BATALYON ARHANUDRI 1/1 KOSTRAD DALAM MENGIKUTI L ATIHAN BRIGADE TIM PERTEMPURAN (BTP) BRIGIF 13/GALUH

Pada tanggal 25 Nopember 2013 telah dilaksanakan Latihan Brigade Tim Pertempuran (BTP) yang dilaksanakan oleh Brigif 13/Galuh yang dilaksanakan dari tanggal 20 s.d. 25 Nopember 2013. 

Dalam laithan ini, Brigif 13/Galuh sebagai pasukan pemukulnya dan didukung oleh pasukan yang melibatkan kekuatan antar kecabangan dari Satbanpur dan Satbanmin yang ada di jajaran Divisi Infanteri 1 Kostrad.

Batalyon Arhanudri 1/1 Kostrad mengerahkan kekuatan satu Baterai untuk mengamankan Posko Brigade dalam rangka melaksanakan Operasi Lawan Insurjen di daerah Cibenda Komplek. Arhanud berperan aktif dalam rangka menangkis serangan udara musuh yang ada. Serangan udara yang datang setiap saat menuntut prajurit Arhanud untuk lebih sigab dan waspada.



Arhanud sangat berperan penting dalam mengatasi serangan udara dan bertanggung jawab dalam mengamankan Posko Brigade dari serangan udara. Kemajuan teknologi saat ini yang semakin maju, sejalan dengan kemampuan serangan udara yang semakin mematikan sehingga memberikan pengaruh besar dalam pelaksanaan operasi yang dilaksanakan oleh Brigif 13/Galuh.

Dalam latihan ini di skenariokan bahwa Brigif 13/Galuh melaksanakan Operasi Lawan Insujen (OLI) dimana saat itu seluruh pasukan memposisikan diri berada di daerah abu-abu. Daerah abu-abu memiliki maksud bahwa saat bertempur musuh ada dimana-mana, selain itu masyarakat di sekitar daerah pertempuran tidak sepenuhnya mendukung TNI dalam melaksanakan pertempuran. 

Keadaan seperti ini menuntut seluruh prajurit harus lebih berhati-hati dan selalu mengutamakan disiplin tempur dalam setiap melaksakan kegiatan. Keadaan tersebut menuntut prajurit arhanud selain menguasai kemampuan di bidang kesenjataan Arhanud, juga harus menguasai teknik bertempur dasar bertempur secara sembunyi, tembak dan menghilang.

Selama pelaksanaan latihan, diskenariokan bahwa Arhanud mendapatkan serangan udara dari pesawat musuh, baik pesawat pengintai maupun pesawat tempur musuh. Mereka menyerang secara datang langsung maupun bergerak kekiri ataupun kekanan. Pesawat tersebut selain dipantau oleh Radar yang telah ditempatkan di posisi tertentu, namun juga telah dipantau oleh Pos Pengawalan Udara (Poskawud) yang telah ditempatkan di daerah tertentu. 

Mereka bertugas untuk mengamati cakrawala dan mewaspadai datangnya serangan udara musuh. Skenario latihan mentebutkan bahwa musuh telah dipantau oleh Poskawud. Dari poskawud berita sasaran tersebut disampaikan ke Komando Baterai kemudian diteruskan ke Satbak yang terdekat atau yang dituju sasaran untuk mengatasinya.

Selama hari H s.d. H+2 diskenariokan bahwa pesawat pengintai musuh hilang dari pantauan secara visual. Namun pada H+3 dan H+5 diskenariokan pesawat tersebut dapat terdeteksi secara visual dan dilakukan penembakan terhadap pesawat udara musuh. 

Penembakan pesawat udara musuh diskenariokan dilakukan oleh Satuan Tembak (Satbak) 1, karena pesawat tersebut melintas di atas sektor tembakan Satbak 1. Penembakan dilakukan di atas ketinggian Gunung Sentul dan menembak pesawat Aeromodeling (Short Target Drone) yang dianggap sebagai pesawat UAV musuh. 

Penembakan dilakukan terhadap 2 pesawat musuh pada H+3 dan H+5, dan semuanya dapat berjalan dengan sukses. Semua musuh dapat ditembak jatuh oleh Prajurit Arhanud sehingga Posko Brigade dapat diamankan dari serangan udara musuh yang mengancam.

Sumber : Batylion