Ilmuwan Australia Teliti Bahaya Mengetik SMS sambil Berjalan

Katakepo.blogspot.com – MELBOURNE, Secara awam pun mungkin memang sudah diketahui bahwa mengetik SMS sambil berjalan tidaklah aman. Namun, kini pendapat tersebut sudah didukung bukti ilmiah dari sejumlah peneliti dari Australia.

Menurut ahli fisioterapi Dr Siobhan Schabrun dari University of Western Sydney, orang cenderung memperlambat langkah dan tidak berjalan lurus saat berkirim SMS. Ditambah lagi, kepala cenderung bergerak-gerak hingga gaya “jalan robot” ini bisa merusak keseimbangan.
Hasil penelitian para ilmuwan ini diterbitkan hari Kamis (23/1/2014) dalam jurnal PLOS ONE.
“Beberapa tahun terakhir ada lebih banyak pemberitaan ajaib tentang orang-orang yang berkirim SMS sambil jalan dan tercebur di air mancur, jatuh dari dermaga, atau melintas rel,” jelasnya.

“Kita ingin tahu seberapa besar pengaruh berkirim SMS terhadap kemampuan berjalan dan menjaga keseimbangan, terutama pada populasi muda yang sepertinya lebih bisa menangani beberapa kegiatan sekaligus.”
Maka dari itu, Schabrun dan rekan-rekan dari University of Queensland pun mengadakan percobaan terhadap 26 orang yang berusia sekitar 30 tahun.
Masing-masing harus berjalan sejauh 8,5 meter sebanyak tiga kali. Satu kali tanpa sambil menggunakan ponsel, satu kali sambil membaca SMS, dan satu kali sambil mengetik SMS.
Dengan menggunakan sebuah sistem kamera, para peneliti menangkap tanda-tanda pemantul yang dikenakan para partisipan untuk menganalisa gerakan mereka.
Schabrun dan rekan-rekan mendapati bahwa orang-orang berjalan lebih lambat saat berkirim SMS dan jalan mereka keluar jalur ke arah kanan atau kiri. Ini paling terlihat saat mengetik SMS.
Selain itu, kepala mereka yang berjalan sambil berkirim SMS biasanya bergerak-gerak agar tetap bisa melihat ponsel. Ini mengakibatkan rusaknya keseimbangan.
Temuan-temuan penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya tentang pengaruh berkirim SMS. Namun, dalam penelitian sebelumnya, para partisipan mengenakan tudung sehingga hanya bisa melihat telepon. Ini berarti temuan sebelumnya bisa jadi disebabkan para partisipan tidak bisa melihat ke arah samping.
Menurut Schabrun, banyak partisipan yang melaporkan bahwa mereka mengalami kecelakaan saat berkirim SMS. “Sekitar 35 persen melaporkan kejadian seperti benturan, tersandung, menabrak orang atau benda saat berkirim SMS dengan ponsel,” ucapnya.