Inilah 3 Kisah Cinta Yang Berawal Dari Dunia Maya

Inilah 3 Kisah Cinta Yang Berawal Dari Dunia Maya – Yang namanya cinta memang tak ada logika, itulah kata Agnes Monica. Pertemuan dan perpisahan sebuah kisah cinta terkadang bisa terjadi dimana saja, bisa di kantor, sekolah, mall, bahkan di bus kota mungkin. Namun kini seiring dengan perkembangan jaman, jatuh cinta dan saling sayang bisa dimulai dari media sosial yang kini sedang menjadi tren baru kalangan muda-mudi.

Banyak kisah-kisah membahagiakan bagi mereka yang dipertemukan di dunia maya. Tapi tak sedikit pula yang berakhir dengan patah hati. Namun bagi anda yang sudah terlanjur kapok mencari pasangan di dunia maya, sebaiknya tunggu dulu.

Nggak semua demikian. Melalui kisah berikut ini, momo akan mengingatkan kembali kepada anda agar selalu waspada menjalin cinta via dunia maya. Bagaimana kisahnya? yuk kita simak ceritanya sama-sama.

1. Kepalsuan
Aku bertemu dia di Facebook dua tahun lalu. Ia orang yang ramah, dewasa, dan lucu. Diam-diam mulai dari berbalas komentar status, kami sering meninggalkan pesan di inbox. Setelah itu, kami jadi intens chatting. Karena terpisah pulau, akhirnya kami memutuskan pacaran jarak jauh. Aku bahagia sekalipun ia jauh, karena ia sangat mengerti aku dan sangat memperhatikanku. Aku tak merasa ia jauh.

Dua tahun! Aku dibuai dengan rayuan dan cerita seperti di dongeng. Aku berkhayal tentang pernikahan bahagia dan memiliki anak yang lucu bersamanya. Sampai akhirnya aku tahu ternyata ia pria beristri yang sudah beranak tiga.

Lewat seorang teman yang tak sengaja satu pulau dengannya, aku mengetahui rahasia yang selama ini disembunyikan dariku. Aku begitu polos dan mau tertipu rayuannya. Hingga akhirnya aku menyia-nyiakan waktuku.

Setelah aku tahu kenyataan, bukannya ia meminta maaf padaku. Ia menghilang begitu saja. Tak mau mempertanggung jawabkan perasaanku kepadanya yang sudah hancur berkeping-keping. Bahkan, aku tak tahu apakah ia benar-benar mencintaiku juga, atau tidak.

2. Melewati Batas
Semua teman-temanku sudah punya pacar, dan berkali-kali gonta ganti pacar. Kalau aku, belum pernah sekalipun dekat dengan pria manapun. Hingga aku duduk di bangku kuliah ini, aku belum pernah punya pacar.

Akhirnya aku berkenalan dengan seseorang di internet. Ia bilang aku orang yang pemalu, tetapi penuh pesona. Kami intens chatting dan ia juga sering meneleponku. Ia membuat kepercayaan diriku bangkit, serta membuatku lebih berani. Akhirnya kami berpacaran. Tetapi tak berapa lama, kesibukan kuliah membuatku sering harus keluar dengan teman-teman atau tak bisa cepat membalas pesannya. Dari situlah ia berubah menjadi mengerikan.

Memakiku bila aku telat membalas SMS atau mengangkat teleponnya. Meneriakiku hanya karena ponselku mati dan kehabisan baterai. Aku begitu tersiksa berpacaran dengannya. Akupun berusaha untuk putus saja, tetapi ia mengancamku dengan berbagai macam hal. Ia juga menerorku setiap malam, lewat akun Facebookku, atau akun social media lainnya.

Salah seorang sahabatku memberi solusi yang tak pernah kupikirkan sebelumnya. Karena aku belum pernah bertemu dengannya, aku ganti nomor teleponku, aku hapus semua akun social mediaku sehingga ia tak akan bisa menghubungiku lagi.

3. Seperti Kisah Zaskia Gotik
Lewat akun Facebook aku bertemu calon suamiku. Hanya dalam tiga bulan saja kami sudah berencana menikah. Ia mengaku duda tanpa anak dan bercerai karena istrinya tak mencintainya lagi. Aku percaya saja dengan ceritanya, apalagi ia jauh-jauh dari Palembang datang ke tanah Jawa dan seringkali menemuiku.

Hampir setiap minggu ia mengunjungiku dan kupikir memang inilah caranya menunjukkan bahwa ia serius. Tapi bodohnya aku tak pernah curiga, dengan uang apa ia setiap minggu terbang ke Jawa? Padahal pekerjaannya juga hanya seorang pedagang.

Dalam waktu tiga bulan saja, aku selesai mempersiapkan pernikahanku. Rencananya ia akan menetap di Jawa dan memindahkan usahanya ke sini agar bisa dekat bersamaku. Total, hanya dalam 6 bulan saja aku mengenalnya, tanpa tahu benar latar belakangnya seperti apa.

Tiba-tiba tiga hari sebelum kami menikah, datanglah sebuah mobil yang isinya keluarga tak kukenal. Seorang wanita hamil 7 bulan, bersama dua anaknya, dan beberapa orang tua. Mereka marah-marah padaku, dan membeberkan semua kebusukan calon suamiku. Nyatanya ia tidak tinggal di Palembang. Asalnya tak jauh dari kota tempat aku tinggal, mungkin hanya 2 jam perjalanan. Asalnya memang dari Palembang, tetapi ia sudah lama pindah karena ikut istrinya.

Aku dibuat malu besar olehnya karena harus membatalkan pernikahan, padahal undangan sudah tersebar luas ke seluruh sanak dan teman-temanku. Aku juga habis dimaki dan dianggap perusak rumah tangga orang karena hendak merebut suaminya. Aku menyadari kesalahanku dan terima saja semua makian itu. Aku meminta maaf padanya, karena aku telah tertipu. | vemale.com