First Steel Cutting Pembangunan SSV, Cetak Sejarah PT PAL dalam Ekspor Kapal Perang

Indonesia patut berterima kasih kepada PT PAL Indonesia (Persero), yang kali ini mampu mengharumkan nama bangsa dengan berhasil mengekspor kapal perang ke Filipina. 

Bertempat di bengkel fabrikasi Divisi Kapal Niaga, Surabaya (22/1/15), PT PAL Indonesia melakukan pemotongan plat baja pertama (First Steel Cutting) sebagai produk ekspor  Alutsista Matra Laut, yaitu pembangunan Strategic Sealift Vessel (SSV) pesanan Kementerian Pertahanan Filipina.
 
Selama 34 tahun perusahaan ini beroperasi, baru kali pertama PT PAL Indonesia (Persero) menggarap pesanan kapal peang. Pelaksanaan pemotongan plat pertama sebagai penanda dimulai proses pembangunan kapal dihadiri langsung Kepala Staff Angkatan Laut Filipina 

(Flag Officer In Command Philippine Navy), Laksamana Madya Jesus C. Millan didampingi Duta Besar Indonesia untuk Filipina Jhonny Lumintang, Dirut PT PAL Indonesia (Persero) M. Firmansyah Arifin, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo, Kepala Staff Angkatan Laut Laksdya TNI Ade Supandi, Komisaris Utama Laksamana Marsetio, serta Wali Kota  Surabaya Tri Rismaharini.

Dalam kesempatan itu, Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo menyatakan bahwa pembangunan ini merupakan pengembangan dari kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) yang mampu dibuat oleh PT PAL Indonesia (Persero) pada tahun 2012 lalu.

“Sebanyak dua unit LPD yang telah beroperasi adalah KRI Banda Aceh-593 yang kini aktif melakukan evaluasi korban pesawat AirAsia QZ8501 dan KRI Banjarmasin-592 yang membantu misi pembebasan pembajakan perompak di Somalia dan misi kebudayaan ke berbagai negara,” tutur Indroyono.

Sementara itu Dirut PT PAL Indonesia (Persero) mengungkapkan bahwa SSV ini merupakan produk Alutsista Matra Laut pertama yang berhasil dipesan oleh negara lain. Dirinya juga menyatakan proses ini berawal dari rangkaian panjang seleksi internasional yang ketat.

“Proyek pembangunan kapal baru ini didapatkan melalui serangkaian seleksi dan tes lelang internasional yang sangat ketat,” tandas Firmansyah.

Selain itu, Firmansyah juga memaparkan klasifikasi SSV sebagai pemesanan bersejarah ini. “Kapal itu memiliki kecepatan maksimal mencapai 16 knot dengan mesin berkapasitas 2 x 2.920 kW dan berkapasitas 10.300 ton dengan draft enam meter,” sambungnya.

Firmansyah menjelaskan kapal ini memiliki nilai investasi yang mencapai 90 juta USD. Dan kapal ini juga memiliki berbagai kemampuan, diantaranya mampu mengangkut 4 tank, 1 mobile hospital, 2 Jeep dan 2 Heli. Hal itu dapat dimaksimalkan membantu Filipina dalam menangani berbagai bencana.

Sumber : Jurnalmaritim