Juara tembak se-Asean, Danjen Kopassus puji senjata karya Pindad

Kemenangan satuan Kopassus dalam lomba menembak se Asean bertajuk Armies Rifle Meet (AARM)-24, diakui Danjen Kopassus, Mayjen TNI Doni Monardo sebagai sebuah kebanggaan bagi kesatuan yang dipimpinnya.

Dirinya menjelaskan bahwa upaya keras masing-masing anggota Kopassus dan pelatihan yang maksimal, menjadi kunci utama bagi prestasi yang sangat membanggakan tersebut

“Kemenangan-kemenangan itu faktor utamanya adalah karena kemauan berlatih para pasukannya semakin tinggi. Tahun lalu Kopassus juga meraih juara umum, dengan perolehan 28 medali emas dan 8 trofi. 

Tahun ini kita menang lagi dengan prestasi yang meningkat, menjadi 29 medali emas dan 3 trofi,” kata Danjen Kopassus Doni Monardo saat ditemui usai acara penanaman pohon di kampus UI Depok, Jawa Barat pada Sabtu (6/12).

Doni mengakui bahwa pembenahan sistem rekrutmen di dalam kesatuannya itu, merupakan tonggak balik bagi pengembangan kualitas personel yang ada saat ini, di kesatuan berbaret merah tersebut.

Dirinya juga menjelaskan bahwa sedemikian banyak kemajuan di dalam tubuh Kopassus itu sendiri, merupakan hasil dari segala perkembangan metode pelatihan selama beberapa tahun, berdasarkan pengalaman kesatuannya dalam meningkatkan kualitas keprajuritan.

“Kaderisasi kita sangat baik. Delapan tahun yang lalu, kita memang masih belum superior dan belum begitu dominan. Saat itu kita juga masih belajar dari beberapa negara di Asia Tenggara. Tapi karena kita punya kemauan yang tinggi, kaderisasi di tingkat TNI terutama angkatan darat, khususnya Kopassus, juga sangat baik. Sehingga akhir-akhir inilah prestasi-prestasi tersebut bisa kita raih,” ujar Doni.

Lebih lanjut, Doni mengakui ada kebanggaan tersendiri yang turut mengiringi sejumlah kesuksesan Kopassus dalam beberapa tahun terakhir, yang menurutnya sangat membanggakan Indonesia dalam memiliki sebuah komando khusus yang dapat diandalkan.

Hal itu disebabkan baik SDM dan segala macam peralatannya, merupakan dua hal yang patut dibanggakan dari usaha-usaha para anak negeri yang berjibaku dalam peningkatan kualitas diri.

“Dan yang paling membanggakan, kemenangan-kemenangan itu semuanya menggunakan senjata SS2 buatan Pindad. Jadi kemenangan itu baik SDM maupun peralatannya asli dari dalam negeri,” pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, pada tanggal 2 Desember lalu, Kopassus berhasil memborong 29 medali emas dari 45 medali yang diperebutkan, dalam lomba se Asean bertajuk Armies Rifle Meet (AARM)-24. Selain itu, dalam kompetisi yang sama, kontingen TNI AD juga berhasil menyabet 9 trofi lainnya, dari 15 trofi yang disediakan.

Sumber :  Merdeka

Rebut 29 emas, Kopassus rajai lomba tembak ASEAN

Kontingen lomba tembak TNI AD kembali menjadi juara ASEAN Armies Rifle Meet (AARM)-24. Pasukan Indonesia nyaris menyabet semua medali dan penghargaan di ajang lomba tembak bergengsi ini.

Komandan Kontingen dijabat oleh Mayor Inf Faisol Izudin yang sehari-harinya sebagai Komandan Batalyon Aksi Khusus ( Yon aksus) Satuan Gultor Kopassus. Mereka menyabet 29 medali emas dari 45 medali yang diperebutkan. Kontingen TNI AD juga menyabet 9 trofi dari 15 trofi yang disediakan.

“Kami patut bersyukur kepada Allah yang maha kuasa. Alhamdulillah kami mampu mempertahankan juara umum. Bahkan prestasi yang lebih bagus dengan memperoleh 29 medali emas, sebelumnya 28,” kata Mayor Faisol, Selasa (2/12).

Faisol menambahkan mereka semua menggunakan senjata dan amunisi buatan Pindad. Terbukti persenjataan lokal bisa bersaing bahkan mengalahkan senjata-senjata buatan asing.

“Terbukti kami masih juara umum,” kata perwira menengah ini.

Kedatangan kontingen disambut oleh Wakil Komandan Jenderal Kopassus Brigjen TNI M Herindra. Dia berjanji memberi anak buahnya penghargaan atas prestasi mereka.

“Kunci kemenangan mereka adalah latihan, latihan dan semangat,” kata jenderal bintang satu ini.

Sumber :  Merdeka