Indonesia Disambangi Kapal Perang Canggih Amerika

Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin, 22 Desember 2014 kedatangan kapal perang canggih milik Angkatan Laut Amerika Serikat bernama USS Fort Worth (LCS-3). Tiba di Jakarta pada siang tadi, USS Fort Worth membawa kru sekitar 100 orang dan helikopter nirawak.


Menurut penjelasan juru bicara Komandan Logistik area Asia Pasifik, Clay Doss, ini merupakan kunjungan pertama dari jenis kapal perang pesisir (Litoral Combat Ship) ke Jakarta. 
 
Kapal tersebut akan bertugas di pangkalan militer di Singapura selama 16 bulan ke depan. Doss menyebut, pengiriman kapal ini, sebagai bagian dari upaya mendukung kebijakan penyeimbangan kembali Negeri Paman Sam di kawasan Asia Pasifik.


“Inisiatif untuk menyeimbangkan tersebut sudah diambil sejak tahun 2011 lalu, ketika digelar Dialog Shangri-La di Singapura. Akhirnya ide itu terealisasi dengan mengirimkan kapal USS Freedom (LCS-1),” ujar Doss.


Namun, saat itu, lanjut Doss, kapal USS Freedom tidak mampir ke Jakarta. Sebab, tidak dimasukkan ke dalam jadwal. Maka, ketika masa pelayaran USS Freedom selama 10 bulan usai, USS Fort Worth dijadwalkan untuk berlabuh di Jakarta.


Kapal itu akan ikut bergabung dengan armada ke-7 yang bertugas di kawasan Asia Pasifik. USS Fort Worth akan bertugas selama 16 bulan ke depan.


“Mereka akan tetap berada di Jakarta hingga beberapa hari ke depan. Kami baru akan melanjutkan perjalanan pada tanggal 29 Desember 2014,” imbuh dia.


Selain berlayar di Indonesia, USS Fort Worth juga akan berkunjung ke negara Asia Tenggara lainnya seperti Vietnam, Filipina, Malaysia dan Bangladesh. Sama seperti tugas kapal sebelumnya, USS Fort Worth juga akan berpartisipasi dalam latihan bersama dengan AL di kawasan regional dan saling bertukar pengalaman.


Ketika ditanya alasan Indonesia sebagai negara yang dikunjungi oleh USS Fort Worth, Doss mengatakan, karena Indonesia adalah mitra kunci bagi AS.


“AL AS juga memiliki hubungan yang baik dengan TNI Angkatan Laut dan kerap berlatih bersama. Sebagai contoh, kami berlatih bersama di ajang CARAT dan kerjasama RIM Pacific,” kata dia.


Walau memiliki peralatan canggih, namun Doss menyebut AL AS tidak ingin sesumbar dengan mendikte bagaimana sebaiknya TNI AL harus meningkatkan kemampuannya.


“Tujuan dari kemitraan ini yaitu meningkatkan profesionalisme. Kami belajar dan berlatih bersama. Bukan berarti kami datang kemari, lalu AL dari negara lainnya. Inti dari semua ini yaitu bagaimana saling meningkatkan kemampuan masing-masing,” kata dia. 
 
Sumber : Viva