Inilah Beberapa Ulah Yang Pernah Dilakukan Anak Ahmad Dhani

Inilah Beberapa Ulah Yang Pernah Dilakukan Anak Ahmad Dhani – Kecelakaan terjadi di jalan tol Jagorawi arah Ciawi menuju Jakarta (kilometer 8) pada Minggu (8/9/2013) dini hari. Tiga mobil tabrakan, enam orang meninggal dunia, belasan lainnya luka-luka.

Kecelakaan itu cukup menarik perhatian media karena jumlah korban tewas banyak. Peristiwa tersebut makin disorot setelah diketahui anak musisi Ahmad Dhani, Abdul Qodir Jaelani atau Dul, terlibat.

Dul yang masih berusia 13 tahun diduga mengendarai kendaraannya, Mitsubishi Lancer Evo X, dengan kecepatan tinggi. Mobil sedan tersebut menabrak pembatas jalan dan mengalami oleng hingga menyeberang ke jalan tol arah Cibubur.

Anak seperti Dul yang belum 18 tahun atau memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi) mengendarai mobil sekelas Lancer yang dapat berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya di bawah lima detik saja dengan kecepatan tertinggi mencapai 265 km/jam.

Penyebab kecelakaan belum bisa dipastikan oleh pihak kepolisian. Dugaan sementara, Dul ketika itu berusaha menghindari mobil yang ada di depannya, sehingga banting stir ke kanan.

Musibah tersebut bukan yang pertama bagi keluarga Ahmad Dhani. Anak sulungnya, Ahmad al Gazali atau Al, pernah ketahuan mengisap rokok dan minum minuman berakohol. Saat itu, Al berumur 14 tahun (dua tahun lalu).

Dhani dan Maia bercerai sejak 2008. Sempat terjadi keributan terkait hak asuh anak. Berdasarkan keputusan Mahkamah Agung (MA), hak asuh jatuh ke tangan Ahmad Dhani dan Maia Estianty alias hak asuh bersama.

Untuk kasus Al, Dhani dan Maia saling lempar kesalahan. Dhani menyalahkan Maia karena hal itu terjadi saat berada di rumah mantan istrinya itu. Maia juga tidak mau disalahkan karena selama ini anak-anak lebih banyak dalam pengawasan Dhani.

Untuk kasus Dul, belum ada tanggapan Maia hingga berita ini diturunkan. Dhani siap bertanggung jawab atas korban.

Kasus Al dan Dul hendaknya dijadikan pelajaran. Setiap orang tua pasti menyayangi anaknya. Sebisa mungkin jika mampu, keinginan pasti diprioritaskan. Namun, harus dilihat dulu waktu dan umur, apakah anak itu pantas atau tidak mendapatkannya. | titajayanet.blogspot.com