Jika Saja Kita Tau (about global warming)

Jika saja kita Tahu…

Nggak menancapkan colokan listrik walopun ketika alat elektronik itu dimatikan = menghemat 40-50% biaya listrik yang harus anda bayarkan tiap bulannya.
Dan berarti pula, mengurangi panas yang timbul dari alat elektronik yang merembet ke pemanasan global.

Kantong plastik butuh waktu 1000 tahun untuk terurai di TPA (tempat pembuangan akhir). Sekitar 300 juta buah kantong plastik dibuang tiap tahunnya di Indonesia. Belum lagi yang dibuang di sungai belakang rumah dan tempat yang tidak semestinya.
Dan 10 kg kertas koran yang siap di jual loakan… itu membutuhkan 1 pohon yang butuh waktu 10 taon untuk jadi besar.
Bayangkan yang terjadi dengan ilegal logging… How many trees has been cutdown for you? Imagine how they make the world hotter?

Ketika kamu membeli 1 liter air mineral di supermarket = beli 5 liter air. Tanya kenapa? Karena di pabrik, untuk mendinginkan botol plastik panas yang baru dicetak, membutuhkan 5 liter air…
Kode botol apa yang aman digunakan sebagai botol air? Lihat tanda dibawah botol, cari nomor 2,3 atau 4. Selain nomor itu… Tidak aman, karena sama aja kamu makan plastik

Tisu yang udah di pakai itu nggak bisa di daur ulang… Begitu juga
karton yang bekas kena minyak, makanan, kue, minuman… They’re only a waste, yang mau ngga mau tanahlah yang harus mendaur ulang.
Perkiraan orang memakai tisue 6 biji sehari, 2.200 biji setaun. Berarti kira-kira 44 MILIAR biji seluruh Indonesia setahun.
Kalau kita menghemat 1 lembar ajah tiap hari, berarti kita mengurangi sampah kertas sebanyak 7 MILIAR biji setaun.

Be Green on ATM. Kalo di BCA Kanada yang ambil duit ngga pake tanda terima. Atau transfer lewat Internet banking ato mobile banking.
8 MILIAR kali transaksi di ATM yang mengeluarkan kertas tanda terima tiap tahun adalah salah satu sumber sampah terbesar di dunia.
Kalau selama setahun orang transaksi ngga pake kertas tanda terima, itu akan menghemat satu roll besar kertas yang bisa buat melingkari garis equator sampe 15 kali.

Minimal punya 2 macam tempat sampah dirumah, membantu mengurangi polusi air, udara dan tanah.
Pisahkan sampah basah (sisa makanan dan masakan, daun, minuman) dan sampah kering ( botol, plastik, kertas, kaca)
Lebih baik lagi untuk memisahkan sampah menurut 4 kelas :
>Plastik ( pembungkus makanan, kantong kresek, kantong belanjaan)
>Rumah tangga ( tulang ayam, sisa capcay, makanan basi)
>Kertas (Pembungkus gorengan, popok bayi, tisue yang sudah dipakai)
Buku bekas catatan, kertas2 tagihan, koran, kertas iklan…
disendirikan untuk dijual
>Logam (kaleng susu, kaleng makanan) dan kaca.
Hanya butuh waktu 2 bulan untuk menjadikan sampah rumah tangga menjadi
kompos yang bisa dipakai lagi untuk pupuk tanaman…

Polar Bear/Beruang kutub ngga bisa berenang, tapi karena pemanasan global di Kutub Utara, mereka harus berenang 30km untuk mencari es tempat berteduh.
Is that the world you will leave for your children?

Ayo para mahasiswa, segera berubah (bukan menuduh lo, klo marah berarti benar!)

apa yg kita berikan untuk anak cucu kita nanti?