Inilah 4 Perlawanan Vanny Rossyane Dari Dalam Tahanan

Inilah 4 Perlawanan Vanny Rossyane Dari Dalam Tahanan – Model seksi, Vanny Rossyane, kini meringkuk di balik jeruji besi tahanan Direktorat Narkotika Bareskrim Polri. Padahal beberapa bulan sebelumnya, dia baru saja berkoar-koar soal kebobrokan di LP Cipinang menghadapi jaringan narkoba terorganisir yang dipimpin salah satu napi, Freddy Budiman.

Kala itu Vanny yang mengaku sebagai mantan kekasih Freddy tak terlihat takut sedikit pun atas apa yang dia ucapkan. Pengakuannya pun berbuntut pada pemecatan Kalapas Narkotika Cipinang, Thurman Hutapea.

Sebulan setelah kejadian itu, rupanya nasib Sial menimpa wanita berambut panjang itu. Dia diciduk di Hotel Mercure di kawasan Hayam Wuruk, bersama barang bukti sabu dan alat pengisapnya.

Meski Vanny Rossyane sempat menolak diamankan, akhirnya petugas berhasil menyeret Vanny ke tahanan. Dia merasa dijebak. Tak terima dengan perlakuan itu, dari dalam selnya Vanny menyatakan perlawanan pada polisi.

Berikut empat perlawanan Vanny Rossyane atas penangkapan yang diyakini sebagai jebakan:

1. Siap buka-bukaan di pengadilan
Melalui kuasanya, Windu Wijaya, Vanny Rossyane mengeluhkan banyak kejanggalan di balik penangkapannya pada Senin (16/9) lalu. Windu mengatakan, Vanny ingin cepat merampungkan berkas agar segera disidang.

“Dia tidak mau menunda berkas kasus ini ke Kejaksaan. Justru dia mau berkas cepat selesai. Nanti dia siap akan bongkar semua di pengadilan,” kata Windu.

Kepada Windu, Vanny lagi-lagi mengatakan penangkapannya merupakan suatu jebakan dan dia siap membuktikan kebenarannya di pengadilan.

2. Seret nama Anggita Sari
Sosok Arun (sebelumnya ditulis Harun), pria yang mengundang Vanny Rossyane datang ke Hotel Mercure di Hayam Wuruk, Jakarta Barat, masih jadi misteri. Arun diketahui, berada bersama Vanny sebelum penangkapan di Hotel Mercure, Jakarta Barat, Senin (16/9) lalu.

Pada kuasa hukumnya, Windu Wijaya, Vanny mengaku tak begitu mengenal sosok Arun. Dia baru mengenalnya pada pertengahan bulan Januari 2013 lalu. Menurut Vanny, orang yang paling mengenal Arun adalah Anggita Sari.

“Dari keterangan Vanny, Arun memang mengenal Anggita. Vanny bilang Arun sering berkomunikasi dengan Anggita Sari. Kalau mau tahu siapa Arun, apa pekerjaannya coba tanya Anggita, dia yang lebih kenal Arun,” ujar Windu.

Windu menjelaskan, dirinya belum mengetahui pasti hubungan Arun dengan Anggita. Namun, Windu mengatakan untuk dapat mengungkap kasus ini polisi harus berani menangkap Arun.

“Dia kunci jawaban untuk ngungkap kasus ini apakah dijebak atau tidak. Saya rasa polisi tidak sulit lah menangkap Arun. Pin BB nya ada di Vanny, ciri-cirinya juga sudah diketahui,” paparnya.

3. Penangkapannya dicepuin
Neneng Royati (49) ibunda Vanny Rossyane menjenguk anaknya di sel tahanan Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Cawang, Jakarta Timur. Neneng menceritakan sebelum ditangkap Vanny mengaku ada yang memberikan informasi kepada polisi terkait penangkapannya.

“Saya tahunya anak saya ditangkap pas saya SMS. Karena rumah dikunci, nah kuncinya sama Vanny. Pas saya SMS dia mau nanya keberadaannya, dibalesnya ditangkap polisi, karena ada yang cepuin” ungkap Neneng.

Neneng menjelaskan, menurutnya Vanny adalah seorang anak yang tertutup dan tidak mau membicarakan masalah pribadinya terhadap sang ibu. Bahkan menurutnya, ketika marak pemberitaan terhadap anaknya terkait membongkar kasus penyimpang yang terjadi salah satu ruangan di Lapas Narkotika Cipinang beberapa waktu lalu Vanny juga enggan memberitahu kepada sang ibu.

4. Bawa-bawa nama pejabat
Saat ditangkap polisi, Vanny sempat berteriak akan melaporkan jebakan yang dilakukannya pada seorang pejabat. Tapi Vanny tak menyebut siapa pejabat yang dimaksud.

“Saat ditangkap, dia sempat menggertak petugas, bilang kenal pejabat, lalu mengancam sambil menelepon orang itu,” ujar Direktur Direktorat Narkoba, Brigjen Arman Depari.

Belakangan, muncul nama Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang mencium aroma tak sedap dalam penangkapan Vanny Rossyane. Kompolnas yakin motif penangkapan Vanny karena balas dendam

“Bisa jadi kemungkinan polisi balas dendam karena Vanny membongkar peredaran narkoba di lapas,” ujar Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), M Nasser.

Apakah orang yang ditelepon Vanny kemarin komisioner Kompolnas, atau ada pejabat lain yang melindunginya? Vanny belum mau membeberkan. | merdeka.com