Berkorban untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Dalam Mengembalikan Jati Diri Bangsa, selain Kerja Keras Adalah Energi Kita, juga diperlukan sikap rela Berkorban. Berkorban waktu, tenaga dan materi tentunya. Dalam suasana Hari Raya Idul Adha seperti ini, semangat rela berkorban tentu harus selalu ditanam dalam diri kita selaku rakyat sebuah Bangsa yang besar -Indonesia- dan selaku umat muslimin.

Dalam hal Berkorban, kita pun harus memperhitungkan “detail” mengapa kita harus berkorban. Seperti:

Apakah kita tahu demi apa kita berkorban? Demi kekasih kita? Rumah? Negara? Bangsa? Keyakinan? Kebebasan? Cinta?

Tentukan demi apa kita bersedia untuk berkorban dan kita pun akan menemukan “demi apa hidup kita”. Hiduplah demi sesuatu yang kita bersedia untuk berkorban, bahkan matipun rela, maka kita akan hidup dengan penuh nilai! Jika tidak, untuk apa kita berkorban? Sia-sialah perbuatan kita untuk berkorban jika kita sendiri tidak tahu apa yang ingin kita capai dengan tindakan berkorban milik kita.

Terkadang, dalam Mengembalikan Jati Diri Bangsa, diperlukan memang sebuah pengorbanan. Namun bukanlah sebuah pengorbanan yang sia-sia jika tujuannya jelas dan demi kepentingan khalayak ramai. Semoga dengan adanya Hari Raya Idul Adha tahun ini, kita menjadi semakin mengerti makna sesungguhnya dari Berkorban. Amin…