Bola Testisnya Pecah Saat Manggung, Rocker Ini tetap Manggung Sampai Selesai


Mungkin ini merupakan contoh dari pepatah ‘The Show Must Go On’, apapun yang terjadi pertunjukan harus terus berlangsung.

Seorang rocker band heavy metal asal Belanda, Otto Schimmelpenninck mengalami insiden ketika dirinya manggung dalam pertunjukan 02 Academy Birmingham, Pekan lalu.

Ia mengalami cidera, setelah tak sengaja berdiri tepat diatas pelontar streamer cannon. Tak diduga, streamer cannon bekerja dan melontarkan benda ke arah selangkangan.

Otto pun merasakan ada yang aneh dengan testisnya. Belakangan diketahui, alat pelontar itu telah menyebabkan salah satu ‘bola’nya pecah hingga bengkak dan berdarah. Rocker band Delian ini pun langsung dilarikan ke rumah sakit tak lama setelah dirinya selesai manggung.

Di rumah sakit, tim medis harus mengeluarkan darah sebanyak 500 ml dari skrotumnya. Kemudian dokter menjahit salah satu bola testisnya yang pecah akibat kerasnya benturan. Beruntung, setelah prosedur medis itu, Otto dinyatakan dalam kondisi baik. Ia pun tak perlu khawatir karena testisnya bisa diselamatkan.

Adapun pasca-insiden itu, Otto bercerita melalui akun Facebooknya. “Banyak orang bertanya mengenai insiden yang saya alami. Sebagian lagi memang sudah tahu bagaimana ceritanya. Namun alangkah lebih baik jika saya jelaskan sebelum muncul banyak versi dari insiden itu,” demikian tulisnya, sebagaiman dikutip dari tribunnews.com

Ia memulai penjelasannya dengan menegaskan bahwa mereka sudah mengenal betul dengan alat streamer cannon yang biasa melontarkan pita-pita ke arah penonton. Dalam beberapa kali manggung pun tak pernah ada masalah. “Tapi lain dengan yang terjadi di Birmingham,” ucapnya.

Ia terlalu bersemangat sehingga tak menyadari keberadaan alat itu. Hingga ia pun tak sadar ketika alat itu mulai bekerja. Ia tak menampik bahwa saat itu merasakan sakit.

Akan tetapi ia terus menahan rasa sakit tersebut supaya bisa menyelesaikan pertunjukannya. Selama lagu berikutnya, rasa nyeri itu mulai menjadi-jadi. Otto yakin dirinya mengalami pendarahan.

“Tak lama kemudian rasa sakit itu sampai pada titik dimana aku hampir dibuatnya pingsan. Tapi untuk beberapa alasan aku berhasil menyelesaikan pertunjukan ini,” tandasnya.

Setelah pertunjukan, Otto menyaksikan sendiri bagaimana luka yang ia derita. Skrotum membengkak hingga sebesar jeruk berukuran besar dan rasa sakitnya nyaris tak dapat ia tahan.

“Ternyata testisnya pecah dan beberapa arteri juga pecah. Lebih dari 500 ml darah diambil dari skrotum kemudian dijahit,” paparnya.
Enam minggu ke depan, Otto akan kembali menjalani scan untuk melihat perkembangan operasi tersebut. Ia pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas berbagai macam dukungan yang telah diberikan padanya.