Kekuatan Udara Indonesia Kecil untuk Pengawasan

TNI Angkatan Udara memiliki tiga skuadron pesawat tempur yang terdiri dari dua skuadron pesawat F-16 serta satu skuadron Sukhoi.

“Tapi kekuatan udara Indonesia masih kecil untuk pemantauan,” kata Asisten Operasi Komando Sektor Pertahanan Udara Dua TNI AU Kolonel Penerbang Fajar Adriyanto saat dihubungi Tempo, Selasa, 4 November 2014.

Fajar menjelaskan radar militer Indonesia memiliki jangkauan 200 mil. Jangkauan itu dinilai masih kurang. Karena itu militer bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) AirNav Indonesia untuk pengawasan wilayah udara.

Fajar menjelaskan kawasan udara yang rawan adalah wilayah Indonesia Tengah, termasuk Makassar, karena wilayah utara masih bersengketa dengan Ambalat, Malaysia. Di wilayah selatan, kawasan perbatasan dengan Australia dan Timor Leste pun rawan. “Karena penerbangan yang bukan airline padat di sini, dari Australia menuju Filipina,” kata Fajar. 

Fajar menuturkan, sebenarnya Indonesia memiliki banyak pesawat tempur. Namun, yang memiliki kemampuan buru sergap hanya F-16 dan Sukhoi. Seluruh pesawat tempur Sukhoi TNI AU ditempatkan di Makassar.

Berbeda dari F-16, Sukhoi tempur ditempatkan di Madiun. Karena keterbatasan jumlah armada, pesawat-pesawat tempur ini mengalami rolling penempatan, antara lain di Batam dan Medan selama masing-masing dua bulan.

Pesawat-pesawat tempur inilah yang digunakan TNI AU untuk menyergap sejumlah pesawat asing yang belakangan sering melintasi wilayah udara Indonesia tanpa izin. Berikut ini pesawat-pesawat asing yang disergap itu.

Sumber : Tempo