Hati-Hati dengan Apa yang Anda Makan!!

Apakah makanan yang akan Anda santap sudah higienis? Hati-hati! Anda patut waspada dengan apa yang akan Anda makan. Walau sudah dimasak dengan baik sekalipun, penyakit-penyakit berbahaya masih mengancam Anda. Berikut ini adalah 10 Makanan yang berpotensi menyebarkan bakteri berbahaya dalam tubuh Anda dan bagaimana cara mencegahnya :

1. SAYUR KECAMBAH :
Tauge cukup lezat jika dimakan dengan gado-gado atau sebagai lalapan. Tapi waspadalah! Sayuran jenis kecambah – termasuk tauge – menduduki peringkat teratas sebagai sayuran paling tidak higienis dan paling mudah terhinggapi bakteri salmorella.
Agar terhindar dari penyakit yang disebabkan bakteri tersebut (e.g. muntaber dan diare), sebaiknya cuci bersih sayuran kecambah. Akan lebih baik jika dicuci dengan air kaporit, tiriskan, lalu dicuci bersih dengan air PAM, dan dimasak. Jangan makan mentah karena dikuatirkan masih ada sisa bakteri salmorella yang hinggap.

2. TELUR : Banyak para atlet yang memakan telur mentah-mentah (kadang diblender dengan sayuran, susu lemak rendah atau buah). Bahkan banyak pria “macho” yang menjadikan telur mentah sebagai menu sarapan sehari-hari. Well, My Friend. Segera buang jauh kebiasaan itu. Ditengarai setiap 10.000 butir, terdapat 1 yang terhinggapi bakteri salmorella. Lebih baik mana : terlihat macho tapi mencret-mencret, atau hidup sehat (walau perut sedikit buncit karena kandungan lemak telur yang cukup tinggi)? ^_^
Agar terhindar dari sakit perut, masak telur hingga benar-benar matang. Jika Anda tidak bisa menghindari kebiasaan makan telur mentah, satu-satunya cara adalah melakukan pasterisasi telur. Namun cara ini tentu mahal dan sangat merepotkan. Anyway, it’s your choice.

3. DAGING BURGER / STEAK
Makan daging sapi yang dibakar / disteak, tentu sudah menjadi hal umum. Tapi alangkah baiknya jika Anda meminta waiter untuk menyediakan well-done steak. Bukan berarti Anda banci yang tidak bisa menikmati steak yang “juicy” dan masih berdarah-darah, tapi pertimbangkan risiko penyakitnya. Daging yang setengah matang, biasanya bagian tengah daging masih mentah. Nah, di sanalah bakteri E. coli, salmorella, atau Ebola bersemayam. Enakan mana : daging matang atau macho tapi terjangkit Ebola?
Pada daging, bakteri akan mati setelah dimasak pada suhu 160 derajat celcius selama 5 menit. Gorenglah daging dahulu sampai cukup matang, barulah dibakar. Daging akan menjadi sedikit alot, dan mungkin rasanya akan berubah. Tapi itu jauh lebih baik, daripada kena penyakit kan?

4. SAYURAN YANG TERBUNGKUS PLASTIK DENGAN RAPAT
Agar sayuran bersih dan tetap segar, beberapa produsen membungkus sayur itu rapat-rapat. Perlakukan demikian, justru mendatangkan bahaya. Selain sayuran menjadi rusak karena tidak ada udara mengalir, udara lembab dan panas di dalam plastik justru membuat bakteri E.coli tumbuh subur, terutama pada sayuran lettuce dan bayam. Karena itu, jika Anda ingin membeli sayuran dalam plastik, pastikan plastik tidak berada dalam kondisi tertutup rapat, dan harus ada lubang untuk sayuran bernafas.
Setelah membeli sayuran itu, cuci bersih sayuran sebelum dimasak. Lakukan pencucian sedikitnya 2X (cuci, tiris, lalu cuci dan tiris lagi) untuk memastikan sayuran benar-benar bersih sebelum dimasak. Jika sayuran itu terdiri dari daun yang berlapis-lapis seperti kol atau lettuce, buang 2 lembar pertama dulu sebelum sayuran dicuci.

