Berjam-jam di Jalanan Amerika

Katakepo.blogspot.com –

1382958374656475754

Polisi sementara mengatur lalulintas jalan di Amerika (dok pribadi)
Pengalaman mengemudi selama berjam-jam di negeri orang ternyata dapat memperkaya kita dengan beragam pengetahuan, serta wawasan baru. Kita akan semakin diperkaya dengan berbagai peraturan-peraturan lalu lintas yang bisa jadi sama sekali baru bagi kita. Misalnya juga tentang cara dan kebiasaan mengemudikan mobil di wilayah setempat tersebut, dan tentu juga cara pandang para ‘native driver’ di masing-masing tempat itu.
Saya punya pengalaman mengemudikan mobil dari New Jersey menuju Michigan. Lama perjalanan bila kecepatan mobil normal, dapat ditempuh dalam waktu 11-12 jam. Kalau ngebut, tentu saja bisa lebih cepat, dan kalau macet ya bakalan lebih lama. Nah, pada waktu itu jalan yang kita lalui kebanyakan melewati jalan ‘toll pinggiran’, di mana yang kita lalui pemandangannya didominasi oleh hutan, bukit, dan pohon-pohon. Jauh dari hiruk pikuk suasana perkotaan. Di satu sisi hal ini sangat menyenangkan, tapi di sisi yang lain cukup menyeramkan.
Karena perjalanan menuju Michigan adalah dalam rangka wisata juga, maka saya menyempatkan diri untuk lewat dan mampir di beberapa negara bagian di Amerika, sebut saja Philadelphia (Philly), Ohio, dan Chicago. Ini membuat perjalanan menjadi sedikit lebih panjang karena harus sedikit memutar. Tapi, ibaratnya sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, maka saya maunya sekali mengemudi maka dua tiga state (negara bagian) tersinggahi. Seperti itu.
Kalau mengemudi di jalan toll bagi saya tidak terlalu menjadi soal, hampir sama dengan ketika kita mengemudikan kendaraan di Indonesia umpamanya. Hanya saja, perbedaannya adalah batas kecepatan dan lajur di jalan. Di Amerika stir mobilnya ada di sebelah kiri, makanya untuk melambung harus mengambil jalur paling kiri, bukan yang paling kanan. Kecepatan maksimum pun berbeda-beda di setiap jalan. Kalau di jalan lokal bahkan ada yang jalanan dengan jarak hanya terpaut 100 meter tapi batas kecepatannya berbeda-beda sampai tiga macam. Misalnya saja speed limit 15 mph, lalu 25 mph, kemudian ada 40 mph, dan 65 mph. Ini biasanya kalau kita melewati jalan-jalan perkampungan atau komunitas di mana banyak anak-anak kecil dan orang tua (senior citizen), maka batas kecepatan akan menurun drastis. Polisi memiliki semacam alat (radar) pendeteksi kecepatan (‘speed gun’) sehingga kita tidak dapat mengelak atau berdalih apapun bila sudah tertangkap.
13829586381518174867
Saya mencatat beberapa hal mendasar bila hendak mengemudikan mobil di sana. Pertama, jangan pernah lupa membawa driver license (SIM), insurance card (Kartu Asuransi), dan registration card (STNK). Ada satu saja yang tidak dibawa Anda akan kena denda dan mendapat poin (batas point biasanya 9-12, lebih dari itu SIM Anda bakalan dicabut sementara). Mungkin kalau di Indonesia, mengemudikan mobil yang tanpa asuransi adalah lumrah dan biasa saja, tapi jangan coba-coba mengemudikan mobil tanpa asuransi di Amerika. Kalau bukan mobilnya yang ditahan, Andalah yang akan ditahan. Untuk itu, periksalah seluruh kelengkapan surat Anda sebelum duduk di balik kemudi.
Kedua, perhatikan baik-baik setiap rambu lalulintas yang ada. Dalam perjalanan menuju Michigan, saya pernah diberhentikan polisi ‘hanya’ karena saya tidak berhenti pada pertigaan jalan yang ada tanda stop signnya. Mestinya saya berhenti sekian detik meskipun dari arah depan serta kiri-kanan jalan tidak nampak ada mobil lain yang akan lewat. Nah, waktu itu saya main lewat aja, nggak taunya ada polisi yang nangkring di sudut jalan siap menanti ‘korban’ yang sekiranya lewat di jalan tersebut. Mau tidak mau saya harus membayar tiket (denda) dari polisi itu ( bayarnya bisa lewat pengadilan, atau kirim langsung ke alamat yang tertera di tiket tersebut). Itulah bedanya tanda stop sign dengan ‘yield’. Kalau tanda yield, maka mobil Anda tidak harus berhenti total tapi cukup memelankan kendaraaannya (sebuah tanda awas, atau tanda hati-hati).
Ada juga rambu lalulintas yang menjelaskan bahwa ada pejalan kaki yang akan lewat. Pejalan kaki (pedestrian) ini adalah ‘raja’ di jalan. Apabila ada pejalan kaki yang hendak menyebrang jalan, biarkan mereka lewat dulu. Jangan gas yang diinjak, tapi rem. Kalau Anda coba-coba menomorduakan para pejalan kaki tersebut, bisa-bisa Andalah yang akan kena sue (dituntut).
Ketiga, Istirahatlah kalau sudah capek mengemudi. Bayangkan saja, mengemudi selama berjam-jam dari New Jersey sampai ke Michigan tentu saja menyita banyak energi saya. Lantas bagaimana cara menyiasatinya? Yah saya menerapkan the old story of driving. Apa itu? Berhentilah bila mata mulai ngantuk, dan badan mulai lelah. Pemerintah Amerika begitu concern terhadap kecelakaan lalulintas karena faktor lelah dan mengantuk. Tidak sedikit orang yang nabrak pohon, atau masuk jurang karena mengemudikan mobil dengan mata tertutup alias tertidur selagi berada di belakang kemudi. Ada juga peringatan lainnya, “don’t drink while driving”. Jangan minum sampai mabuk bila Anda sementara mengemudi.
Untuk itulah pula maka jangan heran kalau di Amerika akan banyak sekali dijumpai berbagai rest area di sepanjang jalan toll di mana pun di seluruh pelosok Amerika. Hampir di semua jalan toll, termasuk yang saya lewati menuju Michigan dengan mudahnya ditemui berbagai rest area. Di situ kita bisa jumpai tidak hanya pompa bensin dan toilet, tapi juga restaurant serta berbagai kios yang jualan berbagai macam barang. Bahkan ada yang jualan cinderamata untuk para wisatawan.
Pengalaman yang unik juga saya alami ketika sudah memasuki daerah Michigan, melewati Detroit (salah satu kota terbesar di Michigan), saya sempat diberhentikan polisi. Dia bertanya seperti ini, “Do you know why do I stop you?”. Saya bilang nggak tahu. Kemudian polisi itu mengatakan bahwa kesalahan saya adalah pada waktu belok kanan, roda mobil saya sempat menggilas garis-garis kuning di jalan yang tidak semestinya saya gilas. Hal sepele yang oleh saya bahkan tak terlihat sama sekali, ternyata masih juga bisa dipermasalahkan. Tapi ya itulah, untuk menjadi baik maka kita memang harus taat dan patuh aturan dalam berlalulintas. Apapun itu. Selamat mengemudi, dan semoga sampai di tujuan dengan selamat. —Michael Sendow—

13829586901364904021

Ini mobil impian saya, yang entah kapan bisa mendapatkannya :):)