Dua Unit F-16 C/D 52ID Hibah Amerika Serikat Bermasalah?

Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Mayor Jenderal Purnawirawan Tubagus Hasanuddin mengatakan mendapat kabar tentang proses hibah pesawat tempur F-16 blok 25 bekas Amerika Serikat. Kabarnya dua unit F-16 yang hendak diberikan ke Indonesia dalam kondisi tidak bisa terbang.

“Ada kerusakan di air frame-nya (rangka pesawat) jadi tak bisa diterbangkan,” kata Tubagus kepada Tempo di kompleks DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis, 4 September 2014.
Tubagus belum mau menyebutkan detail sumber informasi yang dia peroleh. Dia hanya mengaku mendapat informasi tersebut dari banyak pihak.

Untuk mengecek kebenaran kabar tersebut, dia berencana memanggil TNI Angkatan Udara untuk diajak rapat dengan Komisi I. 

“Bisa jadi ini risiko hibah barang bekas,” kata dia.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto mengaku belum mendapat informasi tentang kerusakan dua unit pesawat F-16 jatah hibah untuk Indonesia. 

Meski begitu Hadi mengatakan bahwa TNI AU hanya menerima pesawat F-16 hibah dalam kondisi terbaik.

“Sebab F-16 itu harus dikirim secara diterbangkan langsung dari Amerika ke Indonesia, jadi harus kondisi terbaik,” kata Hadi saat dihubungi Tempo hari ini.

Hadi menambahkan, dalam kontrak hibah dan peremajaan pesawat F-16, TNI Angkatan Udara mendapatkan pesawat setara dengan Blok-52. Saat ini TNI AU sudah menerima tiga unit F-16 hibah Amerika Serikat. 

Sesuai rencana, sampai akhir tahun ini TNI AU akan menerima tiga unit lagi. “Diharapkan sebelum HUT TNI (5 Oktober) sudah tiba, jadi nanti ada enam F-16 dari Amerika yang dipamerkan,” kata dia.

Sumber : Tempo