Kasus Batam, 100 Tentara `Dilempar` ke Indonesia Timur

Sebanyak 100 tentara yang terlibat kasus Batam, “dibuang” ke Indonesia Timur. Berkas mereka juga sudah sampai di Pengadilan Militer.
“Yang terindikasi (melanggar) disiplin 100 orang lebih. Akan kita pindahkan ke wilayah Indonesia Timur,” kata Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Gatot Nurmantyo di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (22/12/2014).

Mereka yang dimutasi tak akan ditempatkan di satu kesatuan. Mereka akan disebar di beberapa lokasi tugas. Tujuannya agar peristiwa Batam, tak terulang. Sementara beberapa personel disekolahkan.

“570 personel sudah berada di Batu Jajar untuk latihan raider,” terang Gatot.

Gatot memastikan, TNI AD telah mengevalusi kasus Batam. Kasus itu terjadi salah satunya karena masalah kesejahteraan. Untuk itu, masalah ini akan menjadi fokus perhatian TNI AD.

“Sekitar 120 prajurit yang tinggal di luar (Yonif 134/Tuah Sakti) dengan mengontrak rumah. Berdasarkan ini kami sedang membangun, menyiapkan lahan 120 rumah, dan sarana-sarana lainnya. Diperkirakaan pembangunan cepat 4 bulan sehingga pada saat satuan kembali dari latihan raider pangkalan sudah siap dan tidak ada yang ditinggal di luar lagi,” beber Gatot.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko.MI/Bary Fathahilah
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Moeldoko mau prajurit tidak sombong. Ini untuk mencegah konflik Batam, terulang.

“Biasanya, pasukan yang agak tanggung itu agak-agak suka sombong. Kita Raider-kan agar punya kemampuan lebih yang akan ngerem kesombongannya,” kata Moeldoko.

Raider adalah batalyon pasukan elite infanteri TNI. Pasukan ini punya kemampuan lebih dari pada satuan lain. Satu batalyon Raider disebut punya kemampuan tiga kali lipat batalyon infanteri biasa.

“Orang yang nggak bisa berkelahi, nggak punya karate, dia suka aneh-aneh. Begitu dididik punya ban hitam dia tak aneh-aneh karena dia yakin kalau dia banting orang pasti mati,” tegas Moeldoko.

Bentrok tentara dan polisi di Batam, pecah, Minggu (21/9/2014) malam. Empat anggota Batalyon 134 Tuah Sakti, ditembak di depan Mako Brimob Batam.

Peristiwa bermula ketika puluhan polisi menggerebek tempat penimbunan di dekat Mako Brimob. Lagi ramai-ramai, dua anggota Batalyon 134 yang baru lepas piket mampir ke tempat itu. Disangka jadi beking, dua tentara itu dikeroyok dan ditembak di bagian kaki.

Mengetahui ada teman yang ditembak dan ditahan di Mako Brimob, dua anggota Batalyon 134 lain datang menjemput. Tapi, bukannya diterima baik, kedatangan mereka disambut berondongan tembakan. Tak lama, sejumlah anggota Batalyon 134 mengepung Mako Brimob. 

Sumber : Metro