Kalau tak mau dikritik rakyat, Bu Ani harus stop main Instagram

Katakepo.blogspot,com – Kata ‘bodoh’ yang diungkapkan Ani Yudhoyono di akun instagram @aniyudhoyono miliknya saat menanggapi komentar dari pengguna instagram dengan akun @erie_nya menuai pro dan kontra. Pasalnya, sebagai Ibu Negara, Ani Yudhoyono dinilai tak pantas mengeluarkan kata-kata negatif kepada rakyatnya.

Psikolog Forensik dari Universitas Bina Nusantara (Binus) Reza Indragiri Amriel menilai, salah satu penyebab Bu Ani melontarkan kata ‘bodoh’ di instagram karena stres dan penat. Dia menilai, Bu Ani letih karena belakangan suami dan keluarganya banyak diterpa isu dan kritik.

“Stres, batin penat dengar kritik, masalah tak kunjung beres. Belum lagi nama Bunda Putri yang disebut-sebut dekat dengan SBY. Ani nampaknya sedang letih. Gampang impulsif-agresif verbal,” kata Reza kepada merdeka.com, Kamis (17/10).

Dia mengatakan, etika juga berlaku dalam berkomunikasi di media sosial, seperti Facebook, Twitter dan Instagram. Karena itu, dia menyarankan agar Bu Ani berhenti aktif di media sosial jika tak sanggup menahan emosi dan mengedepankan etika.

“Media sosial juga punya etika. Kalau tak bisa pegang etika, tak usah bermedia sosial,” katanya.

Menurutnya, Bu Ani telah melanggar pesan suaminya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab, dalam berbagai kesempatan SBY selalu berpesan ke semua pihak untuk berpolitik dan berkomunikasi secara santun, beradab dan positif.

“1.000 persen itu emosional. 2.000 persen itu tanda keletihan psikologis,” katanya.

“Sebetulnya gaya ceplas ceplos seperti itu dimainkan lebih ekstrim oleh Gus Dur. Tapi perilaku Ani tersebut bikin kita terperanjat karena itu tadi bukankah keluarga SBY selama ini selalu mencitrakan diri sebagai sosok yang hati-hati berbicara dan sopan bertindak. Jadi ironis,” katanya.

Sementara itu, Sosiolog UIN Syarif Hidayatullah Musni Umar menyayangkan kata ‘bodoh’ yang keluar dari Ibu Negara. Menurutnya, Bu Ani seharusnya tidak mengeluarkan kata-kata kasar kepada rakyatnya.

“Sebagai Ibu Negara dari suatu negara yang besar harus memilih kata-kata yang tepat, jangan pernah gunakan kata bodoh ke rakyat. Siapapun gak mau disebut dengan kalimat bodoh. Tidak pantas menyinggung perasaan rakyat. Rakyat sekarang susah wajar mereka mengritik dengan cara mereka,” kata Musni saat berbincang dengan merdeka.com.

Menurutnya, masyarakat saat ini tengah menikmati buah dari reformasi yakni kebebasan berpendapat dan mengritik pemangku jabatan. Karenanya, seorang pejabat publik dan keluarga harus mau dikritik.

“Kalau jadi pejabat publik harus tulus menerima kecaman atau apalah dari masyarakat. Bisa jadi yang dianggap Ibu Negara baik belum tentu oleh masyarakat,” katanya

Akun @erie_nya yang dalam profilnya ditulis dimiliki oleh Erie Prasetyo, itu awalnya mengritik SBY dan keluarga yang datang ke Pantai Klayar, Pacitan, dengan menggunakan batik saat kunjungan kerja beberapa waktu lalu. Tak terima dengan komentar tersebut, Bu Ani lantas membalasnya. Bahkan sang Ibu Negara menyebut kata ‘bodoh’ dalam komentarnya.

“aniyudhoyono @erie_nya Subhanallah, komentar anda yang sangat bodoh. Koq anda tidak berpikir bahwa kami sedang melakukan kunjungan, dan mampir sebentar ke pantai itu, sekalian lewat? Come on, apa tak ada komentar lain yang lebih bisa diterima siapa saja? Baju batik sudah dikenakan dimana2, bukan hanya untuk acara resmi saja, namun juga acara setengah resmi, bahkan santai,” tulis Bu Ani dalam instagramnya, 20 jam lalu.

Selang berapa lama, akun @erie_nya membalas komentar Bu Ani. “erie_nya @aniyudhoyono iya Ibu, saya barangkali memang masuk dalam golongan orang Indonesia yang masih bodoh. semoga Ibu berkenan memberi saya pencerahan agar kelak saya bisa pintar seperti Ibu. tapi memang, jika tak ada orang bodoh, mereka yang pintar jadi tak begitu memiliki arti.. *saya ngga cari ngetop. saya cuma kasih komen yang tak memuji. Jika Tuhan saja bisa mengampuni dosa-dosa saya, saya percaya Ibu pun akan memberi maaf kepada saya, kepada salah satu warga negara Indonesia yang masih bodoh.. Doa saya selalu, agar Ibu dan Bapak Presiden sekeluarga terus sehat dan senantiasa mampu untuk membuat negara ini maju dan membuat pintar warga negara yang masih bodoh seperti saya. Maafkan jika komentar2 saya sebelumnya membuat Ibu tidak berkenan.”