Budaya Akademik

apa itu budaya akademik?sebagai seorang mahsiswa, loe-loe smua musti tau.. dari zaman mahasiswa terbentuk (kapan ya?), mahasiswa selalu yang membuat “ulah” tentang perubahan suatu bangsa (dalam makna yang terlalu berlebihan)..lho?lha iya lah, pejabat-pejabat sekarang kan dulunya mahasiswa..hehehe..eniwei, this is the point who i want to tell u how much bla..bla..bla..(kira2 artinya “yuk kita simak”)…

Hak milik yang paling berharga bagi suatu perguruan tinggi adalah kebebasan, otonomi, dan budaya akademik (academic culture). Dalam hal ini, perguruan tinggi harus mempunyai karakteristik yang khas dan menjadi panutan pihak luar.

Budaya akademik sebagai suatu subsistem perguruan tinggi memegang peranan penting dalam upaya membanggun dan mengembangkan kebudayaan dan peradaban masyarakat (civil society) dan bangsa secara keseluruhan. Indikator kualitas perguruaan tinggi sekarang dan terlebih lagi pada millenium ketiga ini akan ditentukan oleh kualitas civitas akademika dalam mengembangkan dan membanggun budaya akademik ini.

Budaya akademik sebenarnya adalah budaya universal. Artinya, dimiliki oleh setiap orang yang melibatkan dirinya dalam aktivitas akademik. Membanggun budaya akademik bukan perkara yang mudah. Diperlukan upaya sosialisasi terhadap kegiatan akademik, sehingga terjadi kebiasaan di kalangan akademisi untuk melakukan norma-norma kegiatan akademik tersebut.

Pemilikan budaya akademik ini seharusnya menjadi idola semua insan akademisi perguruaan tinggi, yakni dosen dan mahasiswa. Derajat akademik tertinggi bagi seorang dosen adalah dicapainya kemampuan akademik pada tingkat guru besar (profesor). Sedangkan bagi mahasiswa adalah apabila ia mampu mencapai prestasi akademik yang setinggi-tingginya.

Khusus bagi mahasiswa, faktor-faktor yang dapat menghasilkan prestasi akademik tersebut ialah terprogramnya kegiatan belajar, kiat untuk berburu referensi actual dan mutakhir, diskusi substansial akademik, dsb. Dengan melakukan aktivitas seperti itu diharapkan dapat dikembangkan budaya mutu (quality culture) yang secara bertahap dapat menjadi kebiasaan dalam perilaku tenaga akademik dan mahasiswa dalam proses pendidikan di perguruaan tinggi.

Oleh karena itu, tanpa melakukan kegiatan-kegiatan akademik, mustahil seorang akademisi akan memperoleh nilai-nilai normative akademik. Bias saja ia mampu berbicara tentang norma dan nilai-nilai akademik tersebut didepan forum namun tanpa proses belajar dan latihan, norma-norma tersebut tidak akan pernah terwujud dalam praktik kehidupan sehari-hari. Bahkan sebaliknya, ia tidak segan-segan melakukan pelanggaran dalam wilayah tertentu—baik disadari ataupun tidak.

Kiranya, dengan mudah disadari bahwa perguruan tinggi berperan dalam mewujudkan upaya dan pencapaian budaya akademik tersebut. Perguruan tinggi merupakan wadah pembinaan intelektualitas dan moralitas yang mendasari kemampuan penguasaan IPTEK dan budaya dalam pengertian luas disamping dirinya sendirilah yang berperan untuk perubahan tersebut.

Kata kunci yang digunakan pengunjung untuk sampai ke tulisan ini:

budaya akademik (706) | pengertian budaya akademik (451) | pengertian akademik (262) | pengertian akademis (72) | pengertian prestasi akademik (71) | pengertian kemampuan akademik (65) | budaya akademis (60) | pengertian civitas akademik (37) | definisi budaya akademik (34) | karakteristik budaya akademik (33) | arti budaya akademik (31) | budaya akademik adalah (26) | pengertian civitas (23) | arti akademik (21) | pengertian budaya mutu (21) | pengertian akademisi (21) | pengertian prestasi akademik mahasiswa (20) | definisi prestasi akademik (19) | definisi akademis (17) | pengertian kemampuan akademis (15) |
Budaya Akademik | 71mm0 | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better