Digelar di Kolam Lumpur, Begini ‘Wisuda’ Pilot Pesawat Tempur di Pekanbaru

Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru menggelar acara tradisi ‘Terbang Solo’. Dua perwira dinyatakan lulus untuk membawa sendiri pesawat tempur Hawk 200 di Skadron 12. Mau tahu bagaimana tradisinya?

Prosesi ‘terbang solo’ ini digelar di halaman Lanud Roesmin Nurjadin, Rabu (24/12/2014). Acara ini dipimpin Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Kol (Pnb) Khairil Lubis, bersama jajarannya. 

Di antaranya, Komandan Skadron 12, Letkol (Pnb) Jajang Setiawan, Komandan Skadron 16, Letkol (Pnb) Firwan Dwi Cahyo, Komandan Paskhas, Letkol (Pasukan) Agustriono serta jajaran lainnya.


Di hadapan pimpinan, kedua perwira pertama yang lulus, Letda (Pnb) M Reza Sapta dan Letda (Pnb) Jefpri D Hutagalong, harus menceburkan diri ke kolam berlumpur. Mereka diperintahkan berenang bak pesawat tempur Hawk 200 dan diminta untuk menutupi wajahnya dengan lumpur.

Usai dari kolam, keduanya diminta naik ke darat dan berjongkok. Tradisinya, para komandan memberikan tepung tawar kepada keduanya.

Caranya, belasan telur dan air bunga disediakan. Kesempatan pertama, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Kol (Pnb) Khairil Lubis memecahkan telur satu per satu di atas kedua kepala penerbang baru tersebut. Selanjutnya, ada komandan lainnya yang iseng memecahkan telur, lantas disuruh telan kedua perwira pertama itu.

Suasana penuh keakraban. Para senior tepuk tangan dan tertawa. Setelah prosesi ini usai, barulah keduanya disematkan lambang Skandron 12 di baju penerbang yang dipakainya.

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Kol (Pnb) Khairil Lubis kepada detikcom mengatakan, tradisi ‘Terbang Solo’ ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap siswa sudah selesai berlatih membawa pesawat tempur.

“Mereka selama ini terbang dengan pesawat tempur bersama instrukturnya selama 15 jam. Setelah proses itu berlangsung, kini saatnya kedua prajurit kita untuk membawa pesawat tempur sendiri,” kata Khairil Lubis.

Berbagai proses ‘Terbang Solo’ ini, lanjut Khairil, merupakan kegiatan yang sudah biasa dilaksanakan ketika dinyatakan lulus untuk membawa pesawat tempur sendiri.

“Nantinya dua penerbang kita ini, akan terus belajar dalam membawa pesawat sendiri, termasuk dengan para seniornya. Ini merupakan kebanggaan tersendiri setelah dinyatakan lulus untuk membawa pesawat tempur sendiri. 

Saat ini, di Skadron 12 ada 13 penerbang. Ini ditambah lagi Skadron F16 ada 9 penerbang,” tutup Khairil Lubis.

Sumber : Detik