Kapal Perang Koarmatim Angkut Satgaspam Pulau Terluar

Setelah bertugas selama 6 bulan di wilayah Pulau Terluar, sebanyak 136 personil Satgaspam Puter ke-XV/2013 kembali menuju Markasnya masing-masing diangkut  dengan menggunakan KRI Multatuli-561, dari jajaran Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmatim dari Dermaga 

Pelabuhan dermaga Pelabuhan Umum Biak Numfor, Papua Barat, Selasa (8/07).  Rencananya KRI Multatuli melakukan perjalanan Lintas Laut (Linla) dari Biak ke Surabaya selama kurang lebih 6 hari.
 

Pergeseran pasukan ini dilakukan setelah pasukan pengganti tiba di Biak Numfor serta dilakukan Upacara Pelepasan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgaspam) Pulau Terluar (Puter-XV) dan penyambutan Satgaspamtas Puter-XVI, di dermaga Pelabuhan Umum Biak Numfor, Papua Barat, Selasa (8/07). 

Upacara dihadiri Komandan Guskamlaarmatim Laksamana Pertama TNI Heru Kusmanto, S.E., Upacara dipimpin oleh Komandan Korem 173/ Praja Vira Braja Brigjen TNI Chamim Besari juga dihadiri para Pejabat TNI, Polri serta Pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Biak Numfor.

Pasukan Upacara terdiri dari anggota Satgaspam Puter yang terdiri dari gabungan pasukan Korem 173/Praja Vira Braja dan anggota Yonif 3 Pasukan Marinir (Pasmar I) Surabaya.

Rencananya pasukan yang terlibat Satgaspam Puter ke-XVI/2014, mendapat tugas selama kurang lebih sembilan bulan menggantikan pasukan Satgaspam Puter ke-XV/2013. 
Satgaspam Puter ke-XVI/2014 diperkuat 44 personil yang ditugaskan di beberapa wilayah yaitu di Pulau Bras dan Pulau Fanildo, serta Pulau Batek dan Pulau Danarote.    

Dalam sambutan Danrem 173/ Praja Vira Braja Brigjen menyampaikan  bahwa tugas pengamanan pulau-pulau terluar adalah tugas yang sangat mulia, yang merupakan kepercayaan Pemimpin TNI untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI, sehingga harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan sesuai aturan/Protap telah ditentukan.
Sumber : TNI