Inilah “Tim Mata-Mata” Yang Menjadi Salah Satu Kunci TIMNAS U 19

Inilah “Tim Mata-Mata” Yang Menjadi Salah Satu Kunci TIMNAS U 19 – Empat pemuda ini sibuk dengan laptopnya masing-masing di salah satu sudut Stadion Gelora Bung Karno saat tim nasional U-19 Indonesia sedang berjuang. Tak banyak yang tahu apa yang sedang dikerjakan Syafiq Bahanan cs. Diam-diam mereka ikut berperan dalam kejayaan Evan Dimas Darmono dkk.

Keempat pemuda ini merupakan anggota tim High Performance Unit dari Lab Bola yang bertugas menyuplai statistik dan analisa mengenai penampilan timnas U-19 serta calon lawan kepada pelatih Indra Sjafri.

Berkat bantuan data yang mereka berikan, Indra mampu meracik formula yang tepat sehingga Indonesia tak terkalahkan di Kualifikasi Piala Asia U-19 Grup G

Syafiq bercerita mengenai awal mula dipercaya oleh Badan Tim Nasional untuk membantu Indra Sjafri. Lab Bola sudah menyuplai data statistik dan analisa pertandingan kepada timnas U-19 sejak Piala AFF U-19. Hasilnya saat itu Indonesia berhasil menjadi juara. Karena sukses, Lab Bola kembali dipercaya di Kualifikasi Piala Asia U-19.

“Semua berawal dari pemusatan latihan di Sidoarjo. Kami menggirimkan proposal. Kemudian kami dipercaya setelah trial tiga pertandingan hasilnya memuaskan. Indra Sjafri merasa membutuhkan data statistik dan analisa dari kami,” terang Syafiq.

Saat Tim nasional Indonesia U-19 akan menghadapi Korea Selatan di pertandingan terakhir babak kualifikasi Grup G Piala Asia U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Badan Tim Nasional (BTN) menugaskan kepada tim High Performance Unit (HPU) menganalisa permainan Taeguk Warriors. Analisa pertandingan dilakukan termasuk saat Korea Selatan U-19 melawan Filipina U-19 kemarin malam.

Tim HPU menyikapinya dengan mengirimkan personil menyaksikan secara langsung latihan Korea Selatan. Pelatih Indra Sjafri juga meminta data terkait tim Korea Selatan kepada tim HPU.

“Kami mengirimkan seorang personel untuk melihat latihan Korea Selatan. Kalau kami yang turun, petugas keamanan sudah mengetahui kami,” ujar Indra Sjafri.

Sumber