Bendera Tersangkut Pohon, Peterjun Payung TNI Terluka

Seorang peterjun payung anggota TNI terpaksa dilarikan ke rumah sakit, setelah bendera yang dibawanya tersangkut pohon saat melakukan pendaratan di landasan eks MTQ, Kendari, Sabtu (26/4/2014).

Insiden itu terjadi ketika puluhan prajurit TNI dan Polri menggelar latihan terjun payung, dalam rangka menyambut hari ulang tahun ke-50 Provinsi Sulawesi Tenggara, di kawasan eks penyelenggaraan MTQ, Kota Kendari.

Penerjun yang mengalami kecelakaan adalah prajurit TNI, yang langsung dilarikan ke rumah sakit Dokter Ismoyo, Kendari untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara dua penerjun lain, mendarat di sekitar rumah warga, setelah bendera yang mereka tersangkut kabel listrik.

Komandan pangkalan Angkatan Udara Wolter Monginsidi Kendari, Letnal Kolonel (Pnb) Kosmayadi mengatakan, kecelakaan penerjun payung disebabkan perubahan cuaca saat latihan terjun payung berlangsung.

“Insiden seperti ini sudah sering terjadi, ketika perubahan kecepatan angin terjadi di lokasi pendaratan. Namun rekan kami sudah mendapat perawatan medis,” kata Kosmayadi.

Puncak pelaksanaan hari jadi Sulawesi Tenggara yang ke-50 dipusatkan di lapangan eks MTQ, Jalan Abdullah Silondae, Kendari, Minggu (27/4/2014). Salah satu acara yang akan digelar dalam perayaan itu adalah atraksi terjun payung yang dilakukan para prajurit TNI dan Polri.

Atraksi terjun payung itu akan melibatkan 60 penerjun yang terdiri dari 30 personil dari Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU Detasemen Matra II dan Batalyon Malang. Selain itu, dilibatkan pula para penerjun TNI AL dan TNI AD masing-masing 10 orang dan sisanya 10 orang penerjun dari Polri.

Pesawat angkut Hercules dari pangkalan TNI AU Wolter Mongisidi untuk menerbangkan  para prajurit itu sebelum melakukan atraksi terjun payung dan mendarat di lapangan eks MTQ.

Tak hanya terjun payung, empat unit pesawat tempur Sukhoi juga akan menunjukkan kebolehan mereka dalam acara itu. Pemerintah Provinsi Sultra juga menggelar kegiatan gerak jalan santai, perade mobil hias dan perahu hias.

Sumber : Kompas