Ide penerapan teknologi buat Ahok

Katakepo.blogspot.com – Saya senang melihat dalam berbagai kesempatan Ahok banyak memberi solusi online untuk mengatasi masalah kontrol dan birokrasi dalam upayanya membenahi Jakarta. Ide-ide Ahok soal penerapan teknologi sangat masuk akal dan bisa diterapkan asal ada orang-orang yang penuh dedikasi dan mau berubah.

Ahok berpikir praktis layaknya seorang pengusaha yang berusaha memecahkan masalah perusahaannya, tetapi dalam skala yang jauh lebih besar dari segala jenis perusahaan di jagat ini, kalau boleh diberi nama: Jakarta Inc.

Berdasarkan pengalaman saya selama 20 tahun di industri teknologi komputerisasi dan internet, saya ingin memberikan kontribusi soal penerapan teknologi di Jakarta. Sudut pandang saya adalah mikro, tidak melihat dari sisi organisasi pemerintahan yang sangat kompleks, tetapi saya melihat pandangan ini selaras dengan gaya manajemen Ahok yang sering kali melihat Jakarta sebagai sebuah perusahaan.

Dari sudut pandang manajemen perusahaan, berikut ide sederhana yang saya pikirkan:

1. Pilih CTO

Dalam sebuah perusahaan yang banyak menerapkan teknologi, perlu dipilih seorang chief technology officer (CTO) yaitu seorang direktur teknologi. Orang ini harus dari orang teknologi, yang mempunyai passion dalam bidang teknologi, tahu soal internet, network, programming, dan penerapannya. Dia harus seorang analis sistem yang handal dan terlebih harus bisa berpikir seperti orang awam. Yang saya maksudkan adalah orang bisa menerjemahkan teknologi yang kompleks untuk kemudahan penggunanya. CTO ini bertugas untuk membangun blue print bagaimana sebuah sistem akan dikembangkan, dan bagaimana supaya sistem ini mudah dipakai oleh penggunanya, dan mampu menganalisa hasilnya.

2. Fokus di integrasi

Sistem harus dibangun dengan terintegrasi, tergabung antar satu sistem dan sistem lain yang tujuannya adalah untuk menghindari pekerjaan ganda, menghindari data yang tercerai-berai dan memastikan data selalu terverifikasi keakuratannya. Contoh kecil: saat ini sudah ada data mengenai STNK mobil, mobil mana saja yang dimiliki oleh orang Jakarta dan mana yang non-Jakarta.

Nantinya apabila ada penerapan larangan mobil non Jakarta masuk Jakarta, jangan pernah mengopi data STNK ke dalam database yang baru. Integrasikan dengan sistem yang lama supaya hanya ada satu database, karena data yang lama sudah ada sistem kontrolnya, sudah ada tim yang mengecek akurasi data. Apabila data STNK dikopi ke database baru, database baru ini tidak ada yang kontrol sehingga mudah untuk dimanipulasi. Orang yang nakal bisa saja meminta mengganti datanya dan sulit untuk bisa diverifikasi karena tidak adanya sistem kontrol.

3. Utamakan user interface

Menganggap semua orang bodoh adalah cara Steve Jobs menciptakan produk Apple yang sangat mudah dioperasikan. Dalam membangun sebuah sistem, kunci pentingnya adalah mudah dan cepat dioperasikan, untuk itu perlu dibuat user interface atau cara pengoperasian yang bahkan orang yang paling gaptek sekalipun mengerti.

Dalam setiap meeting koordinasi selalu bahas user interface untuk menyempurnakan dan terus menyempurnakan. Less clicks are better, sesedikit mungkin meng-klik karena setiap klik menambah waktu kerja. Kalau antrean ada 1.000 orang, satu klik 1 detik, berarti sudah terhambat 16 menit.

4. Implementator yang tidak kompromi

Satu sistem akan berjalan dengan baik kalau penggunanya mau menuruti aturan. Penerapan teknologi hanya bisa terjadi kalau orang yang menerapkan (implementator) adalah orang yang tidak kompromi. Yang dalam kamusnya tidak pernah mengenal kata “keluar jalur” dan tidak punya toleransi terhadap kesalahan. Kelemahan utama dari sistem yang bagus adalah seringkali tidak digunakan, karena implementatornya tidak bisa memaksa penggunanya untuk memakai teknologi baru.

Empat ide di atas adalah berdasarkan pengalaman saya membangun merdeka.com dan KapanLagi.com. Skalanya kecil hanya ada 300-an karyawan di dalam perusahaan, tetapi sistemnya jalan selama 24 jam setiap hari dan dalam 10 tahun tidak pernah mati, dan setiap bulan dinikmati oleh 15 juta orang Indonesia.

Sukses untuk Ahok! Semoga administrasi yang efisien menjadikan Jakarta tempat hidup yang lebih baik.