Kenapa kini ijasah sarjana bak bungkus kacang

Katakepo.blogspot.com – Sudah bukan rahasia ketika seorang sarjana curhat kesulitan cari pekerjaan. Di era yang semakin menggila ini, menjadi sarjana atau IPK tinggi saja tidak cukup untuk menjamin kesejahteraan generasi muda. Meski tidak cukup menjadi penopang dagu ketika melamar pekerjaan, namun bukan berarti gelar sarjana tidak penting.

Ini pendapat Surya Husandy Parnata, seorang sarjana ekonomi yang kini sukses dengan berwiraswasta di situs belanja Viandsun Shop, mengenai makna gelar sarjana dan kesuksesan yang diraihnya.

“Kuliah dan gelar itu layaknya saham orang tua yang begitu besar buat anak. Ketika gagal kuliah lulus, maka saham orang tua yang ditanamkan akan dengan mudahnya sirna, seperti main judi dan harus mengalah”.

“Gelar bukan segalanya menuju kesuksesan. Gelar & IPK yang tinggi hanya akan menjerumuskan orang untuk pengen dan bekerja sama perusahaan besar yang belum tentu ownernya sepintar mereka. Betapa bodohnya ya kalau liat keadaan ini. Para sarjana dengan IPK tinggi kerja kepada orang lulusan SD atau SMA (mungkin) yang di mana mungkin saat merintis hanya dengan sistem sederhana jual beli saja, tapi seiring perkembangan perusahaan baru dibuat sistem yang lebih komplek dan dibutuhkan orang2 bergelar sarjana”.

“Jangan takut untuk memulai usaha. Risiko itu selalu ada. Kalau kita takut sama resikonya nggak akan pernah jadi pengusaha. Kalau pengen yang aman-aman saja, penghasilan pasti dan gitu-gitu aja silakan bekerja saja sama perusahaan yang mungkin dibangun oleh para pengusaha yang pendidikan rendah tapi berani ambil resiko action untuk memulai”.

“Risiko dan kegagalan itu semua proses. Karena adanya hal itu, kita jadi dapat pengalaman. pengalaman inilah yang sangat amat berharga dan nilainya nggak bisa dibandingkan dengan materi kuliah. Kalian yang kuliah bayar mahal2, nggak kepake itu semua, yang kepake pada akhirnya basic saja yaitu kurang, bagi, tambah, kurang, sisanya ngurusin perhitungan pajak, analisis dsb. Nah, gunakanlah orang-orang yang memang hidupnya mau untuk bekerja untuk orang lain karena IPKnya tinggi dan lulusan kampus kenamaan sejagad raya ini”.

Bagaimana pendapat Anda?