian pesawat naas tersebut.

Selanjutnya Satgas akan berkoordinasi dengan Basarnas mengenai dislokasi dan titik pencarian pesawat Air Asia. “Untuk sementara akan diproyeksikan di sekitar perairan Pangkal Pinang dan sekitarnya,” terang Wakasal.

Tim Satgas pencarian pesawat Air Asia akan bekerja selama 7 hari atau lebih berdasarkan koordinasi di lapangan. Satgas yang dibekali material pendukung 4 unit Sea Reader dan 6 perahu karet siap melaksanakan “Rubber Duck Operation” (RDO), yakni operasi berisiko tinggi yang sering dilakukan oleh anggota Pasukan Intai Ampibi Korps Marinir. 

Tehnik RDO adalah suatu tehnik operasi dengan menerjunkan perahu karet beserta perlengkapan yang dibutuhkan dari pesawat terbang untuk menjangkau sedekat mungkin dengan sasaran secara cepat dan rahasia melalui laut.

Sementara itu menurut Laksdya TNI Didit Herdiawan, untuk unsur laut yang saat ini dilibatkan dalam pencarian terdiri dari 8 KRI, 2 Kapal Patroli Maritim dan 2 Helikopter.

Hadir dalam acara tersebut Dankormar Mayjen TNI (Mar) A. Faridz Washington, Pangarmabar Laksda TNI Widodo, Danpasmar-2 Brigjen TNI (Mar) Denny Kurniadi, S.Mn., beberapa Pejabat Teras Mabesal dan Kormar serta Pasmar-2.

Sumber : Jurnalmaritim