Diduga kena virus Corona, haji asal Bojonegoro dievakuasi ke RS

Katakepo.blogspot.com – Terindikasi suspect virus Corona, jamaah haji asal Bojonegoro, Jawa Timur, Tasmi’an Bib Rasiman Saru, langsung dievakuasi ke RSUD dr Soetomo begitu sampai di Asrama Haji Suskolilo Surabaya, Rabu (23/10) malam.

Hal ini disampaikan Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Fathul Arif. Dikatakan Arif, saat tiba di Asrama Haji Sukolilo pada Rabu sekitar pukul 21.00 WIB kemarin, jamaah haji kloter tujuh asal Bojonegoro ini, suhu badannya terdeteksi cukup tinggi.

“Suhu tubuh yang bersangkutan terindikasi cukup tinggi saat melalui alat deteksi yang dipasang di pintu masuk Gedung Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Yang bersangkutan merupakan jamaah haji kloter tujuh dan baru tiba di Surabaya tadi (Rabu) malam,” kata Arif kepada wartawan, Kamis (24/10).

Dijelaskan Arif, alat deteksi yang terpasang di pintu masuk asrama itu, langsung menyala merah pada bagian lampu detector-nya, saat dilalui oleh jamaah haji yang suhu badannya tinggi.

“Lampu merah langsung menyala saat yang bersangkutan melintas alat deteksi, itu pertanda bahwa suhu tubuhnya cukup tinggi,” katanya.

Karena khawatir terjangkit virus Corona, Tasmi’an langsung dievakuasi ke RSUD dr Soetomo untuk memastikan kondisinya. Saat ini, Tasmi’an masih dirawat intensif di rumah sakit.

Sebelumnya, diakui Arif, juga ada dua jamaah kloter lima dan tiga yang datang terlebih dahulu. Kedua jamaah haji itu juga diduga terindikasi virus Corona. Namun, suhu badannya tidak begitu tinggi.

“Karena suhunya tidak begitu tinggi, hanya diatasi oleh tim kesehatan saja, dan ternyata hanya flu biasa,” sambung Arif.

Antisipasi ini, menurut Arif, merupakan imbauan pemerintah. Sebab, sejak semula, pemerintah telah mengantisipasi bahaya virus tersebut, yang diketahui menyebar di Timur Tengah dan dikhawatirkan menjangkiti jamaah haji asal Indonesia saat menunaikan ibadah di Tanah Suci.

“Bahkan, semua jamaah dibekali sejumlah masker khusus yang memiliki kerapatan 0,1 mikro, sehingga tidak memungkinkan virus yang belum ditemukan penangkalnya itu menjangkit jamaah haji Indonesia,” pungkas dia.

Untuk diketahui, organisasi kesehatan dunia WHO menyebut, virus Corona merupakan penyakit terbaru semacam infeksi saluran napas pada manusia. Virus ini berasal dari famili virus SARS, Coronavirus.

Disebutkan, bahwa virus Corona ini tidak mudah menular antar-manusia, tetapi hanya menyebabkan infeksi saluran napas dalam bentuk ringan, seperti batuk atau flu, meski ada juga yang menimbulkan kematian.

Kasus pertama virus itu menyerang warga Saudi yang akhirnya meninggal dengan radang paru. Kemudian menyerang warga Qatar yang memiliki riwayat perjalanan ke Arab Saudi.