Film Asing Berbahasa Jawa


Film sandiwara ini adalah hasil karya mahasiswa-mahasiswa Australian National University (ANU), penulis naskahnya adalah pengampu semester 2 ANU, George Quinn. Film sandiwara ini menceritakan tentang Sri yang menghilang dari Rumah sakit, menghilangnya karena kabur dengan seorang dokter bernama Gunawan, mereka pergi ke magelang, informasi ini diperoleh dari teman-temannya yang bertamu ke rumah pak sardi yang kebetulan disana ada bu probo yang sedang bertamu.

Seperti yang dikutip dari nikitomi.com, Suasana semakin ramai karena usut punya usut ternyata Sri adalah anak kandung dari Ibu Probo (Evangeline Hall) dan Gunawan adalah anak kandung dari Bapak Sardi (George Quinn). Kenyataan ini membuat bu probo dan pak sardi sempat cekcok, karena mereka saling menyalahkan atas tragedi minggatnya Sri dari rumah sakit.

Keramaian semakin menjadi-jadi ketika ada seorang polisi datang, polisi ini sedang mencari seorang bernama suparto yakni salah satu dari teman-temannya Sri, yang diduga sebagai pengguna narkoba. Kasus ini pun sempat masuk televise local dan ramai diperbincangkan.

Dalam film sandiwara ini memang belum ada endingnya. Karena di akhir film tertulis ana chandake atau to be continue…

Kita sangat mengapresiasi film sandiwara ini, karena bangga bahasa jawa menjadi salah satu mata kuliah di ANU, tapi ada yang lebih membanggakan, yakni spirit mahasiswa-mahasiswanya ingin mempelajari krawuh basa jawi dengan tekun dan sabar, spirit mahasiswa-mahasiswanya yang mencoba me-logat-kan bahasa jawa sama persis dengan logat jawa asli (walaupun baru pak sardi yang baru kelihatan medok jawanya).

Dan satu hal lagi, semoga spirit mereka mampu menyadarkan anak-anak muda jawa agar tidak enggan dan tidak malu berdialog menggunakan bahasa jawa karma alus atau inggil. Karena dengan mempelajari dan menggunakan basa krama inggil kita jadi tahu kepada siapa kita harus berbicara sopan dan santun.

Buat pak George Quinn dan teman-teman mahasiswanya, kito tenggo chandakanipun film’e… lan nek saget shootingipun wonten jogja lan magelang kedahipun film e saget sahe sanget :)