Benarkah Pria Masa Kini Cenderung Peduli pada Penampilan?

Katakepo.blogspot.com – Standar ideal dari sosok seorang pria idaman, belakangan memang menjadi perbincangan yang marak di dunia hiburan, media hingga periklanan. Meski penilitian telah memperlihatkan angka tinggi perihal gambaran bentuk tubuh pria yang tidak disukai wanita, persentase pria yang mengaku tidak puas dengan bentuk tubuh mereka semakin meningkat pesat. Sangat mengejutkan!

Pernyataan di atas bukan merupakan hal baru untuk kehidupan pria sesama sejenis ataupun bisexual. Namun, jika ditelaah secara historikal, kaum heteroseksual juga mulai mengalami hal tersebut. Terbukti lewat laporan persentase lebih tinggi yang didapat dari kaum pria dimana berasal dari gangguan pola makan (eating disorders) , penyesuaian terhadap gaya hidup dan tentunya tingginya tuntutan seksual, hingga berpengaruh pada masalah berat badan mereka. Beberapa faktor tersebut dapat mempengaruhi masalah berat badan, obyektifitas ras dan preferensi ataupun maskulinitas pada seorang pria.
Keprihatinan masalah tersebut juga mempengaruhi sifat-sifat yang dapat membuat seorang pria mengubah penampilan fisiknya agar lebih menarik. Hampir seluruh pria mulai terpengaruh untuk mendapatkan tampilan ideal, terutama pada usia muda. Pasar laki-laki yang peduli terhadap penampilan mereka pun bereaksi. Terlihat pada ledakan angka statistik jumlah produk perawatan untuk pria yang meningkat hingga 70% hampir di seluruh dunia antara tahun 2012 dan 2014. Pada 2013 sendiri, tercatat angka perawatan kulit yang dihabiskan para pria mencapai hingga 3,3 miliar dollar AS.
Jika bisa disimpulkan secara sederhana, kaum pria secara umum saat ini mulai peduli tentang penampilan mereka dan bagaimana penampilan tersebut mempengaruhi persepsi hingga menginspirasi aspek lain hingga dapat menghasilkan sebuah diskusi yang marak diperbincangkan. Dengan keadaan ini, semoga para pria lebih terbuka lagi tentang diskusi masalah bentuk tubuh, termasuk faktor maskulinitas dan ekspresi personal tentang keindahan tubuh mereka.
Untuk itulah masih dikumpulkan informasi akurat dan data yang berasal dari publikasi profesional, dunia hiburan dan media sosial untuk menentukan: Bagaimana caranya memiliki budaya dan media pendukung yang efekttif untuk membentuk pandangan khalayk banyak pada keindahan ideal seorang pria.