Inilah 4 Tanda Seseorang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

Inilah 4 Tanda Seseorang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar – Salah satu keistimewaan di bulan Ramadhan adalah datangnya malam Lailatul Qadar, yakni malam yang penuh berkah dan lebih baik dari 1000 bulan. Sudah seharusnya kita sebagai umat muslim berlomba-lomba untuk mendapatkan berkah dari malam yang hanya datang sekali dalam setahun itu.

Kira-kira apa sajakah tanda-tanda seseorang yang akan mendapatkannya?

Menurut Ustad H Ahmad Zaky, tanda-tanda seseorang telah mendapatkan malam Lailatul Qadar adalah:

  1. Dia senantiasa akan berusaha ingin menjadi yang terbaik di mata Allah SWT begitu pula dengan sesama manusia. Selalu mengerjakan perintah Allah SWT dan melakukannya dengan cara terbaik di mata Allah SWT.
  2. Orang yang berhasil mendapatkan Lailatul Qadar akan selalu merasa kurang khususnya dalam soal beribadah. Selain ibadah wajib yakni sholat lima waktu, ia juga tidak pernah meninggalkan ibadah sunnah seperti tahajud dan tarawihnya tidak pernah absen.
  3. Dalam kehidupan sehari-hari baik dengan atasan maupun bawahan, ia selalu menjadi orang yang rendah hati dan bersikap sewajarnya saja. Tidak merasa sombong dan angkuh khususnya kepada sesama manusia.
  4. Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar akan terlihat lebih bersinar wajahnya dan enak untuk dipandang. Namun tanda-tanda ini juga hanya bisa dirasakan dan dilihat oleh orang-orang yang senantiasa selalu dekat kepada Allah SWT.

Selain 4 tanda-tanda yang disebutkan oleh Ustad H Ahmad Zaky, ada juga tanda-tanda lain yang dirasakan langsung oleh orang yang telah mendapatkan Lailatul Qadar.

Misalnya ia akan mengalami peristiwa spiritual yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Pengalaman spiritual ini akan selalu ia ingat dan akan tertanam di hatinya sehingga akan bertambah keyakinannya terhadap Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW diutus ke bumi tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menyempurnakan ahlak manusia. Sehingga serajin apapun seseorang menjalankan ibadah kepada Allah SWT tidak bernilai apa-apa jika tidak memiliki ahlak yang mulia.

Karena pada dasarnya tujuan ibadah itu sendiri adalah untuk membenahi ahlak manusia. Ahlak itu sendiri diperlukan dalam upaya mewujudkan perdamaian di muka bumi karena salah satu arti Islam adalah perdamaian : damai kepada diri sendiri, damai kepada orang lain dan damai kepada Allah Penguasa Alam Semesta. | jadiberita.com