Cara Tips Menghitung Usia Kehamilan

menghitung usia kandungan kehamilan

Mungkin bagi sebagian calon ibu yang baru pertama kali mengalami kehamilan akan merasa bingung tentang bagaimana cara atau tips menghitung usia kandungan yang akurat agar bisa mempersiapkan segala sesuatunya saat nanti menjelang proses kelahiran. Pada tulisan kali ini, kami akan memberikan beberapa cara untuk menghitung usia kandungan, di antaranya adalah:

1. Perhitungan Manual
Usia kehamilan umumnya kurang lebih 280 hari atau 40 minggu sejak HPHT (hari pertama haid terakhir). Perhitungan manual ini bisa dengan menggunakan:

a. Kalender
Menggunakan penanggalan diyakini sebagai metode yang tertua yang masih digunakan umat manusia sampai saat ini. Anda wajib ingat HPHT. Jika tidak, jelas akan meleset. Tidak perlu tepat persis jika sulit mengingat, setidaknya tidak jauh-jauh amat melesetnya.

b. Puncak Rahim (Fundus Uteri)
Biasanya dilakukan oleh bidan atau dokter kandungan karena bagi orang awam akan sulit menentukan. Hal ini disebabkan metode ini menggunakan sistem “raba” dengan cara memasukkan tangan melalui bagian bawah tulang (maaf) kemaluan. Jika jaraknya hingga ke puncak rahim adalah 27 cm, kemungkinan besar usia kandungan memasuki minggu yang ke 27.

c. Gerakan Janin
Cara ini tentu akan terasa sulit bagi yang pertama kali hamil. Intinya sederhana, jika Anda bisa merasakan pergerakan janin di perut, kemungkinan usianya berkisar 16-20 minggu atau usia kehamilan 2 bulan jalan ketiga atau keempat bulan..

d. Kalkulasi Masa Subur
Perhitungan dengan cara ini sangat berguna jika Anda lupa HPHT. Seperti namanya, metode ini menggunakan aplikasi untuk menghitung (seperti kalkulator) masa subur. Ibu hamil hanya tinggal klak-klik mouse atau layar sentuh saja menyesuaikan siklus dan atau kondisi saat hamil. Nanti akan muncul dengan sendirinya umur dan perkiraan hamil.

2. Perhitungan Modern
Pada metode ini, para dokter berpendapat bahwa cara ini lebih akurat karena menggunakan USG (UltraSonoGrafi) yang mampu menggambarkan janin dalam bentuk 3D. Dengan USG ini juga akan dengan mudah mengetahui posisi si janin, jenis kelamin, panjang tubuh, diameter kepala, berat badan, detak jantung janin dan lain sebagainya. Sehingga, ibu-ibu masa kini lebih banyak yang menyukai metode modern dengan USG.

Meski begitu, beberapa dokter tetap mengkombinasikan cara manual dengan yang modern karena, untuk hamil yang baru hitungan minggu (bukan puluhan) umumnya masih sulit terdeteksi USG. Maka, perhitungan manual lah yang menjadi rujukan dokter. Nanti, setelah kandungan mulai berkembang dan membesar, barulah peran USG mengambil alih.