Gado-gado LEBIH banyak SERAT?

lupa juga dimana nemuin nih artikel(maaf ya yg buat artikel)..eniwey, ternyata gado-gado yang notabene makanan khas indonesia memiliki kandungan serat yang tinggi lho! berikut penuturan Prof Dr dr Askandar Tjokroprawiro SpPD K-EMD:
Penyakit degeneratif, kata Prof Dr dr Askandar Tjokroprawiro SpPD K-EMD, memang tidak bisa disembuhkan. Untuk mengatasinya, selain rutin mengonsumsi obat-obatan, pola hidup harus diubah.

“Tidak bisa tidak, dan itu harus dengan disiplin,” tegas spesialis penyakit dalam RSU dr Soetomo Surabaya tersebut.

Soal pola makan, kata Askandar, pertambahan usia harus diimbangi dengan kian selektif memilih makanan. Yakni, dengan mengurangi makanan yang mengandung kolesterol, kadar gula yang tinggi, dan lemak. “Makanan berserat harus ditambah banyak,” terangnya.

Selain itu, harus mulai jeli melihat makanan. “Makanan yang banyak sayur dan buah belum tentu sarat gizi,” kata Askandar mewanti-wanti.

Salad yang banyak dijual di restoran cepat saji misalnya. Dia mengakui, salad memang mengandung banyak gizi. “Tapi, dressing (bumbu-bumbu dan cara memasaknya, Red) yang membuatnya tidak bagus. Gizinya memang banyak, tapi kolesterolnya tak kalah banyak,” ujar Askandar.

Padahal, makanan khas Indonesia, seperti pecel dan gado-gado, menurut Askandar, lebih kaya serat. “Maunya kan lebih gaya,” imbuhnya.

Selain itu, pola gerak harus diubah. Apabila sebelumnya banyak berdiam di depan komputer atau televisi, harus diubah. “Berdiam lama di depan komputer boleh-boleh saja. Tapi, harus diimbangi dengan gerakan teratur,” katanya.

Contoh yang paling sederhana, jelas Askandar, latihan sit up 4 x 25 setiap pagi. “Tidak perlu repot-repot pakai treadmill. Cukup lakukan di samping bed tiap kali bangun tidur. Lakukan secara teratur,” paparnya.

Selain itu, bisa dilakukan dengan jalan kaki. “Tapi, jangan terlalu jauh dan cepat. Terutama bagi mereka yang mengalami osteoarthitis atau pengeroposan sendi. Kalau dipaksakan, bisa-bisa tidak sembuh penyakitnya itu,” pungkasnya.