5. SUSHI
Ini pun makanan sumber parasit, ulat panjang, ulat bulat, dan ulat bundar. Bagaimana pun bersihnya sushi, tetap berpotensi berisi telur cacing yang bisa berpotensi membuat Anda keracunan (bahkan pada beberapa kasus tertentu, bisa membuat wanita terkena kista / kanker rahim). Mencelupkan sushi ke dalam wasabi atau kecap asin pun tidak terlalu membantu, karena hanya membuang bakteri di luar. Sedangkan telur ulat biasanya berada di tengah-tengah daging.
Jika Anda ingin sehat, hindari makan sushi. Masaklah ikan dengan suhu minimal 145 derajat Celcius.
Kalau pun Anda benar-benar tidak bisa lepas dari sushi, pastikan sushi yang Anda makan adalah sushi yang sudah disimpan dalam pendingin bersuhu -3 derajat celcius selama minimal 15 jam (telur ulat akan mati dalam kondisi tersebut). Jika pemilik restoran tidak bisa memberikan kepastian, sebaiknya pertimbangkan lagi niat Anda untuk makan sushi.

6. AYAM
Makan ayam setengah matang pun berpotensi terserang bakteri salmorella dan complybacter (bakteri yang menyerang syaraf).
Jadi, pastikan ayam yang Anda makan benar-benar masak. Jika perlu, pastikan ayam Anda digoreng sebelum tersaji di meja makan.

7. MAYONESSE
Walau jarang terjadi, namun mayonesse pun berpotensi menjadi sarang salmorella, terutama sekali jika mayonesse yang kita makan telah tersimpan cukup lama (atau tutupnya tidak rapat).
Pastikan jika Anda menggunakan mayonesse, tutuplah dengan rapat dan simpan di kulkas. Jangan simpan lama-lama mayonesse Anda. Walau tanggal kadaluarsa masih lama, tapi begitu tutupnya terbuka, mayonesse hanya tahan 1-2 minggu (walau tersimpan dalam freezer sekalipun). Karena itu, jika tidak terlalu butuh, belilah mayonesse dalam ukuran kecil, dan pastikan isinya habis segera.

8. MELON
Walau tampak aman, ditengarai Melon Honduras sering menjadi sarang salmorella. Kulitnya yang tipis, dengan mudah dapat dipenetrasi bakteri itu.
Karena itu, saat membeli buah melon, pastikan kulit melon tidak pecah / retak / rusak. Sebelum mengupas melon, lap kulitnya dengan air bersih (lebih baik air kaporit, kalo ada).

9. KEJU NON-PASTERISASI
Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, keju non-paterisasi (khususnya keju kambing) adalah makanan favorit. Jika Anda kebetulan menyukainya, waspadalah! Karena keju tersebut menyimpan bakteri salmorella, listeria, dan E. Coli. Keju ini pun sangat tidak baik untuk wanita hamil, anak-anak, orang tua, atau orang yang daya tahan tubuhnya tidak kuat. Jadi, sebaiknya jangan makan keju ini. Kalau pun sudah kadung suka (karena rasanya yang tajam dan khas, serta jauh lebih enak dan renyah daripada keju biasa), paksakan untuk menghindarinya.

10. SALAD DI FAST FOOD
Beberapa restoran fast-food menyediakan salad yang terhampar bebas di meja. Anda tinggal mengambilnya. Gampang. Higienis? Ternyata tidak! Sayuran yang diletakkan dengan bebas justru paling mudah dihinggapi virus dan bakteri. Walau sebersih apapun restoran itu, tetap saja tidak akan mampu menahan bakteri yang menempel.
Salad akan tetap bersih dan segar jika tersimpan di tempat pendingin atau diletakkan di tempat dengan suhu yang cukup dingin. Memang tidak akan membunuh bakteri, tapi setidaknya mengurangi jumlah bakteri yang akan menghinggapinya.